Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • 17 Makna Emoji Pria yang Menyukaimu, Waspada!
  • Posisi enam Moto3, Veda Ega beri peringatan bagi lawan di Le Mans
  • Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan
  • Klasemen Liga Italia: Napoli Kalah 2-3, Tiket Liga Champions Masih Tidak Aman
  • Pendaftaran SPMB Sumsel 2026/2027: Jadwal, Persyaratan, dan Prosedur Lengkap untuk SMA/SMK
  • Timnas Indonesia Terjebak Grup Berat Piala Asia 2027, Hadapi Jepang, Thailand, dan Qatar
  • Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen
  • Injil Katolik Hari Ini: 11 Mei 2026 dan Mazmur Tanggapan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Dikunjungi DC Kredivo, Diminta Jual Barang Rumah: Ini Hak Nasabah yang Harus Diketahui
Hukum

Dikunjungi DC Kredivo, Diminta Jual Barang Rumah: Ini Hak Nasabah yang Harus Diketahui

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Nasabah Kredivo yang Didatangi Debt Collector

Kasus penagihan utang melalui debt collector (DC) kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, seorang nasabah Kredivo mengaku didatangi oleh DC yang awalnya datang dengan sikap sopan, namun kemudian meminta agar barang-barang di rumah dijual untuk menutupi tunggakan utang. Cerita ini disampaikan langsung oleh korban dan dibagikan oleh Advokat/Pengacara & Konsultan Hukum sekaligus konten kreator Jamal SH dalam kanal YouTube-nya.

Awalnya, DC datang dengan cara yang baik dan diizinkan masuk ke dalam rumah. Namun, suasana berubah ketika DC mulai menyarankan agar barang-barang di rumah dilepas, bahkan menyuruh nasabah meminjam uang ke tetangga. Saat nasabah mengatakan bahwa benar-benar tidak memiliki uang, DC memberikan tenggat waktu selama tiga hari.

Masalah semakin memburuk ketika nasabah meminta identitas dari DC. Justru, DC bersikap kasar dan menolak menunjukkan kartu identitas dengan alasan privasi. Nasabah malah diarahkan untuk menelepon atasan DC tersebut.

“Saya sudah tidak sanggup membayar. Kalau DC datang lagi, saya harus bagaimana?” ujar Jamal meniru keluhan korban.

Kasus ini menunjukkan bahwa banyak nasabah masih belum paham hak-hak mereka saat berhadapan dengan DC lapangan. Padahal, penagihan pinjaman online diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal pertama yang harus dilakukan saat didatangi DC adalah menanyakan identitas secara lengkap, termasuk ID card, KTP, hingga surat tugas resmi. Surat tugas ini harus mencantumkan identitas penagih, pemberi tugas, nama nasabah, alamat, serta nilai tunggakan. Tanpa dokumen-dokumen tersebut, nasabah berhak menolak penagihan.

Selain itu, DC juga wajib memiliki sertifikasi profesi penagihan. Sertifikat ini merupakan bukti legal bahwa mereka berizin melakukan penagihan. Jika DC mengaku berasal dari pihak ketiga, maka surat kuasa dan perjanjian kerja sama dengan pihak pembiayaan seperti Kredivo juga harus ditunjukkan.

Nasabah juga perlu memahami bahwa DC tidak berhak menyuruh menjual barang, apalagi memaksa atau mengintimidasi. Jika penagihan dilakukan dengan cara arogan, marah-marah, atau intimidatif, nasabah berhak menolak dan bahkan merekam sebagai bukti. Namun, jika DC datang dengan sopan, nasabah sebaiknya tetap menjaga sikap santun. Menjaga komunikasi tetap baik bukan berarti menyerah pada tekanan. Ingat, ini soal ketidakmampuan membayar, bukan tidak mau membayar.

“Gagal bayar karena kondisi keuangan terganggu itu berbeda dengan sengaja tidak mau bayar,” tegas Jamal.

Edukasi dan pemahaman ini sangat penting agar nasabah tidak merasa sendirian dan tertekan di rumahnya sendiri. Dengan pengetahuan yang cukup, nasabah dapat melindungi diri dan menangani situasi dengan lebih tenang dan bijaksana.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan

15 Mei 2026

Ebenezer Siap Dihukum Mati Jika Terbukti Peras Pengusaha

14 Mei 2026

Mereka yang Berjuang Melawan Kekerasan Neo-Nazi di Ibu Kota

14 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

17 Makna Emoji Pria yang Menyukaimu, Waspada!

15 Mei 2026

Posisi enam Moto3, Veda Ega beri peringatan bagi lawan di Le Mans

15 Mei 2026

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan

15 Mei 2026

Klasemen Liga Italia: Napoli Kalah 2-3, Tiket Liga Champions Masih Tidak Aman

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?