Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi
  • 3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang
  • Rusdi Masse Bergabung dengan PSI, Mulai Kuasai Basis Lama NasDem di Ajatappareng
  • Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir
  • Polda Bengkulu Tanggapi Tuduhan Kriminalisasi ART Refpin yang Cubit Anak Anggota DPRD
  • THR Dikenakan Pajak, Buruh Minta Perusahaan Beri Keadilan
  • Permainan Kecil, Makna Besar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Valas Komoditas 2026: CAD dan AUD Lebih Kuat daripada NZD
Ekonomi

Valas Komoditas 2026: CAD dan AUD Lebih Kuat daripada NZD

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pergerakan Mata Uang Berbasis Komoditas pada 2026

Pergerakan mata uang berbasis komoditas diharapkan tetap variatif sepanjang tahun 2026. Hal ini dipengaruhi oleh tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan perbedaan kinerja harga komoditas global. Dalam situasi tersebut, dolar Kanada (CAD) dan dolar Australia (AUD) dinilai lebih stabil dibandingkan dolar Selandia Baru (NZD).

Berdasarkan data dari Trading Economics pada Minggu (11/1/2026) pukul 14.30 WIB, pasangan AUD/USD berada di level 0,67 atau menguat 0,19% secara bulanan dan naik 0,23% secara year to date (YTD). Sementara itu, NZD/USD tercatat di level 0,57 atau melemah 1,43% secara bulanan dan turun 0,40% secara YTD. Adapun USD/CAD berada di level 1,39 atau naik 0,87% secara bulanan dan 1,40% secara YTD.

Faktor Pendorong Kekuatan CAD dan AUD

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan CAD dan AUD didukung oleh solidnya harga komoditas keras, khususnya logam industri. Sebaliknya, komoditas lembut sedang dalam tren penurunan, yang memberi tekanan pada NZD.

“Permintaan komoditas keras seperti logam industri masih kuat, sementara komoditas lembut lebih dipengaruhi faktor cuaca dan hasil panen yang tidak menentu. Karena itu, CAD dan AUD relatif lebih solid, sedangkan NZD cenderung lebih fluktuatif,” ujar Lukman.

Ia menambahkan bahwa tingginya permintaan logam industri didorong oleh berbagai tren global, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pembangunan pembangkit listrik, serta pertumbuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sementara itu, harga komoditas lembut lebih rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem, sehingga berdampak negatif terhadap kinerja NZD.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Pergerakan Mata Uang

Selain faktor komoditas, sentimen global lain yang turut memengaruhi pergerakan mata uang berbasis komoditas sepanjang 2026 antara lain arah kebijakan suku bunga The Fed, dinamika geopolitik, serta laju pertumbuhan ekonomi global. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan valas komoditas cenderung selektif dan volatil.

Prospek CAD dan AUD di Tahun 2026

Dari sisi prospek, Lukman menilai CAD dan AUD masih berpeluang bertahan relatif kuat sepanjang 2026, meski tetap dibayangi sejumlah risiko. Khusus CAD, ketidakpastian dinilai lebih besar mengingat eratnya keterkaitan ekonomi Kanada dengan Amerika Serikat.

“Ekspor energi Kanada sangat besar. Jika harga energi turun, CAD berpotensi tertekan. Selain itu, dinamika ekonomi dan kebijakan AS juga akan sangat memengaruhi pergerakannya,” jelasnya.

Sementara itu, NZD diperkirakan tetap bergerak fluktuatif seiring tekanan pada harga komoditas lembut dan sensitivitas tinggi terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi global.

Proyeksi Pergerakan Pasangan Mata Uang

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Lukman memproyeksikan AUD/USD berpeluang menguat hingga mendekati level 0,70 sepanjang 2026. Adapun USD/CAD diperkirakan bergerak di kisaran 1,38–1,40 per dolar AS, sementara NZD/USD diproyeksikan berada di rentang 0,56–0,60 sepanjang tahun ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026

Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir

19 Maret 2026

KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi

19 Maret 2026

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026

Rusdi Masse Bergabung dengan PSI, Mulai Kuasai Basis Lama NasDem di Ajatappareng

19 Maret 2026

Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?