Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»11 Perusahaan Besar Siap Melantai di BEI, Teknologi, Energi, dan Infrastruktur
Ekonomi

11 Perusahaan Besar Siap Melantai di BEI, Teknologi, Energi, dan Infrastruktur

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan hingga saat ini terdapat total 15 calon emiten yang sedang menunggu untuk mencatatkan saham perdana mereka atau melakukan initial public offering (IPO). Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, terdapat beberapa sektor seperti teknologi, energi, dan infrastruktur.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 11 perusahaan dalam pipeline yang termasuk dalam skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.

Selain itu, ada empat perusahaan dengan aset skala menengah, yaitu antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, tidak ada perusahaan skala kecil atau dengan aset di bawah Rp 50 miliar dalam pipeline tersebut.

Nyoman juga menyebutkan bahwa hingga 30 April 2026, telah tercatat satu perusahaan yang berhasil mencatatkan saham di BEI dengan dana yang terkumpul sebesar Rp 0,30 triliun.

Berikut jumlah emiten yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:

3 perusahaan dari sektor konsumer siklikal

3 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal

1 perusahaan dari sektor energi

1 perusahaan dari sektor finansial

3 perusahaan dari sektor kesehatan

1 perusahaan dari sektor industri

2 perusahaan dari sektor infrastruktur

2 perusahaan dari sektor teknologi

Sementara itu, Nyoman juga menyebutkan bahwa hingga 30 April 2026, telah terdapat tiga perusahaan yang telah menerbitkan rights issue dengan total dana sebesar Rp 3,75 triliun. Ia juga menyebutkan bahwa masih ada satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI, yaitu dari sektor properti dan real estate.

Gelombang Sepi IPO

Pencatatan saham perdana (IPO) pada tahun 2026 diperkirakan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah calon emiten memilih menunda IPO pada awal tahun ini.

Plt Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Fifi Virgantaria, mengatakan salah satu ketakutan calon emiten untuk melantai di BEI adalah terkait aturan baru free float. Selain itu, pemeriksaan terhadap beberapa emiten juga memunculkan kekhawatiran di pasar terkait IPO.

“Free float yang harus lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, ini jadi PR bersama juga gitu,” ujar Fifi ketika ditemui di Jakarta.

Sepinya IPO pada kuartal pertama tahun ini dipengaruhi oleh pengumuman MSCI yang membekukan pasar modal RI untuk rebalancing Februari 2026. Tak hanya itu, MSCI sebelumnya menyebut kabar terburuknya adalah pasar RI bisa turun kasta ke frontier market alias pasar perintis.

Frontier market adalah negara berkembang dengan pasar modal tahap awal yang kurang likuid dan berisiko tinggi dibandingkan dengan Emerging Market, tetapi menawarkan potensi pertumbuhan tinggi. Contoh negara yang masuk dalam kategori ini antara lain Vietnam, Nigeria, Kazakhstan, Kroasia, Bangladesh, Kenya, Maroko, Bahrain, Yordania, dan Oman.

Dalam pengumuman terbaru, MSCI mempertahankan pembatasan terhadap saham-saham Indonesia pada review indeks Mei 2026. Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyatakan masih akan membekukan seluruh kenaikan pada faktor inklusi asing (FIF) dan jumlah saham (NOS) dan tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

MSCI juga tidak melakukan migrasi naik antarsegmen indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard. Selain itu, MSCI menyatakan akan menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC). MSCI juga membuka kemungkinan menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.

Meskipun demikian, MSCI menjelaskan belum akan memasukkan sumber data dan pengungkapan baru dalam penilaian free float maupun perhitungan indeks hingga proses peninjauan selesai dan masukan dari pelaku pasar telah diterima dan dievaluasi.

“Pendekatan ini untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas sambil memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru diumumkan,” tulis pengumuman MSCI.

Langkah selanjutnya, MSCI akan terus berkoordinasi dengan pelaku pasar dan regulator Indonesia. MSCI juga membuka ruang bagi masukan dari peserta pasar, khususnya terkait penggunaan sumber data dan kebijakan baru yang diterapkan, termasuk efektivitasnya dalam menentukan free float dan menilai tingkat investabilitas pasar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?