Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 23 April 2026
Trending
  • 50 kutipan penutup presentasi yang menarik dan mengesankan
  • Kapal Induk USS George HW Bush Tempuh Rute 1,5 Kali Lebih Panjang ke Teluk untuk Hindari Ancaman Houthi?
  • Kalender 2026: Liburan Akhir Pekan di Mei, Catat 4 Momennya
  • Profil AKP Haris Wicaksono, Kapolsek Banjarmasin Tengah yang Membangun Citra Polisi Melalui Anak-Anak
  • 50 Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 Penuh Makna untuk Media Sosial
  • Harga HP Vivo Terbaru 2026: X300 Pro, X200 Ultra, V50, V60 Lite
  • Jadwal Lengkap Yamaha Cup Race 2026
  • Galeri seni populer di Bandung, tempat instagenik!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Venezuela Heboh, Ini Dampaknya pada Ekspor Mobil Toyota
Otomotif

Venezuela Heboh, Ini Dampaknya pada Ekspor Mobil Toyota

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perhatian Toyota terhadap Gejolak Politik di Venezuela

Peristiwa politik yang terjadi di Venezuela akhir-akhir ini menarik perhatian perusahaan otomotif ternama, Toyota. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi ekspor kendaraan Toyota ke negara tersebut, termasuk masalah logistik dan rantai pasok.

Toyota sedang memantau dampak geopolitik Venezuela terhadap operasional bisnisnya, khususnya dalam hal ekspor mobil. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan bahwa hingga saat ini komunikasi dengan pihak Venezuela masih berjalan normal.

“Tapi so far, sampai dengan kemarin, kami sudah komunikasi dengan Venezuela, everything oke,” ujar Nandi di Bandung, Kamis (8/1/2026). Ia juga menyebutkan bahwa isu utama yang perlu diperhatikan adalah kebijakan impor suatu negara.

Menurut Nandi, tantangan yang perlu dicermati ke depan bukan hanya kondisi politik di Venezuela, melainkan juga kebijakan perdagangan yang dapat berubah seiring dinamika global. Dalam situasi seperti ini, perusahaan harus siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azzam, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak geopolitik terhadap rantai pasok dan logistik industri otomotif. Menurutnya, perkembangan geopolitik ini yang harus kita waspadai karena terkait dengan supply chain dan logistik.

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil, biaya logistik berpotensi meningkat signifikan. Contoh yang disampaikan oleh Bob adalah krisis di Timur Tengah yang sebelumnya mengganggu jalur pelayaran global. “Biasanya, kalau ada gonjang ganjing, biaya logistik itu akan naik, ya. Seperti waktu krisis Timur Tengah sehingga tidak bisa menggunakan terusan Suez, sehingga arus logistik itu memutar sampai ke Tanjung Harapan. Itu juga membuat harga logistik menjadi dua kali itu lebih mahal,” katanya.

Selain logistik, Bob juga menyoroti ketergantungan industri otomotif global terhadap rantai pasok lintas negara. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi industri yang bisa berdiri sendiri tanpa dukungan negara lain, termasuk pada sektor otomotif.

Ia memberi contoh material kritis pada baterai kendaraan elektrifikasi yang berasal dari berbagai negara di dunia, mulai dari China, Ukraina, kawasan ASEAN, hingga Amerika Selatan. “Jadi, sekali terjadi ketegangan, arus barang itu terganggu, otomatis supply chain juga akan terganggu. Jadi, itu yang harus kita perhatikan.”

Bob menambahkan bahwa industri otomotif sejatinya dirancang untuk perdagangan multilateral. Namun, kondisi dunia yang semakin terfragmentasi berpotensi memengaruhi kelancaran logistik dan rantai pasok global. “Apalagi model-model yang terbaru, elektrifikasi, itu banyak menggunakan material-material seperti magnetik, baterai, yang terus terang kita masih banyak bergantung kepada impor, itu yang harus kita waspadai,” tutupnya.

Data Ekspor Toyota ke Venezuela

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari-November 2025 Toyota telah mengirimkan ribuan unit mobil ke Venezuela. Pada periode tersebut, Toyota mengirimkan dua model yakni Yaris Cross dan Wigo.

Yaris Cross tersalurkan sebanyak 1.008 unit ke Venezuela, sedangkan Wigo mencapai 5.971 unit. Dengan demikian, ekspor mobil Toyota ke Venezuela tercatat cukup tinggi, meskipun situasi politik di sana tetap menjadi perhatian serius bagi perusahaan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Lengkap Yamaha Cup Race 2026

23 April 2026

Live Trans7 Sore Hari, Jadwal Moto3 MotoGP Spanyol 2026 Pukul 16.00 WIB, Ujian Veda Ega Pratama?

23 April 2026

Kenyamanan Naik Maxus Mifa9, Seperti Jadi CEO

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 kutipan penutup presentasi yang menarik dan mengesankan

23 April 2026

Kapal Induk USS George HW Bush Tempuh Rute 1,5 Kali Lebih Panjang ke Teluk untuk Hindari Ancaman Houthi?

23 April 2026

Kalender 2026: Liburan Akhir Pekan di Mei, Catat 4 Momennya

23 April 2026

Profil AKP Haris Wicaksono, Kapolsek Banjarmasin Tengah yang Membangun Citra Polisi Melalui Anak-Anak

23 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?