Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • Daftar Nama Pejabat di Indonesia, Mulai Presiden Hingga Jaksa Agung
  • Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”
  • Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands
  • Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina
  • Selat Malaka hingga Hormuz: Jalur Laut sebagai Senjata Geopolitik
  • Bursa Pantau Kasus Transaksi Rp5 Triliun TLKM, Libatkan OJK
  • Mengapa Warna Bulu Kucing Berubah Saat Tua?
  • Santri Al-Falah Nobar Film Pesta Babi, Diberi Peringatan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»2 Pernyataan Kunci Gus Yahya di Musyawarah Kubro NU, Tunggu 3 Hari Rais Aam
Politik

2 Pernyataan Kunci Gus Yahya di Musyawarah Kubro NU, Tunggu 3 Hari Rais Aam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pernyataan Gus Yahya Terkait Keputusan Musyawarah Kubro

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Yahya, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Minggu (21/12).

Gus Yahya menegaskan bahwa ia sepenuhnya tunduk dan taat terhadap keputusan yang disepakati oleh PWNU (Pengurus Wilayah NU) dan PCNU (Pengurus Cabang NU), serta tafsir para mustasyar. Hal ini disampaikan melalui pernyataannya di Jakarta, Minggu.

Dalam taklimat yang disampaikannya, Gus Yahya menyampaikan dua pernyataan penting terkait ijtihad dan kesepakatan yang lahir dari forum tersebut.

Pernyataan Pertama: Keterbukaan terhadap Pemeriksaan

Pernyataan pertama yang disampaikan oleh Gus Yahya adalah tentang keterbukaannya untuk dilakukan pemeriksaan dan tabayun atas berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia meminta agar proses tersebut dilakukan secara terbuka, dengan menghadirkan bukti dan saksi yang sah.

“Saya terbuka untuk diperiksa dan ditabayunkan atas apa pun yang dituduhkan kepada saya, melalui cara apa pun, dengan menghadirkan seluruh bukti dan saksi yang diperlukan,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan sikap Gus Yahya yang bersedia menghadapi segala bentuk proses investigasi, asalkan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pernyataan Kedua: Keinginan untuk Islah

Pernyataan kedua yang disampaikan Gus Yahya berkaitan dengan islah sebagai jalan keluar atas dinamika yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama. Ia menekankan bahwa islah yang dimaksud harus berpijak pada kebenaran, bukan kompromi terhadap kebatilan.

“Sejak detik pertama saya senantiasa menginginkan islah. Saya siap bina al-haq bina al-haq bina al-haq, bukan bina al-batil,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Gus Yahya ingin menciptakan perdamaian di dalam organisasi NU, tetapi dengan prinsip yang jelas, yaitu kebenaran.

Sikap Taslim dan Kepatuhan

Gus Yahya juga menegaskan sikap taslim dan kepatuhan penuh terhadap keputusan yang dihasilkan melalui kesepakatan PWNU, PCNU, serta tafsir para mustasyar yang menjadi rujukan dalam Musyawarah Kubro.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya menghubungi Rais Aam PBNU untuk meminta waktu bertemu guna menindaklanjuti kesepakatan forum. Namun, hingga saat ini, belum ada respons yang diterimanya.

“Begitu mendengar kesepakatan PWNU dan PCNU, saya langsung mengirim pesan kepada Rais Aam untuk memohon waktu bertemu. Sampai sekarang saya belum mendapatkan jawaban,” tuturnya.

Tunggu Hingga Batas Waktu 3×24 Jam

Gus Yahya menyatakan bahwa ia akan menunggu hingga batas waktu 3×24 jam sebelum melaporkan hasilnya kepada forum.

“Saya akan menunggu sampai 3×24 jam, dan selanjutnya akan saya laporkan hasilnya,” katanya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Gus Yahya masih memberikan ruang bagi proses dialog dan koordinasi antara pihak-pihak terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian

17 Mei 2026

70 Paket Soal PPKN Kelas 9 Semester 2: Pilihan Ganda & Esai + Jawaban Ujian Akhir

17 Mei 2026

Beberapa Kadis Tak Hadir dalam RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha: Apa Mereka Sudah ‘Masuk Angin’?

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar Nama Pejabat di Indonesia, Mulai Presiden Hingga Jaksa Agung

17 Mei 2026

Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”

17 Mei 2026

Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands

17 Mei 2026

Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?