Dunia digital dan media sosial saat ini telah mengubah lanskap industri hiburan secara drastis, di mana pengaruh dan suara seorang pesohor memiliki daya gedor yang luar biasa besar di mata publik global. Segala bentuk ekspresi, baik itu pandangan politik, afiliasi sosial, maupun sikap terhadap isu-kemanusiaan internasional, dapat dengan mudah memicu gelombang kritik masif yang pada akhirnya berdampak langsung pada kelangsungan karier serta citra profesional mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pesohor ternama dunia, mulai dari aktor Hollywood hingga musisi lintas generasi, kedapatan menghadapi kecaman tajam hingga gerakan boikot terorganisir dari netizen di berbagai belahan dunia. Menariknya, gelombang penolakan ini tidak hanya terjadi di kancah internasional, tetapi juga digaungkan secara masif oleh warganet di Indonesia yang turut memantau dan memberikan sanksi sosial terhadap proyek-proyek hiburan yang melibatkan figur publik tersebut.
Berikut adalah daftar pesohor dunia dan musisi internasional yang pernah terseret dalam pusaran kontroversi akibat sikap atau pernyataan mereka yang dikaitkan dengan konflik di Timur Tengah:
1. Gal Gadot

Sebagai salah satu aktris papan atas asal Israel yang berhasil menembus ketatnya persaingan industri perfilman Hollywood, Gal Gadot telah lama menjadi figur kontroversial yang sering kali menghadapi kecaman keras dari publik internasional. Latar belakang pribadinya yang pernah menjalani wajib militer sebagai bagian dari militer Israel, ditambah dengan berbagai pernyataan publiknya yang dinilai membela kebijakan negara tersebut, membuatnya kerap disasar oleh kampanye boikot global.
Dampak dari kontroversi ini sangat terasa pada proyek-proyek perfilman yang dibintanginya. Sebagai contoh, pada tahun 2024 lalu, ia sempat menghadapi gelombang seruan boikot yang masif terkait keterlibatannya dalam film live-action Snow White. Sentimen negatif publik ini diduga kuat menjadi salah satu faktor utama mengapa performa film tersebut di box office internasional mengalami kegagalan komersial yang cukup telak, bahkan dikabarkan menderita kerugian finansial hingga mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat.
2. Noah Schnapp

Nama aktor muda Noah Schnapp turut mencuat dalam daftar hitam netizen pada akhir tahun 2023 lalu. Kontroversi bermula ketika sebuah video beredar luas di dunia maya, memperlihatkan sang aktor bersama beberapa orang rekannya tengah memegang atribut berupa stiker dengan tulisan yang memuat narasi dukungan terhadap Israel. Tindakan tersebut langsung memicu kemarahan publik dunia maya, yang kemudian meluas menjadi seruan boikot terhadap serial populer Netflix, Stranger Things, yang melambungkan namanya.
Menyadari dampak buruk terhadap reputasinya, pada tahun 2024 Noah Schnapp akhirnya merilis sebuah pernyataan klarifikasi resmi melalui akun media sosialnya. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa pandangan serta tindakannya selama ini telah disalahpahami oleh publik. Menutup klarifikasinya, sang aktor menyampaikan harapan agar seluruh warga sipil yang terjebak dan terdampak oleh konflik bersenjata tersebut senantiasa diberikan keselamatan serta perlindungan.
3. Brett Gelman

Tidak hanya Noah Schnapp, rekan sesama pemeran dalam serial Stranger Things, Brett Gelman, juga tidak luput dari sasaran kemarahan publik akibat sikap kontroversialnya. Gelman secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Noah Schnapp, sekaligus melontarkan kritik pedas kepada sejumlah rekan seprofesinya di industri hiburan yang menyuarakan simpati terhadap Palestina atau mengkritik tindakan militer Israel.
Sikap konfrontatif ini mendatangkan konsekuensi nyata pada tahun 2024. Sebuah toko buku independen di Amerika Serikat memutuskan untuk secara sepihak membatalkan acara jumpa penggemar dan penandatanganan buku yang dijadwalkan menghadirkan sang aktor. Pihak manajemen toko buku beralasan bahwa mereka tidak mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan yang memadai bagi para pengunjung di tengah memanasnya situasi dan potensi protes publik.
4. Amy Schumer

Komedian sekaligus aktris terkenal Amy Schumer juga sempat menjadi pusat perhatian dan sasaran empuk kemarahan warganet setelah ia secara terbuka melontarkan kecaman keras terhadap serangan yang dilancarkan oleh Hamas. Akibat pernyataannya itu, Schumer dikabarkan menerima gelombang serangan siber di berbagai platform media sosialnya hingga membuatnya terpaksa menutup kolom komentar pada akun Instagram pribadinya.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan majalah Variety, bintang film Snatched tersebut mencoba memberikan klarifikasi atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa niat utamanya saat itu adalah semata-mata membela komunitas Yahudi serta mendesak agar para sandera segera dibebaskan tanpa syarat. Kendati demikian, ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak serta-merta membenarkan segala bentuk tindakan militer Israel yang membombardir wilayah padat penduduk di Gaza di tengah kecamuk perang tersebut.
5. Pink

Penyanyi pop rock kenamaan dunia, Pink, menjadi salah satu figur publik Hollywood yang baru-baru ini menuai gelombang hujatan dari warganet global. Pada bulan September lalu, ia mendadak disorot tajam setelah kedapatan membagikan ulang sebuah unggahan dari akun media sosial StopAntisemitism. Unggahan tersebut secara spesifik mengecam pernyataan pro-Palestina yang disampaikan oleh musisi Macklemore di sela-sela konsernya bersama Ed Sheeran, bahkan menyerukan agar Macklemore didepak dari rangkaian tur konser tersebut.
Melihat reaksi keras dari para penggemarnya dan publik luas, pelantun lagu So What ini tidak tinggal diam. Ia kemudian mengunggah sebuah klarifikasi panjang lebar untuk meredakan situasi. Dalam pesannya, Pink menjelaskan bahwa tindakan membagikan ulang unggahan tersebut sama sekali tidak merepresentasikan keseluruhan niat dan pandangannya secara utuh, serta menegaskan keyakinannya bahwa masyarakat Palestina juga berhak mendapatkan masa depan yang layak dan manusiawi.
6. Andrea Bocelli

Kontroversi tidak hanya melanda para bintang perfilman dan musisi pop barat, tetapi juga merembet hingga ranah musisi klassik senior. Baru-baru ini, rencana kedatangan musisi asal Italia, Andrea Bocelli, ke Indonesia untuk menggelar konsernya mendapati penolakan dan kecaman keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penolakan ini didasari oleh rekam jejak sang maestro yang dinilai pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk mendukung militer Israel pada tahun 2010 silam.
MUI bersama sejumlah elemen masyarakat mendesak pihak promotor untuk segera membatalkan agenda konser tersebut sebagai bentuk keberpihakan moral terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Berdasarkan jadwal awal, rangkaian konser megah Andrea Bocelli ini rencananya akan dilangsungkan di kawasan Candi Borobudur dan ibu kota Jakarta.
7. Israel Houghton

Selain Andrea Bocelli, musisi musik rohani atau gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton, juga harus menghadapi penolakan serupa terkait rencana kedatangannya untuk menggelar konser di Jakarta. Penolakan ini muncul setelah rekam jejak digital sang musisi menunjukkan bahwa ia pernah secara terbuka menyatakan dukungan dengan kalimat “I stand with Israel” pada tahun 2023 lalu.
Mengingat tingginya sensitivitas isu tersebut di tengah masyarakat Indonesia, pihak berwenang akhirnya mengambil langkah tegas dengan menyatakan tidak akan memberikan perizinan resmi untuk penyelenggaraan konser bertajuk Til The Whole World Knows Tour tersebut dengan pertimbangan utama demi menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Kasus-kasus di atas membuktikan bahwa batasan antara kehidupan profesional seorang seniman dan pandangan pribadinya mengenai isu geopolitik kini semakin kabur. Sikap dan pernyataan yang diambil oleh para figur publik ini terbukti mampu memberikan dampak signifikan terhadap reputasi jangka panjang serta kelangsungan karier mereka di panggung hiburan internasional.



