Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ
  • Jadwal Pekan 33 Super League 2025/2026, Persib dan Borneo Berlaga Sengit
  • Kronologi Kecelakaan Bus Halmahera: Daftar 23 Korban, 2 Tewas Belum Dikenali
  • Jadwal Siaran Langsung Jepang vs Indonesia U17 Piala Asia 2026
  • Pinjaman Online 24 Jam Langsung Cair Tanpa BI Checking: Aman atau Tidak?
  • Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini
  • JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook
  • 5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Kadin Minta Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Industri Otomotif Terancam
Otomotif

Kadin Minta Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Industri Otomotif Terancam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kadin Indonesia Minta Evaluasi Rencana Impor 105.000 Kendaraan Niaga dari India

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajukan permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India yang ditujukan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Impor ini melibatkan unit utuh atau completely built up (CBU) dari perusahaan seperti Mahindra dan Tata Motors, yang dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional serta rantai pasok komponen dalam negeri.

Nilai impor tersebut diperkirakan mencapai Rp 24,66 triliun dan akan direalisasikan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, menyatakan bahwa kebijakan impor kendaraan dalam bentuk CBU bisa membahayakan pertumbuhan industri otomotif lokal yang selama ini telah berkembang dengan dukungan investasi besar dan jaringan rantai pasok dalam negeri.

Menurutnya, kebutuhan kendaraan operasional untuk KDKMP seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri, bukan malah membuka keran impor dalam jumlah besar. Ia menekankan bahwa sejumlah perusahaan otomotif nasional telah siap memenuhi kebutuhan tersebut.

“Jika kebutuhan ini bisa diproduksi di dalam negeri, dampaknya akan jauh lebih besar terhadap pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Dampak pada Rantai Pasok Komponen Otomotif

Kadin juga menyoroti potensi ancaman terhadap industri komponen otomotif nasional. Industri ini mencakup produksi mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga perangkat elektronik yang menjadi tulang punggung perakitan kendaraan di Tanah Air.

Saleh menjelaskan bahwa industri komponen merupakan backward linkage yang sangat penting bagi keberlanjutan industri otomotif nasional. Jika pasar domestik dibanjiri kendaraan impor utuh, maka permintaan terhadap komponen lokal akan menurun, berpotensi menekan produksi dan mengancam keberlangsungan pelaku usaha komponen.

Ia menambahkan, semakin tinggi kandungan lokal dalam produksi kendaraan, semakin besar pula efek pengganda terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pertumbuhan industri turunan. Sebaliknya, dominasi kendaraan impor dikhawatirkan melemahkan agenda hilirisasi dan industrialisasi yang tengah didorong pemerintah.

Rencana Impor dari India

Rencana impor tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang ditunjuk pemerintah untuk mendukung operasional KDKMP. Berdasarkan rencana, sebanyak 105.000 unit kendaraan akan didatangkan dari India, terdiri atas:

  • 35.000 unit pikap 4×4 produksi Mahindra & Mahindra
  • 35.000 unit pikap 4×4 produksi Tata Motors
  • 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama

Pengiriman dilakukan secara bertahap sepanjang 2026. Hingga saat ini, sekitar 200 unit pikap Mahindra dilaporkan telah tiba di Indonesia.

Dorongan Evaluasi Kebijakan

Kadin menilai, keputusan impor dalam jumlah besar perlu dikaji ulang secara menyeluruh, terutama dalam konteks komitmen pemerintah untuk memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Menurut Saleh, pemerintah dapat mendorong skema produksi dalam negeri, baik melalui kerja sama perakitan lokal (CKD) maupun peningkatan kapasitas produksi pabrikan nasional, sehingga kebutuhan kendaraan KDKMP tetap terpenuhi tanpa mengorbankan industri dalam negeri.

“Kami berharap pemerintah mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Industri otomotif nasional sudah dibangun puluhan tahun. Jangan sampai kebijakan jangka pendek justru melemahkan fondasi yang sudah ada,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah terkait kemungkinan evaluasi atas rencana impor tersebut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?

15 Mei 2026

5 manfaat kabin mobil senyap untuk kenyamanan dan fokus berkendara

15 Mei 2026

Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ

16 Mei 2026

Jadwal Pekan 33 Super League 2025/2026, Persib dan Borneo Berlaga Sengit

16 Mei 2026

Kronologi Kecelakaan Bus Halmahera: Daftar 23 Korban, 2 Tewas Belum Dikenali

16 Mei 2026

Jadwal Siaran Langsung Jepang vs Indonesia U17 Piala Asia 2026

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?