Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Celtic Kalah 4-2, VfB Stuttgart Melangkah ke Babak 16 Besar Liga Europa Setelah 13 Tahun Tunggu
  • Kadin Minta Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Industri Otomotif Terancam
  • TECNO Megapad SE: Tablet Canggih dengan Layar 11 Inci dan AI Terbaru
  • Alasan Inara Rusli Minta Penundaan Penyidikan Kasus Perselingkuhan, Kritik Bukti CCTV
  • Hasil PSS Sleman vs Persipura Jayapura 1-0, Barito Putera di Posisi 3 Babak Final
  • 3 Zodiak Ini Siap Mencapai Puncak Kesuksesan Mulai 23 Februari 2026
  • Panduan emas untuk pemula: aman, mudah, untung
  • Promo Ramadan 1447 H: Harga Sirup Marjan di Alfamart dan Indomaret Hari Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Terlebih Dahulu
Politik

Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Terlebih Dahulu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perang di Perbatasan Thailand dan Kamboja

Pertempuran antara Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah beberapa minggu berlangsung. Kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini saling menyalahkan atas kekerasan yang terjadi, dengan jumlah korban meningkat pesat. Dalam situasi yang semakin memburuk, Thailand menuntut Kamboja untuk menjadi yang pertama mengumumkan gencatan senjata.

Tuntutan Thailand

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, menyatakan bahwa Kamboja harus mengumumkan gencatan senjata terlebih dahulu karena mereka dianggap sebagai pihak yang menyerang wilayah Thailand. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam upaya pembersihan ranjau di perbatasan.

Bentrokan antara kedua negara terjadi sejak Desember 2025, dengan sedikitnya 32 orang tewas, termasuk tentara dan warga sipil. Jumlah pengungsi mencapai 800.000 orang akibat konflik ini.

Klaim Gencatan Senjata

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengklaim bahwa kedua negara telah sepakat untuk gencatan senjata yang dimulai pada Sabtu malam. Namun, Bangkok membantah klaim tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan dukungan terhadap inisiatif gencatan senjata yang diinisiasi oleh Malaysia, ketua blok regional ASEAN, dengan keterlibatan Washington. Meskipun begitu, pertempuran terus berlanjut setiap hari sejak 7 Desember 2025.

Penembakan di Wilayah Srei Snam

Bentrokan kembali terjadi pada Senin, 15 Desember 2025. Kamboja menuduh Thailand melakukan serangan jauh ke dalam wilayahnya. Thailand dituding membom provinsi yang merupakan rumah bagi candi Angkor yang berusia berabad-abad. Candi Angkor merupakan daya tarik utama wisata di negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah jet tempur Thailand telah melakukan pengeboman di dekat kamp pengungsi sipil di daerah distrik Srei Snam, provinsi Siem Reap. Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengatakan bahwa itu adalah penetrasi terjauh yang pernah dilakukan militer Thailand ke wilayah Kamboja selama bentrokan yang kembali terjadi. Thailand masuk ke wilayah Kamboja lebih dari 70 km dari perbatasan dan jauh dari wilayah sengketa.

Tudingan dan Konflik Berkelanjutan

Kedua negara saling menyalahkan sebagai pemicu bentrokan. Thailand dan Kamboja membela diri dan saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil. Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari pihak Kamboja terkait situasi ini.

Konflik ini tidak hanya memengaruhi keamanan dan stabilitas di kawasan, tetapi juga berdampak pada masyarakat sipil yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Dengan situasi yang semakin memburuk, diperlukan solusi cepat dan transparan untuk mengakhiri kekerasan dan melindungi kehidupan warga sipil.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026

PKB: Setahun Pramono–Rano Lebih Banyak Persepsi Daripada Solusi

27 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Celtic Kalah 4-2, VfB Stuttgart Melangkah ke Babak 16 Besar Liga Europa Setelah 13 Tahun Tunggu

28 Februari 2026

Kadin Minta Prabowo Hentikan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Industri Otomotif Terancam

28 Februari 2026

TECNO Megapad SE: Tablet Canggih dengan Layar 11 Inci dan AI Terbaru

28 Februari 2026

Alasan Inara Rusli Minta Penundaan Penyidikan Kasus Perselingkuhan, Kritik Bukti CCTV

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?