Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 1 Agustus 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ukraina Waspadai Serangan Besar Rusia, Zelenskyy Umumkan Kekhawatiran
Nasional

Ukraina Waspadai Serangan Besar Rusia, Zelenskyy Umumkan Kekhawatiran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juli 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden Ukraina Mengungkap Persiapan Serangan Besar oleh Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa Rusia diduga sedang mempersiapkan serangan besar terhadap wilayah Ukraina. Informasi ini diperoleh melalui intelijen yang diterima pemerintah Kyiv. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut sangat mengkhawatirkan dan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera mencari tempat perlindungan jika terjadi serangan.

Zelenskyy juga menilai bahwa pembatasan pasokan bahan baku ke Rusia penting dalam melemahkan kemampuan militer negara tersebut. Menurutnya, pelemahan ekonomi Rusia akan berdampak pada penurunan intensitas serangan terhadap Ukraina. Dalam konferensi pers di Dublin, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan segera kembali ke Ukraina bersama timnya untuk memantau perkembangan situasi secara langsung.

“Kami menerima informasi yang sangat mengkhawatirkan mengenai persiapan serangan besar-besaran Rusia. Setelah konferensi pers ini, saya akan segera kembali ke Ukraina bersama tim saya,” ujar Zelenskyy.

Ia juga mengajak masyarakat Ukraina untuk tetap waspada dan selalu mengikuti prosedur keselamatan apabila terjadi serangan. “Saya mendesak rakyat kami untuk sangat berhati-hati, melindungi diri sendiri, anak-anak, dan keluarga, serta memanfaatkan tempat perlindungan. Ini sangat penting,” katanya.

Pembatasan Pasokan Bahan Baku untuk Melemahkan Rusia

Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy menyoroti pentingnya pembatasan pasokan bahan baku ke Rusia. Menurutnya, setiap bahan mentah yang masih dapat diakses Moskow berpotensi digunakan untuk mendukung operasi militer mereka di Ukraina. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin yang disebut turut memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

“Kita melihat secara langsung bahwa ketika ekonomi Rusia melemah, kemampuan mereka untuk melancarkan serangan besar juga ikut menurun. Dampaknya kemudian terlihat pada berkurangnya jumlah korban di Ukraina,” tutur Zelenskyy.

Harapan Ukraina untuk Dukungan dari Polandia dan Hongaria

Presiden Ukraina juga berharap Polandia dan Hongaria mendukung langkah negaranya untuk membuka seluruh kelompok negosiasi dalam proses aksesi ke Uni Eropa (UE), meski hubungan dengan kedua negara masih diwarnai sejumlah perbedaan pandangan. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa untuk melanjutkan pembahasan aksesi, meskipun negara itu masih menghadapi perang dengan Rusia.

Ia menyatakan optimistis seluruh negara anggota UE akan mematuhi aturan yang telah disepakati dan memberikan dukungan terhadap proses integrasi Ukraina. “Terlepas dari Orbán dan hal-hal lainnya, kami telah melakukan segalanya. Saya berharap pemerintah Hongaria dan Polandia akan mendukung proses ini,” kata Zelenskyy.

Korban Perang Rusia-Ukraina Tembus 2 Juta

Invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 diperkirakan telah menimbulkan lebih dari 2 juta korban militer, baik tewas, terluka, maupun hilang. Angka tersebut diungkap Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Rabu.

CSIS memperkirakan Rusia mengalami sekitar 1,4 juta korban, terdiri atas 400.000 hingga 450.000 tentara yang tewas, sementara sisanya mengalami luka-luka atau hilang. Di pihak Ukraina, jumlah korban diperkirakan mencapai 525.000 hingga 625.000 personel, dengan korban tewas antara 125.000 hingga 150.000 orang.

Serangan Drone ke Kyiv

Pasukan Rusia kembali melancarkan serangan drone ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Rabu malam. Serangan tersebut memicu kebakaran di sebuah hotel di pusat kota dan menyebabkan sedikitnya lima orang terluka. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan kebakaran terjadi di atap hotel yang berada di Jalan Shevchenko, salah satu ruas utama di pusat kota.

“Layanan darurat telah dikirim ke lokasi kejadian,” kata Klitschko melalui Telegram. Selain kebakaran, pecahan drone juga dilaporkan jatuh di kawasan pusat kota dan distrik timur laut Kyiv.

Impor Bensin dari India

Rusia mulai mengimpor bensin melalui jalur laut dari India untuk mengatasi kekurangan pasokan bahan bakar akibat serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia. Mengutip dua sumber industri, Reuters melaporkan sedikitnya 60.000 metrik ton bensin telah dikirim dari India ke Rusia. Salah satu sumber menyebut dua kapal tanker telah diberangkatkan, masing-masing membawa sekitar 30.000 hingga 40.000 ton bensin.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Ukraina kembali menyerang kilang minyak utama Rusia di Ufa, Bashkortostan, untuk kedua kalinya dalam sepekan. Serangan tersebut menjadi bagian dari upaya Ukraina untuk melemahkan kemampuan logistik dan pasokan energi Rusia.

Tersangka Sabotase Pipa Gas Nord Stream

Jaksa federal Jerman mengajukan dakwaan terhadap seorang pria yang diduga terlibat dalam sabotase pipa gas Nord Stream pada 2022. Menurut media Jerman, tersangka merupakan warga negara Ukraina yang diduga memimpin tim pelaku peledakan pipa gas yang menghubungkan Rusia dengan Eropa. Pria itu sebelumnya ditangkap di Italia pada musim panas 2025 sebelum diekstradisi ke Jerman pada November tahun yang sama.

Pemerintah Ukraina membantah mengetahui rencana sabotase tersebut. “Pemerintah kami tidak mengetahui apa pun mengenai rencana peledakan pipa tersebut,” kata Zelenskyy.

Ekspor Senjata oleh Industri Pertahanan Ukraina

Pemerintah Ukraina mengumumkan kebijakan baru yang mengizinkan produsen senjata dalam negeri mengekspor produk pertahanan ke luar negeri. Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan sebagian pendapatan ekspor akan dialokasikan untuk memperkuat dana pertahanan nasional.

“Produsen senjata Ukraina akan dapat mengekspor produk dan komponen di bawah kerangka kerja baru,” tulis Svyrydenko melalui akun X. Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengenakan pajak sebesar 20 persen untuk ekspor produk pertahanan jadi dan 30 persen untuk komponen. Ia menegaskan perusahaan hanya dapat melakukan ekspor apabila mampu memenuhi kebutuhan militer Ukraina sekaligus memenuhi kontrak luar negeri.

Latar Belakang Perang Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina yang meletus pada 24 Februari 2022 merupakan puncak dari ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak Ukraina merdeka dari Uni Soviet pada 1991. Sejak kemerdekaan tersebut, hubungan Moskow dan Kyiv kerap diwarnai perselisihan akibat perbedaan kepentingan di bidang politik, keamanan, serta orientasi kebijakan luar negeri masing-masing.

Salah satu faktor yang memperburuk hubungan kedua negara adalah semakin dekatnya Ukraina dengan negara-negara Barat, termasuk keinginannya untuk bergabung dengan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Rusia memandang langkah itu sebagai ancaman terhadap keamanan nasional karena dinilai dapat memperluas pengaruh NATO hingga ke kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayahnya.

Ketegangan meningkat tajam pada 2014 setelah terjadi pergantian pemerintahan di Ukraina. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, sementara konflik bersenjata juga pecah di wilayah Donetsk dan Luhansk di bagian timur Ukraina. Berbagai upaya diplomatik melalui perundingan dan kesepakatan damai sempat ditempuh untuk meredakan konflik. Namun, seluruh inisiatif tersebut belum mampu menyelesaikan akar persoalan yang menjadi sumber perselisihan kedua negara.

Situasi akhirnya mencapai titik puncak pada Februari 2022 ketika Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran ke wilayah Ukraina. Moskow menyatakan operasi itu bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia serta mencegah perluasan keanggotaan NATO ke Ukraina. Sebaliknya, pemerintah Ukraina bersama negara-negara Barat menilai tindakan Rusia sebagai bentuk invasi terhadap negara yang berdaulat dan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Sejak pecahnya perang, Ukraina mendapat dukungan luas dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa dalam bentuk bantuan militer, ekonomi, keuangan, dan politik. Di sisi lain, Rusia menghadapi berbagai sanksi internasional yang menyasar sektor perbankan, energi, perdagangan, teknologi, hingga industri strategis sebagai respons atas invasi tersebut.

Konflik yang masih berlangsung hingga kini juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian global, mulai dari terganggunya rantai pasok energi dan pangan hingga meningkatnya ketidakpastian ekonomi di berbagai negara. Berbagai upaya diplomasi untuk mengakhiri perang terus dilakukan, tetapi hingga saat ini belum membuahkan hasil karena kedua pihak masih bertahan pada posisi masing-masing di tengah dinamika geopolitik internasional yang semakin rumit.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?