Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Tidak Ada Kata Mundur, Iran Menolak Gencatan Senjata: Perlawanan Berlanjut Hingga AS-Israel Pergi
    Politik

    Tidak Ada Kata Mundur, Iran Menolak Gencatan Senjata: Perlawanan Berlanjut Hingga AS-Israel Pergi

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Iran Tegaskan Tidak Akan Berhenti Berperang Sebelum Perdamaian Sepenuhnya Terwujud

    Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Iran secara tegas menolak seruan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pemerintah di Teheran menyatakan bahwa perlawanan akan terus berlanjut selama ancaman terhadap negaranya masih ada dan perang belum benar-benar berakhir secara permanen.

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan perlawanan sebelum tercapai penghentian perang yang benar-benar menyeluruh. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Iran untuk melindungi rakyat serta menjaga keamanan nasional di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas.

    Dalam wawancara eksklusif dengan program “Meet the Press” di NBC News, Araghchi melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai kedua negara tersebut telah melakukan pelanggaran kemanusiaan serius dalam operasi militer mereka.

    “AS dan Israel membunuh rakyat kami, mereka membunuh siswi-siswi, Anda tahu, mereka menyerang rumah sakit,” kata Araghchi. Ia juga menuding bahwa kedua negara tersebut telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai untuk mengakhiri perang singkat selama 12 hari pada tahun lalu. Menurutnya, pelanggaran itulah yang membuat kepercayaan terhadap upaya gencatan senjata kembali runtuh.

    Araghchi pun menyatakan pesimisme terhadap kemungkinan tercapainya gencatan senjata dalam konflik yang sedang berlangsung saat ini.

    “Perang ini harus diakhiri secara permanen. Kecuali kita mencapai hal itu, saya pikir kita perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kita,” ujarnya.

    Isu Kerja Sama Intelijen Iran dan Rusia

    Di tengah memanasnya konflik, muncul pula laporan yang menyinggung kemungkinan kerja sama intelijen antara Iran dan Rusia. Pada Jumat (6/3/2026), empat sumber yang berbicara kepada NBC News mengungkapkan bahwa Rusia disebut memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai lokasi pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut bahkan diklaim mencakup data yang berpotensi membantu Iran melacak keberadaan kapal perang AS di wilayah tersebut.

    Menanggapi laporan tersebut, Araghchi tidak secara langsung membantah adanya kerja sama dengan Moskwa. Namun, ia menegaskan bahwa hubungan antara Iran dan Rusia bukanlah sesuatu yang baru ataupun rahasia.

    “Itu bukan rahasia. Mereka membantu kami dalam berbagai hal. Saya tidak memiliki informasi detail,” jelas dia.

    Iran Tegaskan Serangan Bukan Ditujukan ke Negara Teluk

    Ketegangan semakin terasa setelah sejumlah proyektil dilaporkan menghantam wilayah Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi Iran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran.

    Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang negara-negara tetangga di kawasan tersebut. Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (7/3/2026) bahkan menyatakan bahwa Iran tidak akan lagi menyerang negara-negara Teluk, kecuali jika negara-negara tersebut memfasilitasi serangan militer dari AS dan Israel.

    Senada dengan pernyataan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa sasaran utama Iran tetaplah instalasi militer milik Amerika Serikat, bukan wilayah negara tetangga.

    “Kita menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, instalasi-instalasi AS, aset-aset Amerika, yang sayangnya terletak di wilayah negara-negara tetangga kita,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Pezeshkian telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di negara-negara Teluk atas dampak yang mereka rasakan akibat konflik tersebut, yang disebutnya sebagai konsekuensi dari agresi AS dan aksi balasan Iran.

    Bantah Tudingan Rudal Jarak Jauh dan Campur Tangan AS

    Dalam kesempatan yang sama, Araghchi turut menanggapi tudingan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran tengah mengembangkan rudal dengan jangkauan yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat. Menurut Araghchi, tudingan tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa Iran memang memiliki kemampuan memproduksi rudal, namun secara sengaja membatasi jangkauannya agar tidak dianggap sebagai ancaman global.

    “Anda tahu, kami memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal, tetapi kami sengaja membatasi jangkauan kami hingga di bawah 2.000 kilometer karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia,” tuturnya.

    Araghchi juga menolak keras kemungkinan campur tangan Washington dalam proses politik domestik Iran, khususnya terkait pemilihan pemimpin tertinggi negara tersebut.

    “Ini terserah rakyat Iran untuk memilih pemimpin baru mereka. Mereka telah memilih Majelis Ahli dan akan menjalankan tugasnya,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?