Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • Pertamina dan AS Perkuat Kemitraan Energi, Bahas Impor Minyak Mentah
  • Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial
  • Jogja Hari Ini: Tersangka Baru Segera Ditetapkan
  • Spalletti Minta 6-7 Pemain Baru untuk Juventus Jelang Target Man Utd
  • Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya
  • Trump-Xi Jinping bertemu pekan ini, apa yang akan dibahas?
  • Daftar Emitter Pemegang Dividen 11–15 Mei 2026
  • 5 Film Horor Tersembunyi Bergaya Stephen King yang Membuatmu Merinding!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Warga Cimanggu Bangun Jembatan Darurat dari Batang Kelapa karena Pemerintah Tak Perbaiki
Nasional

Warga Cimanggu Bangun Jembatan Darurat dari Batang Kelapa karena Pemerintah Tak Perbaiki

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Warga Cimanggu Membuat Jembatan Sementara dari Batang Kelapa

Di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, sejumlah warga mengambil inisiatif untuk membuat jembatan sementara menggunakan batang kelapa. Tindakan ini dilakukan setelah jembatan utama yang menjadi akses penghubung tiga desa di wilayah tersebut ambruk akibat dilalui kendaraan truk pengangkut kayu.

Jembatan yang menghubungkan Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang, ambruk pada Minggu (7/12/2025). Sejak saat itu, warga terisolasi dan kesulitan dalam beraktivitas sehari-hari. Dengan kondisi ini, warga memutuskan untuk membuat jembatan sementara agar dapat melintasi area tersebut.

Nasron, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa jembatan sementara dibuat dari batang kelapa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah belum juga memperbaiki jembatan yang rusak selama lebih dari seminggu.

“Kemarin buat jembatan untuk sepeda motor, supaya ada akses warga bisa nyebrang,” ujarnya.

Selain itu, Nasron juga menyebutkan bahwa Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, telah datang meninjau lokasi jembatan yang ambruk. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ini mendapat perhatian dari pihak pemerintah.

Proses Perbaikan Jembatan oleh DPUPR Pandeglang

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses pengiriman bahan material untuk perbaikan jembatan. Namun, pengiriman membutuhkan waktu sekitar dua hari.

“Andaikan saat ini proses mobilisasi jembatan dulu, karena itemnya itu banyak,” katanya.

Andrian juga menyebutkan bahwa DPUPR Pandeglang menerima pinjaman jembatan bailey atau jembatan besi dari DPUPR Provinsi Banten. Akan tetapi, keterbatasan tenaga ahli menjadi kendala dalam proses pembuatan jembatan tersebut.

“Jembatan ini kewenangan kabupaten, cuman kabupaten sendiri kesulitan dari sisi ketersediaan jembatan bailey dan SDM yang bisa merangkai jembatan,” ujarnya.

Tim Teknis akan Tiba Pada 20 Desember

Menurut Andrian, tim teknis untuk membuat jembatan akan tiba di lokasi pada tanggal 20 Desember. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar dalam menunggu proses perbaikan.

“Iyah mereka terisolir, cuman kita juga gak asal-asalan, kalau kita pasang (jembatan) terus kalau jembatannya rusak, lagi kan nanti malah tambah runyam. Mangkanya perlu tenaga ahli, keterbatasan juga di Pandeglang, jadi bukan rahasia umum, dan kedepan mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi kalau ada hal urgent,” tandasnya.

Penutup

Meski jembatan sementara telah dibuat oleh warga, proses perbaikan jembatan permanen masih memerlukan waktu. Dengan keterbatasan sumber daya dan tenaga ahli, pihak pemerintah berusaha memastikan bahwa perbaikan dilakukan dengan tepat dan aman.

Warga diharapkan tetap sabar dan mematuhi aturan yang diberlakukan selama proses perbaikan berlangsung. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dipegang bahwa jembatan yang rusak akan segera diperbaiki dan dapat digunakan kembali sebagai akses utama bagi penduduk setempat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial

17 Mei 2026

Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya

17 Mei 2026

Jogja Hari Ini: Tersangka Baru Segera Ditetapkan

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pertamina dan AS Perkuat Kemitraan Energi, Bahas Impor Minyak Mentah

17 Mei 2026

Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial

17 Mei 2026

Jogja Hari Ini: Tersangka Baru Segera Ditetapkan

17 Mei 2026

Spalletti Minta 6-7 Pemain Baru untuk Juventus Jelang Target Man Utd

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?