Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 April 2026
Trending
  • Yamaha TMAX 560: Spesifikasi, Harga, dan Fitur Lengkap
  • Ramalan Zodiak Besok: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer Sabtu 11 April 2026
  • Laga Hidup Mati Madura United vs Persik: Kekuatan Rakhmat Basuki untuk Hindari Degradasi
  • Allegri Pecahkan Kode 4-3-3, Ini Formasi AC Milan Lawan Udinese
  • BNN Minta Vape Dilarang, Penjual Banjarmasin Sebut Wacana Terburu-buru
  • Boni Hargens: TNI Jaga Stabilitas Ekonomi Akibat Perang
  • Fintech, Gaming, dan Omnichannel Jadi Andalan Baru Teknologi GOTO, BUKA Cs
  • Profil Ma Dong Seok, Aktor Korea yang Ucapkan Terima Kasih ke Rano Karno Usai Syuting Film Extraction
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Thrift: Jual Beli Barang Bekas, Ini Perbedaannya dengan Preloved
Hobi

Thrift: Jual Beli Barang Bekas, Ini Perbedaannya dengan Preloved

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 April 2026Tidak ada komentar8 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengertian Thrift dan Preloved



Thrift dan preloved sebenarnya sama-sama merujuk pada barang bekas. Namun, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Di Indonesia, banyak orang menganggap thrift sebagai barang branded bekas maupun baru yang dijual dalam kondisi layak pakai. Padahal, di luar negeri, konsep thrift store biasanya menjual barang yang telah didonasikan orang lain untuk amal.

Barang thrift alias ‘junk’ bisa berasal dari barang donasi atau sampah dari negara maju. Alasannya adalah masyarakat di negara maju sering kali membeli barang baru meskipun barang lama masih dalam kondisi bagus. Barang lama tersebut akan mereka buang, bahkan disumbangkan. Penerima atau pengumpul barang donasi biasanya menjualnya kembali jika donasi telah menumpuk dan sulit untuk didistribusikan. Namun, harga jualnya rendah.

Pertanyaannya, kenapa bisa dijual mahal jika masuk ke Indonesia? Jawabannya bisa berbagai alasan. Singkatnya, baju bekas yang masih laku dan layak pakai tidak hanya didistribusikan dan dijual ke negara tersebut, melainkan ke berbagai belahan dunia lainnya. Sehingga ongkos yang dikeluarkan pun harus dihitung. Apalagi jika dijual berdasarkan brand, harga bisa naik, bahkan tak jarang harganya terlalu mahal.

Sementara itu, makna thrift sendiri adalah aktivitas menghemat. Maksudnya adalah, seseorang tetap bisa tampil fashionable dengan membeli fashion item yang murah. Bahkan bagi pegiat lingkungan, thrifting memiliki konsep untuk menyelamatkan bumi dengan membeli baju bekas untuk mengurangi sampah pakaian yang sulit terurai.

Hmm… tapi setuju nggak kalau thrifting di Indonesia kamu bisa merasakan menghemat dan menyelamatkan bumi?

Sementara itu, preloved yang juga bermakna barang bekas sama-sama masih mempunyai nilai jual. Harganya bisa saja lebih murah atau bahkan lebih tinggi dari harga asli. Makna preloved sendiri adalah barang koleksi pribadi yang dijual kembali dengan kondisi baru dan layak pakai. Biasanya, barang preloved dijual karena si pemilik tak lagi menginginkan barang tersebut dan memilih menjualnya dengan harga diskon. Bahkan, bisa saja pemilik menjual fashion preloved yang ia punya dengan harga tinggi karena termasuk barang koleksi.

Perbedaan Thrift dan Preloved



Setelah mengetahui perbedaan antara thrift dan preloved, berikut penjelasannya:

Thrift adalah menjual barang bekas dari luar negeri yang masuk dengan bal besar lalu dijual secara eceran maupun grosiran. Sedangkan preloved menjual barang bekas pemakaian pribadi, bisa jadi brand luar atau lokal. Karena barang thrift bersifat donasi, bisa saja desainnya vintage. Sementara preloved yang termasuk barang koleksi masih relate dengan trend terkini.

Kondisi fashion item thrift belum tentu dalam kondisi baik. Biasanya terdapat noda, kalau pun masih dalam kondisi baru, desainnya sudah ketinggalan zaman namun akan jauh lebih mahal jika barang tersebut branded. Sedangkan fashion item preloved dalam kondisi baru serta layak pakai dan menguntungkan pembeli karena dijual dengan harga miring.

Pengertian Thrift Shop



Setelah mengetahui perbedaan antara thrift dan preloved, kamu perlu mengetahui istilah thrift shop. Thrift shop adalah toko yang menjual barang-barang bekas yang biasanya pelanggan dapat membeli barang dengan harga yang lebih murah. Meskipun menjual barang bekas, tetapi barang yang disediakan biasanya tetap masih layak untuk dipakai. Penjual sudah menyeleksi produk yang akan diperjual belikan supaya tetap masih layak kondisinya.

Namun di Indonesia, umumnya thrift shop menjual aneka jenis pakaian dan aksesori fesyen dari berbagai merek busana. Nggak heran, kalau banyak orang familiar dengan menyebutnya sebagai baju thrift. Secara pengertian, baju thrift adalah kumpulan pakaian bekas yang dijual dalam kondisi layak pakai dan berkualitas. Kini banyak bisnis thrift shop yang menjamur dan menawarkan omzet yang menjanjikan. Apalagi baju thrift biasanya didapatkan dari pasar luar negeri seperti Korea, China, Bangkok, Eropa, maupun Amerika. Tentunya, hal ini menarik perhatian banyak orang untuk membeli pakaian bekas dengan kualitas masih layak pakai dengan harga terjangkau.

Mengapa Thrift Menjadi Sebuah Tren di Kalangan Gen Z?



Maraknya tren thrifting ini juga tidak lepas dari peran Gen Z. Menemukan dan membeli barang lawas dengan harga yang sangat terjangkau, menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Mereka sangat menyukai tantangan untuk mencari dan mendapatkan barang yang jarang dimiliki orang lain. Barang-barang tersebut dianggap sebagai barang vintage atau antik karena memiliki nilai keunikan tersendiri dan lebih mengekspresikan diri mereka dengan cara yang berbeda. Apalagi, kebanyakan barangnya dijual dengan harga yang terjangkau.

Hal tersebut cukup membuat Gen Z sangat tertarik untuk melakukan kegiatan penghematan. Tidak heran mereka juga memiliki beberapa thrift shop langganan untuk membeli barang lawas. Generasi yang lahir sekitar tahun 1997-2012 ini juga dikenal memiliki pemikiran yang kritis. Topik seperti pelestarian lingkungan menjadi salah satu topik yang menarik perhatian Gen Z. Dengan adanya tren thrifting, mereka yakin permasalahan limbah pakaian bisa teratasi. Oleh sebab itu, Gen Z sangat menyukai kegiatan tersebut karena bisa membantu keberlangsungan hidup manusia.

Keuntungan Belanja di Thrift Shop



Alih-alih berbelanja fashion item yang baru dengan harga yang mahal, thrift memang banyak dipilih sebagai salah satu alternatif solusinya. Sebab, ada banyak keuntungan yang bisa kamu rasakan dengan membeli barang pada thrift shop berikut ini.

  1. Harga lebih murah dan terjangkau

    Dibandingkan dengan membeli fashion item baru, berbelanja di thrift shop tentu saja lebih menghemat biaya. Harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan barang yang baru. Meski begitu, kamu bisa menemukan berbagai barang yang masih bagus kualitasnya jika pintar dalam memilih.

  2. Bisa menemukan barang langka dan unik

    Selain itu, thrifting juga cocok untuk kamu yang suka dengan barang-barang langka. Sebab, banyak barang zaman dulu yang kini sudah tidak diproduksi lagi namun dapat kamu temukan di thrift shop.

  3. Bisa bereksperimen dengan berbegai fashion item

    Setelah menemukan berbagai fashion item yang menarik, kamu bisa bereksperimen dengan berbagai gaya yang baru. Sebab, kamu akan menemukan berbagai barang bekas yang beragam jenis dan rupanya.

  4. Dapat dijadikan sebagai hobi baru yang menyenangkan

    Kegiatan thrifting ini juga bisa kamu jadikan sebagai hobi yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. Kamu bisa melakukan banyak hal seru dengan menjelajahi berbagai thrift shop yang ada di sekitar atau beberapa toko terkenal. Berburu barang antik atau hidden gem di thrift shop ini juga cukup seru dilakukan karena seperti berburu harta karun.

  5. Bisa menghasilkan keuntungan dari bisnis thrifting

    Tidak hanya membeli barang, kamu juga menjual kembali barang-barang tersebut. Kepopuleran thrifting mengakibatkan ada banyak reseller barang thrift di pasaran. Oleh karena itu, kita bisa menemukan ada banyak penjual yang membuka thrift shop.

Tips Belanja di Thrift Online Shop



Bukan hanya secara konvensional, thrifting ini juga bisa dijalankan secara online. Namun tidak bisa dimungkiri bahwa online thrifting memiliki risiko, lebih besar ketimbang thrifting secara konvesional. Seperti barang tidak sesuai harapan hingga barang tidak kunjung dikirim.

Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka penting sekali bagi kamu untuk melakukan beberapa tips di bawah ini. Apa saja tipsnya? Langsung saja simak selengkapnya:

  1. Pilih toko yang memiliki review bagus

    Pastikan pilih toko online thrift yang memiliki review bagus. Review bagus ini merupakan pertanda bahwa toko itu bisa dipercaya. Review bisa dilihat juga bagaimana toko itu memperlakukan pelanggannya.

  2. Bandingkan dengan toko lainnya

    Cara kedua adalah dengan membandingkan toko tersebut dengan toko lainnya. Khususnya dari segi harga, apakah termasuk range harga rata-rata atau malah tidak. Soalnya sudah dipastikan, toko yang tidak dipercaya pastinya akan memasang harga yang sangat jauh rendah. Bila kamu menemukan toko ini, sebaiknya berhati-hati dan lebih memilih toko online lain.

Tips Belanja di Thrift Shop Secara Langsung



Jika kamu bisa dengan bebas memilih barang dalam kondisi baru, berbeda halnya dengan memilih barang bekas. Sebab, kualitas dari barang thrift bisa sangat beragam. Tips untuk belanja thrift adalah dengan mencermati beberapa hal berikut ini:

  1. Perhatikan kualitas barang thrift

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat akan membeli barang thrift adalah dengan mengecek kondisi dan kualitas barang. Pastikan bahwa barang yang kamu beli masih layak digunakan dan berfungsi dengan baik. Maka dari itu, mintalah foto atau video jika kamu membelinya melalui online shop.

  2. Lihat kebersihan barang

    Setelah kualitas barang, kebersihan juga penting untuk diperhatikan. Sebab, nantinya barang tersebut akan kamu pakai dan melekat di badan. Biasanya, kebersihan bisa dilihat dari warna produk dan ada atau tidaknya noda pada barang.

  3. Cermati harga barang

    Jika kamu sudah yakin bahwa barang tersebut bagus dan bersih, maka pastikan harga tersebut sebanding dengan kondisi barang. Lalu, pastikan barang benar-benar asli dan bukan barang tiruan karena akan berpengaruh dengan harganya.

  4. Lakukan tawar menawar harga

    Terakhir, lakukan tawar menawar harga supaya kamu makin hemat. Namun, pastikan harga yang kamu tawar masih dalam taraf yang wajar, ya!

Sisi Negatif Thrift Shop



Namun, di banyaknya sisi positif dari thrift, ada beberapa sisi negatif dari tren ini. Di antara sisi negatif dari thrift adalah berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, tren ini juga memicu konsumsi yang berlebih. Konsumsi yang berlebih dalam jangka panjang juga akan berdampak negatif untuk keseimbangan alam. Sebab, banyak pakaian yang nantinya akan terbuang dengan cara yang sia-sia.

Sayangnya, limbah tekstil merupakan salah satu limbah yang paling sulit untuk diuraikan. Maka dari itu, kita perlu lebih cermat jika ingin melakukan thrifting.

Keuntungan Preloved



Supaya kamu bisa lebih mudah dalam membedakannya, sekarang waktunya tahu keuntungan preloved, di antaranya:

  1. Ramah lingkungan

    Preloved ini dikenal karena ramah lingkungan. Membeli barang preloved artinya kamu tidak perlu menambah sampah pakaian yang berlebihan. Jadi kamu bisa menjaga keseimbangan lingkungan untuk jangka panjang.

  2. Fungsi yang tidak jauh berbeda dengan original

    Berikutnya, barang preloved ini juga masih memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan barang original. Coba bayangkan, kamu mendapatkan fungsi yang sama tapi dengan harga yang jauh di bawahnya. Tentu dengan catatan, bahwa kamu memilih barang preloved yang tepat dan juga tidak sembarangan.

  3. Membantu orang lain

    Tidak bisa dimungkiri, kebanyakan orang yang menjual barang preloved karena kebutuhan yang mendesak. Nah, dengan kamu yang membeli barang-barang preloved itu maka secara tidak langsung kamu membantu orang lain. Apalagi kalau ternyata orang yang menjual barang preloved itu adalah teman atau kenalan sendiri. Pasti nilai yang didapatkan juga akan jauh berbeda.

Itulah perbedaan fashion item thrift dan perbedaannya dengan preloved. Jadi, dapat disimpulkan bahwa thrift adalah jual beli barang bekas. Selama ini, kamu thrift bertujuan untuk menghemat atau nggak mau ketinggalan hype-nya aja, Bela?

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

6 Shio Paling Hoki dan Beruntung Besok Minggu 12 April 2026: Naga hingga Tikus

14 April 2026

Tanggal 11 April 2026: 3 Peringatan Penting yang Harus Diketahui

14 April 2026

Klarifikasi Betrand Peto Soal Dikatakan Anak Durhaka, Ini Pemicunya Tidak Posting Foto Sarwendah di Ultah

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yamaha TMAX 560: Spesifikasi, Harga, dan Fitur Lengkap

14 April 2026

Ramalan Zodiak Besok: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer Sabtu 11 April 2026

14 April 2026

Laga Hidup Mati Madura United vs Persik: Kekuatan Rakhmat Basuki untuk Hindari Degradasi

14 April 2026

Allegri Pecahkan Kode 4-3-3, Ini Formasi AC Milan Lawan Udinese

14 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?