Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
  • Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan
  • Fakta Baru Kericuhan Pekerja Proyek dan Satpol PP Terungkap, Bukan karena Nasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Terlebih Dahulu
Politik

Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Terlebih Dahulu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 December 2025No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perang di Perbatasan Thailand dan Kamboja

Pertempuran antara Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah beberapa minggu berlangsung. Kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini saling menyalahkan atas kekerasan yang terjadi, dengan jumlah korban meningkat pesat. Dalam situasi yang semakin memburuk, Thailand menuntut Kamboja untuk menjadi yang pertama mengumumkan gencatan senjata.

Tuntutan Thailand

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, menyatakan bahwa Kamboja harus mengumumkan gencatan senjata terlebih dahulu karena mereka dianggap sebagai pihak yang menyerang wilayah Thailand. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam upaya pembersihan ranjau di perbatasan.

Bentrokan antara kedua negara terjadi sejak Desember 2025, dengan sedikitnya 32 orang tewas, termasuk tentara dan warga sipil. Jumlah pengungsi mencapai 800.000 orang akibat konflik ini.

Klaim Gencatan Senjata

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengklaim bahwa kedua negara telah sepakat untuk gencatan senjata yang dimulai pada Sabtu malam. Namun, Bangkok membantah klaim tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan dukungan terhadap inisiatif gencatan senjata yang diinisiasi oleh Malaysia, ketua blok regional ASEAN, dengan keterlibatan Washington. Meskipun begitu, pertempuran terus berlanjut setiap hari sejak 7 Desember 2025.

Penembakan di Wilayah Srei Snam

Bentrokan kembali terjadi pada Senin, 15 Desember 2025. Kamboja menuduh Thailand melakukan serangan jauh ke dalam wilayahnya. Thailand dituding membom provinsi yang merupakan rumah bagi candi Angkor yang berusia berabad-abad. Candi Angkor merupakan daya tarik utama wisata di negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah jet tempur Thailand telah melakukan pengeboman di dekat kamp pengungsi sipil di daerah distrik Srei Snam, provinsi Siem Reap. Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengatakan bahwa itu adalah penetrasi terjauh yang pernah dilakukan militer Thailand ke wilayah Kamboja selama bentrokan yang kembali terjadi. Thailand masuk ke wilayah Kamboja lebih dari 70 km dari perbatasan dan jauh dari wilayah sengketa.

Tudingan dan Konflik Berkelanjutan

Kedua negara saling menyalahkan sebagai pemicu bentrokan. Thailand dan Kamboja membela diri dan saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil. Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari pihak Kamboja terkait situasi ini.

Konflik ini tidak hanya memengaruhi keamanan dan stabilitas di kawasan, tetapi juga berdampak pada masyarakat sipil yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Dengan situasi yang semakin memburuk, diperlukan solusi cepat dan transparan untuk mengakhiri kekerasan dan melindungi kehidupan warga sipil.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026

Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya

14 October 2026

Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?