Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 31 Mei 2026
Trending
  • Cara pintar memilih produk berkualitas tanpa sia-sia
  • Ulasan Film Anak-Anak Surga Indonesia, Sedihnya Masih Sama
  • Merah Honda Prelude Jadi Pilihan Utama Konsumen Indonesia
  • Bocor! HP Baru 2026 dengan AI Canggih Menggebrak Pasar Global
  • 4 resep sate lezat yang empuk dan menggugah selera
  • Woodyrman, Selebgram Brunei Jadi Tersangka Pembunuhan di Blok M
  • Panduan Pembagian Daging Kurban Sesuai Syariat
  • Prediksi Skor LDU Quito vs Always Ready, Statistik Head-to-Head di Liga Champions CONMEBOL 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Ulasan Film Anak-Anak Surga Indonesia, Sedihnya Masih Sama
Hiburan

Ulasan Film Anak-Anak Surga Indonesia, Sedihnya Masih Sama

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Menonton Film Children of Heaven yang Mengharukan

Saya tidak pernah membayangkan bahwa air mata akan keluar ketika menonton film Children of Heaven dalam rangkaian acara press screening yang berlangsung di studio MD Palace, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Sebagai penonton milenial yang pernah menyaksikan versi orisinalnya saat kecil, awalnya saya merasa tidak akan sedih karena sudah tahu jalan ceritanya. Namun ternyata, kisah pilu yang disuguhkan tetap berhasil membuat dada sesak. Terlebih lagi, film ini dibungkus dengan nuansa lokal era 80-an yang terasa autentik dan begitu dekat.

Di balik rasa nyesek tersebut, ada juga perasaan patah hati yang muncul sebagai penonton yang kini telah bertumbuh dewasa. Perspektif tersebut membuat cerita Children of Heaven versi Indonesia terasa berbeda.

Sinopsis Film Children of Heaven (2026)

Diadaptasi dari film Iran legendaris tahun 1997, Children of Heaven versi Indonesia karya sutradara Hanung Bramantyo membawa kisah haru tentang perjuangan dua kakak beradik bernama Ali dan Zahra. Lahir dari keluarga yang hidup dalam keterbatasan, keduanya harus bergantian memakai sepasang sepatu milik Ali agar tetap bisa bersekolah usai sepatu milik Zahra hilang.

Demi menutupi kejadian tersebut dari orangtua mereka yang sedang kesulitan ekonomi, Ali dan Zahra menjalani hari-hari penuh perjuangan. Zahra memakai sepatu tersebut untuk sekolah di pagi hari, lalu Ali harus berlari mengejar waktu agar bisa memakainya saat masuk sekolah siang.

Detail Film Children of Heaven

  • Judul Film: Children of Heaven
  • Rating: 4.6/5
  • Negara: Indonesia
  • Sutradara: Hanung Bramantyo
  • Produser: Manoj Punjabi
  • Penulis: Hanan Novianti dan Oka Aurora
  • Usia Penonton: SU (Semua Usia)
  • Genre: Drama, Keluarga
  • Durasi: 97 menit
  • Tanggal Rilis: 27-05-2026
  • Tema: Pengorbanan dan kejujuran
  • Produser: MD Pictures
  • Tempat Menonton: XXI, CGV, Cinepolis
  • Pemeran: Jared Ali, Humaira Jahra, Andri Mashadi, Faradina Mufti
  • Tanggal Rilis Trailer: 04-03-2026




Potret Kehidupan Keluarga dan Anak-Anak yang Dewasa Sebelum Waktunya

Menurut saya, film Children of Heaven versi Indonesia langsung terasa emosional sejak babak awal. Berlatar di Semarang tahun 1988, film ini memperlihatkan kehidupan keluarga kecil dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Dari awal cerita, penonton diajak untuk melihat bagaimana seorang anak memilih untuk memendam masalahnya sendiri karena gak ingin menambah beban orangtua.

Di situlah rasa nyesek dari hati saya muncul. Sebagai penonton dewasa, rasanya ironis melihat anak kecil harus belajar memahami keadaan keluarga sebelum benar-benar menikmati masa kecilnya. Film ini juga menggambarkan pola pengasuhan era dulu yang keras dan minim komunikasi. Alhasil, ada perasaan patah hati juga yang muncul di benak saya. Kendati demikian, film ini tidak benar-benar menjadikan orangtua sebagai tokoh jahat. Kondisi ekonomi yang berat membuat semua anggota keluarga sama-sama tertekan dan akhirnya saling memendam perasaan.

Hubungan di antara kakak dan adik di film ini pun menjadi pusat emosinya. Perasaan saling menjaga di tengah keterbatasan membuat hati saya terasa hangat dan sangat tersentuh.

Nuansa Era 80-an yang Autentik dan Penuh Nostalgia

Salah satu kekuatan terbesar film ini ada pada detail era 80-an yang terasa hidup. Mulai dari suasana sekolah, ruang kelas dengan papan tulis kapur, seragam khas tempo dulu, hingga lingkungan kampung yang sederhana sukses membangkitkan nostalgia. Semua detail kecil tersebut digambarkan secara natural dan gak terasa dibuat berlebihan.

Selain itu, detail visual film ini, seperti spanduk jalanan, lingkungan kampung, sampai properti rumah terasa digarap dengan serius sehingga atmosfer tahun 80-an benar-benar terasa autentik. Jadinya, bukan sekadar menampilkan latar masa lalu, film ini juga menghidupkan memori kolektif tentang kehidupan sederhana di masa tersebut.

Akting para pemain film ini juga menjadi salah satu nilai plus. Berperan sebagai Ali dan Zahra, Jared Ali dan Humaira Jahra membawakan emosi karakter mereka dengan natural. Interaksi keduanya terasa hangat dan tulus sehingga penonton bisa ikut merasakan hubungan kakak-adik yang menjadi pusat cerita film ini.

Di sisi lain, dialog penuh pantun oleh Muhadkly Acho juga memberi warna tersendiri, lho. Komedi yang muncul memang tipis-tipis, tetapi menurut saya cukup efektif menjadi penyeimbang di tengah cerita yang berat. Kolaborasi Dodit Mulyanto dan Acho bahkan jadi salah satu momen paling menghibur karena berhasil membuat satu studio tertawa saat itu.

Adegan Lomba Maraton Jadi Puncak Emosi Film

Adegan lomba lari maraton pun menjadi klimaks paling emosional di film ini. Seperti yang telah ditampilkan di trailer, Ali rela berjuang mati-matian demi bisa mendapatkan juara tiga karena hadiah sepatu yang ingin diberikan kepada Zahra. Namun ternyata, selain ambisi Ali, ada banyak sekali adegan emosional yang terselip di sini, terutama terkait peran dan kehadiran orangtua, yang membuat saya merasa nyesek hingga menitikkan air mata.

Terlepas dari hal tersebut, adegan lomba lari maraton ini juga ditangkap dengan visual yang megah. Shot kerumunan anak-anak yang begitu ramai terlihat detail dan rapi, sementara sinematografi saat Ali berlari terasa indah sekaligus emosional. Bahkan, visual alam yang ditampilkan membuat momen perlombaan terasa semakin dramatis tanpa kehilangan sisi hangatnya.

Namun, entah kenapa, saya merasa ending film Children of Heaven ini terasa agak terburu-buru karena tidak ada adegan yang benar-benar memperlihatkan bagaimana perjuangan Ali akhirnya tersampaikan kepada orang-orang di sekitarnya. Kendati demikian, film ini sangat layak untuk disaksikan sebagai tontonan yang hangat, namun juga penuh makna tentang keluarga, pengorbanan, serta kasih sayang yang tulus antara kakak dan adik.

Film ini juga diiringi original soundtrack berjudul “Mimpi Jadi Nyata” yang dibawakan oleh Restu Van Houten. Lagu tersebut pun semakin memperkuat nuansa emosional dalam film ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Profil dan Kekayaan Ino Darsono, Wakil Bupati Pangandaran yang Nilainya Rp 20,8 M, Bertemu Jokowi

30 Mei 2026

16 Film dan Drama Choi Siwon yang Wajib Ditonton

30 Mei 2026

Tiga Kali Nonton Film Pesta Babi, Pendeta HKBP Daniel Harahap Buka Akar Masalah Papua

30 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cara pintar memilih produk berkualitas tanpa sia-sia

31 Mei 2026

Ulasan Film Anak-Anak Surga Indonesia, Sedihnya Masih Sama

31 Mei 2026

Merah Honda Prelude Jadi Pilihan Utama Konsumen Indonesia

31 Mei 2026

Bocor! HP Baru 2026 dengan AI Canggih Menggebrak Pasar Global

31 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?