Aksi Massa di Depan Gedung DPR/MPR RI
Pada hari Kamis (27/8), terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama kelompok masyarakat sipil di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Aksi ini diperkirakan diikuti oleh ribuan massa dan direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB. Massa membawa dua tuntutan utama, yaitu mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa aksi ini bukanlah gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, tuntutan yang dibawa justru merupakan bentuk dukungan agar pemerintahan berjalan lebih baik. “Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik,” tegas Botok.
Botok juga membantah anggapan bahwa aksi warga Pati tersebut ditunggangi elite politik tertentu, termasuk kelompok yang disebut sebagai ‘Geng Solo’ maupun kelompok penguasa lainnya. Ia memastikan bahwa gerakan AMPB merupakan aspirasi masyarakat dari daerah dan tidak berkaitan dengan kelompok lain yang sebelumnya pernah mengatasnamakan warga Pati dalam aksi. “Kita tidak kenal geng Solo, kita enggak kenal geng penguasa. Ini adalah murni gerakan rakyat, rakyat biasa yang berasal dari kampung,” ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan Petugas
Untuk mengantisipasi dampak aksi terhadap lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiagakan 120 personel di sejumlah titik. Dishub juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan. Pengamanan lalu lintas dibagi ke dalam tiga zona, dengan personel ditempatkan secara bergantian dalam dua shift, yakni pukul 07.00–13.00 WIB dan 13.00–19.00 WIB.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin.
Jalur yang Dialihkan
Untuk kawasan DPR/MPR RI, kepadatan atau penutupan lalu lintas berpotensi terjadi di Jalan Letjen S. Parman sisi selatan, mulai dari kawasan Semanggi hingga Simpang Slipi. Bagi kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang, pengendara dapat menggunakan Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, hingga Jalan Juanda. Sementara kendaraan dari arah Cawang menuju Tomang dapat dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, hingga Jalan Patal Senayan.
Adapun kendaraan dari arah Blok M menuju Tomang dapat menggunakan Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan. Alternatif lainnya adalah memanfaatkan Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang. Di koridor Senayan, Gatot Subroto, dan Sudirman, kendaraan dari arah Cawang diarahkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan. Sedangkan kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang masih dapat melintas dengan penyesuaian situasional sesuai kondisi di lapangan.
Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Istana
Antisipasi juga dilakukan di kawasan Istana yang mencakup Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Medan Merdeka Barat, KH. Wahid Hasyim, Kebon Sirih, hingga Budi Kemuliaan. Sejumlah rute alternatif yang disiapkan antara lain:
- Tugu Tani menuju Tanah Abang:
Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Veteran – Jalan Cideng Timur. - Tanah Abang menuju Pulogadung:
Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit – Jalan Ir. H. Juanda. - Senayan menuju Kota:
Jalan KH. Mas Mansyur – Jalan Cideng Barat – Jalan Cideng Timur – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit. - Harmoni menuju Senayan:
Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Pos – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – Jalan Pejambon – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Tugu Tani – Jalan Menteng Raya – Jalan Taman Cut Mutiah – Jalan GSSJ Samratulangi – Jalan HOS Cokroaminoto – Jalan H.R. Rasuna Said.
10 Titik Pengawasan Disiapkan
Untuk mengurai kepadatan dan mengantisipasi gangguan lalu lintas, Dishub DKI Jakarta menempatkan personel di 10 titik vital. Lokasi tersebut meliputi:
- Simpang Senayan arah Bundaran Senayan
- FX Sudirman
- Traffic Light (TL) Fairmont
- Patal Senayan
- Pintu 10
- Hotel Mulia
- Simpang Palmerah
- Masjid Babah Alun
- Ladokgi
- Ladokgi Bawah/Kolong
Dishub juga menyiagakan empat unit mobil derek di Pintu 10, bawah Flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX Sudirman. Keberadaan armada tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami kendala atau kondisi darurat selama rekayasa lalu lintas berlangsung.
Dengan adanya aksi dan potensi perubahan arus kendaraan, masyarakat yang hendak melintasi kawasan DPR/MPR RI hingga sejumlah ruas di pusat Jakarta diimbau menyesuaikan waktu perjalanan serta memilih jalur alternatif.


