Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Kartel narkoba gunakan drone tempur, keahlian perang Ukraina jadi sorotan
  • Timnas angkat trofi, atlet pecahkan rekor dunia: catatan olahraga Indonesia di 2 tahun era Prabowo
  • Pesona Skyline Hong Kong: 5 Destinasi Terbaik, Ada yang Gratis!
  • Bonus Setengah Miliar untuk Ramadhipa Usai Gemparkan Moto3 Junior 2026
  • Deretan Bintang Dunia yang Diboikot karena Pro-Israel
  • Iran buka suara, bantah dana perang IRGC terkuras habis: ekonomi tak akan ambruk
  • Jadwal & Rute KM Wilis hingga 21 November 2026: Makassar hingga Waikelo
  • Sinopsis Grown Ups 2 (2013): Hari Terakhir yang Liar Sebelum Liburan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Wilayah terdampak Tol Gataci: Bandung, Tasik, Garut, dan perkembangan 2026!
Nasional

Wilayah terdampak Tol Gataci: Bandung, Tasik, Garut, dan perkembangan 2026!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 January 2026No Comments5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Proyek Tol Getaci: Tantangan dan Peluang di Tengah Pembangunan Infrastruktur

Proyek Tol Getaci kini memasuki fase yang sangat penting. Pada tanggal 8 Januari 2026, pembebasan tanah di Kabupaten Bandung dan Garut telah mencapai hampir 95%, dengan lebih dari 3.000 lahan yang sudah diselesaikan—angka ini melonjak dari 2.200 pada akhir November 2025. Pekerjaan konstruksi tahap awal sudah dimulai di awal bulan ini, terutama di bagian fondasi di beberapa lokasi strategis di Bandung.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melaporkan bahwa jadwal operasional penuh pada 2029 masih realistis, dan ada kemungkinan percepatan jika kondisi cuaca tetap mendukung. Proyek ini juga telah menciptakan ribuan lapangan kerja lokal, memberikan dorongan positif bagi perekonomian regional. Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang proyek ini, dengan pandangan segar dan detail tambahan untuk memahami dampaknya.

Bayangkan sebuah arteri utama yang akan merevolusi perjalanan di Pulau Jawa. Tol Getaci, yang direncanakan menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah, bukanlah sekadar jalan tol biasa. Dengan total panjang 206,65 kilometer, ia akan membentang dari Gedebage di Kota Bandung hingga Cilacap, membuka pintu bagi mobilitas yang lebih cepat dan efisien.

Proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi secara keseluruhan pada 2029, namun segmen pertama dari Gedebage ke Tasikmalaya—yang mencapai 95,52 kilometer—akan lebih dulu rampung. Ini adalah langkah besar untuk mengatasi masalah lalu lintas yang sering macet, terutama di rute menuju destinasi populer seperti Pangandaran atau pantai selatan Jawa.

Dalam forum ICI 2025 di Jakarta, pimpinan BPJT, Willan Oktavian, menekankan prioritas pada bagian awal ini. “Kami fokus dulu pada Gedebage-Tasikmalaya, kemudian baru melanjutkan ke Cilacap,” katanya. Mulai dari Gedebage, Kota Bandung, jalur tol ini akan melewati Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan berakhir di Kota Tasikmalaya. Ini bukan hanya tentang infrastruktur fisik, melainkan juga tentang membangun koneksi sosial dan ekonomi yang lebih kuat antarwilayah.

Untuk mewujudkan visi ini—dengan konstruksi dimulai 2026 dan selesai 2029—tim proyek sedang menggenjot pembebasan lahan. Prioritas utama saat ini adalah Kabupaten Bandung dan Garut, sebagai titik awal trase. Koordinator proyek, Muhammad Hidayat Satria Adi dari PPK Tol Getaci II, menyatakan bahwa setelah dua kabupaten ini selesai, fokus akan bergeser ke Tasikmalaya. Hingga November 2025, sekitar 2.200 lahan di Garut telah dibebaskan, dan hingga 8 Januari 2026, angka ini bertambah 800 lagi, menunjukkan laju yang menggembirakan.

Namun, proyek ini juga membawa tantangan. Banyak warga terdampak, dengan 97 desa dan kelurahan di segmen Gedebage-Tasikmalaya yang akan menerima kompensasi uang ganti rugi (UGR). Mari kita bahas detailnya per daerah, sambil menambahkan konteks tentang potensi manfaat dan tantangan lokal.

Kabupaten Bandung: 28 Desa di Enam Kecamatan

Di Kabupaten Bandung, tol ini akan melintasi 28 desa yang tersebar di enam kecamatan, meliputi area pertanian subur dan pemukiman padat penduduk. Pembebasan lahan di sini sedang dipercepat untuk memastikan konstruksi tidak tertunda. Daftar desa yang terpengaruh meliputi:

  • Kecamatan Bojongsoang
    Desa Tegalluar dan Sukamanah, di mana lahan pertanian menjadi fokus utama.
  • Kecamatan Rancaekek
    Desa Bojongloa, Tegal Sumedang, dan Sukamanah, dengan potensi pengembangan akses ke pasar lokal.
  • Kecamatan Solokan Jeruk
    Desa Cibodas, Langensari, Padamukti, dan Panyadap, yang bisa membuka peluang wisata baru.
  • Kecamatan Paseh
    Desa Tangsimekar, Cijagra, Cipedes, Cigentur, dan Karangtunggal, di mana kompensasi sedang didistribusikan.
  • Kecamatan Cikancung
    Desa Srirahayu, Mekarlaksana, Ciluluk, Cikancung, Mandalasari, dan Cihanyir, dengan harapan meningkatkan konektivitas.
  • Kecamatan Cicalengka
    Desa Narawita, Margaasih, Ciherang, Ganjar Sabar, Bojong, Mandalawangi, Citaman, dan Nagreg, yang terkenal dengan budaya lokalnya.

Kabupaten Garut: 37 Desa di Tujuh Kecamatan

Garut, dengan pegunungan indah dan perkebunan luas, akan menjadi bagian vital tol ini. 37 desa di tujuh kecamatan terdampak, dengan beberapa sudah selesai pembebasannya. Ini mencakup:

  • Kecamatan Kadungora
    Desa Mandalasari, Karangmulya, Karangtengah, Hegarsari, dan Talagasari, di mana tol bisa mendukung ekspor produk pertanian.
  • Kecamatan Leles
    Desa Kandangmukti, Leles, Cangkuang, Margaluyu, dan Sukarame, dengan potensi pariwisata pegunungan.
  • Kecamatan Leuwigoong
    Hanya Desa Margacinta, yang mungkin mendapat manfaat dari akses lebih mudah.
  • Kecamatan Banyuresmi
    Desa Sukakarya, Sukalaksana, Sukamukti, Sukaratu, Pamekarsari, dan Sukasenang, fokus pada pengembangan UMKM.
  • Kecamatan Karangpawitan
    Desa Mekarsari, Kelurahan Lengkongjaya, Desa Jatisari, Kelurahan Karangmulya, Desa Suci, Kelurahan Lebakjaya, Desa Tanjungsari, dan Lebak Agung, dengan harapan peningkatan investasi.
  • Kecamatan Garut Kota
    Kelurahan Cimuncang, Kota Kulon, Margawati, dan Sukanegla, sebagai pusat urban yang akan terhubung lebih baik.
  • Kecamatan Cilawu
    Desa Ngamplangsari, Ngamplang, Pasanggrahan, Cilawu, Karyamekar, Dayeuhmanggung, Sukatani, dan Sukamaju, yang bisa membawa turis lebih banyak.

Kabupaten Tasikmalaya: 17 Desa di Delapan Kecamatan

Di Kabupaten Tasikmalaya, tol akan menyusuri delapan kecamatan dengan 17 desa. Beberapa di Kecamatan Manonjaya akan terpengaruh di fase kedua, tapi yang berikut adalah prioritas sekarang:

  • Kecamatan Salawu
    Desa Sukahurip dan Neglasari, dengan potensi pengembangan pertanian.
  • Kecamatan Cigalontang
    Desa Kersamaju, Lengkongjaya, Nanggerang, Nangtang, Pusparaja, Sirnagalih, Sukamanah, Tanjungkarang, dan Tenjonagara, yang bisa meningkatkan akses ke pasar.
  • Kecamatan Padakembang
    Hanya Desa Cilampunghilir, fokus pada kompensasi warga.
  • Kecamatan Leuwisari
    Hanya Desa Arjasari, dengan harapan konektivitas yang lebih baik.
  • Kecamatan Singaparna
    Desa Sukaherang, Cintaraja, Cikunir, dan Cikadongdong, yang terkenal dengan kerajinan tangan.

Kota Tasikmalaya: 15 Kelurahan di Empat Kecamatan

Di Kota Tasikmalaya, tol akan melintasi empat kecamatan dengan 15 kelurahan. Titik akhir fase pertama adalah Kecamatan Kawalu, sehingga kompensasi untuk Cibeureum dan Tamansari akan ditangani nanti. Daftarnya:

  • Kecamatan Mangkubumi
    Kelurahan Karikil, Cigantang, dan Sambong Jaya, sebagai area perkotaan yang akan mendapat manfaat langsung.
  • Kecamatan Kawalu
    Kelurahan Gunung Tandala, Karang Anyar, Cilamajang, dan Karsamenak, dengan potensi pengembangan bisnis.
  • Kecamatan Cibeureum
    Kelurahan Ciherang dan Ciakar, fokus pada pemulihan sosial.
  • Kecamatan Tamansari
    Kelurahan Setia Mulya, Taman Jaya, Mulya Sari, Suka Hurip, Mugar Sari, dan Sumelap, yang bisa membawa inovasi urban.

Tol Getaci bukan hanya tentang membangun jalan; ia adalah investasi untuk masa depan. Dengan akses yang lebih mudah, daerah wisata seperti Garut dan Tasikmalaya bisa menarik lebih banyak pengunjung, menduk(***)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Timnas angkat trofi, atlet pecahkan rekor dunia: catatan olahraga Indonesia di 2 tahun era Prabowo

22 October 2026

Pesona Skyline Hong Kong: 5 Destinasi Terbaik, Ada yang Gratis!

22 October 2026

Deretan Bintang Dunia yang Diboikot karena Pro-Israel

22 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kartel narkoba gunakan drone tempur, keahlian perang Ukraina jadi sorotan

22 October 2026

Timnas angkat trofi, atlet pecahkan rekor dunia: catatan olahraga Indonesia di 2 tahun era Prabowo

22 October 2026

Pesona Skyline Hong Kong: 5 Destinasi Terbaik, Ada yang Gratis!

22 October 2026

Bonus Setengah Miliar untuk Ramadhipa Usai Gemparkan Moto3 Junior 2026

22 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?