Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Celtic Kalah 4-2, VfB Stuttgart Melangkah ke Babak 16 Besar Liga Europa Setelah 13 Tahun Tunggu
  • Kadin Minta Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Industri Otomotif Terancam
  • TECNO Megapad SE: Tablet Canggih dengan Layar 11 Inci dan AI Terbaru
  • Alasan Inara Rusli Minta Penundaan Penyidikan Kasus Perselingkuhan, Kritik Bukti CCTV
  • Hasil PSS Sleman vs Persipura Jayapura 1-0, Barito Putera di Posisi 3 Babak Final
  • 3 Zodiak Ini Siap Mencapai Puncak Kesuksesan Mulai 23 Februari 2026
  • Panduan emas untuk pemula: aman, mudah, untung
  • Promo Ramadan 1447 H: Harga Sirup Marjan di Alfamart dan Indomaret Hari Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Zainal Arifin Mochtar Dihantui Telepon Asing
Politik

Zainal Arifin Mochtar Dihantui Telepon Asing

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Teror Telepon yang Mengancam Dosen Hukum

Seorang dosen hukum tata negara dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Zainal Arifin Mochtar, mengungkapkan pengalamannya menerima teror melalui telepon. Kejadian ini terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, ketika ia menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai anggota kepolisian.

Zainal menuliskan kronologi kejadian tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @zainalarifinmochtar, pada hari yang sama. Ia membagikan tangkapan layar panggilan telepon dengan nomor +6283817941429. Dalam unggahannya, Zainal menjelaskan bahwa orang yang menelepon menyampaikan pesan yang mengarahkan dirinya untuk segera hadir dan membawa KTP, dengan ancaman penangkapan jika tidak mengikuti instruksi tersebut.

Ia mengizinkan media untuk mengutip informasi dari unggahannya. Menurut Zainal, suara pria itu terdengar berat dan seolah memiliki otoritas tinggi. Meski demikian, ia hanya tertawa dan mematikan ponselnya kemudian melanjutkan aktivitasnya.

“Siapa pun tahu bahwa hal seperti ini adalah penipuan dan tidak jelas,” ujarnya.

Menurut Zainal, modus penipuan semacam ini terjadi karena masih adanya ruang bebas bagi penipu di tengah masyarakat. Ia juga menyayangkan bagaimana data warga negara sering kali diperjualbelikan dan digunakan sebagai target penipuan.

Zainal menegaskan bahwa ia tidak takut terhadap kejadian ini. Saat dikonfirmasi, ia tidak menunjukkan rasa curiga apakah ada pernyataannya yang keras mengkritik pemerintah sebelum kejadian tersebut.

Teror telepon terhadap Zainal ini terjadi beberapa hari setelah teror terhadap aktivis dan sejumlah influencer yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera. Beberapa kasus teror lainnya juga tercatat, termasuk yang dialami oleh pemusik asal Aceh, Ramond Dony Adam alias D.J. Donny. Ia menerima kiriman bangkai ayam, surat ancaman, bahkan bom molotov.

Influencer asal Aceh lainnya, Shery Annavita, juga mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mengalami vandalisme di mobilnya. Tidak hanya para influencer, teror juga menimpa rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Iqbal menerima kiriman bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman. Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan dengan kritiknya terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana Sumatera.

Beberapa tokoh lain juga dilaporkan mengalami ancaman serupa, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap individu yang kritis terhadap pemerintah semakin marak.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa kejahatan digital dan ancaman melalui telepon semakin sulit dihindari. Dengan adanya kasus-kasus seperti ini, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026

PKB: Setahun Pramono–Rano Lebih Banyak Persepsi Daripada Solusi

27 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Celtic Kalah 4-2, VfB Stuttgart Melangkah ke Babak 16 Besar Liga Europa Setelah 13 Tahun Tunggu

28 Februari 2026

Kadin Minta Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Industri Otomotif Terancam

28 Februari 2026

TECNO Megapad SE: Tablet Canggih dengan Layar 11 Inci dan AI Terbaru

28 Februari 2026

Alasan Inara Rusli Minta Penundaan Penyidikan Kasus Perselingkuhan, Kritik Bukti CCTV

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?