Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 19 Mei 2026
Trending
  • Orang yang Langsung Cek Ponsel Saat Bangun, Ini 8 Sifat Kepribadian Menurut Psikologi
  • Rupiah anjlok, keamanan ekonomi kelas menengah terancam
  • Begal Penembak Polisi di Lampung Tewas Diamankan Aparat, Senjata Rakitan Disita
  • 60 Soal IPS Kelas 2 SD 2026 Lengkap Jawaban
  • Prediksi Skor Borussia Monchengladbach vs Hoffenheim Bundesliga 16 Mei 2026 Pukul 20.30 WIB
  • Tiket Pesawat Naik, Pengusaha Travel dan Wisata Sulsel Khawatir
  • Kecepatan 90 KM/jam, Jarak 130 KM, Fox Air Polytron Harga Terjangkau
  • 5 Alasan Lampu Check Engine Menyala Meski Mobil Terasa Baik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Tekanan luar tak cukup untuk pancing mundur massal petinggi Federasi Malaysia
Olahraga

Tekanan luar tak cukup untuk pancing mundur massal petinggi Federasi Malaysia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tekanan Eksternal Tidak Cukup untuk Memaksa Pengunduran Diri Massal Pemimpin FAM

Tekanan dari luar saja tidak cukup untuk memaksa pengunduran diri massal pimpinan tertinggi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul kasus pemalsuan dokumen naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain Harimau Malaya. Hal ini disampaikan oleh pengamat olahraga, Datuk Pekan Rami, yang menilai bahwa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas krisis ini adalah anggota komite eksekutif (exco) tanpa portofolio kunci dan anggota afiliasi yang tidak memegang posisi di FAM.

Pekan Rami mengatakan bahwa menuntut pengunduran diri massal, terutama dari anggota exco yang tidak terlibat dalam krisis, bukanlah hal yang praktis maupun adil. Ia menegaskan bahwa ada anggota exco yang mungkin tidak setuju dengan tekanan untuk mengundurkan diri.

“Beberapa dari mereka baru saja diangkat,” ujarnya. “Dan saya juga percaya ada yang berpegang teguh pada prinsip mereka, mempertanyakan mengapa mereka harus mengundurkan diri padahal ini bukan kesalahan mereka.”

Menurut Pekan, banyak anggota mungkin tidak mengantisipasi krisis akan meningkat ke tingkat yang begitu parah. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pimpinan tertinggi dan anggota afiliasi lainnya harus memikul tanggung jawab penting setelah krisis ini.

Lebih lanjut, Pekan menegaskan bahwa meskipun beberapa anggota komite eksekutif mempertanyakan tekanan untuk mengundurkan diri, suara mereka ‘tampaknya telah dibungkam’. Ia menekankan bahwa tekanan tidak boleh diberikan secara paksa, karena para anggota tersebut harus bertindak secara sukarela, dengan kesadaran dan rasa penyesalan.

“Namun, saya yakin akan sulit melihat mereka mengundurkan diri,” katanya. “Tetapi jika anggota exco tanpa portofolio kunci dan afiliasi lainnya mendorongnya, itu bisa terjadi.”

Pertanyaannya adalah seberapa berani mereka. Pekan juga menekankan bahwa anggota exco dan afiliasi harus bersatu untuk membawa perubahan jika mereka benar-benar mencintai olahraga ini.

“Jadi, exco dan anggota koalisi perlu bersatu untuk melakukan perubahan jika mereka mencintai sepak bola nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota komite FAM diminta untuk mengundurkan diri secara terhormat untuk membangun kembali susunan kepemimpinan baru, sehingga memungkinkan perubahan total. Seruan ini disampaikan oleh pengamat sepak bola lokal, Zakaria Rahim, yang menekankan bahwa kepemimpinan puncak badan pengatur harus bertanggung jawab bersama menyusul masalah pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain veteran.

FAM diminta untuk tidak memikirkan ego mereka. Pihak federasi perlu mengambil tindakan untuk mundur jika mereka benar-benar mencintai sepak bola nasional.

Seperti diketahui, sepak bola Malaysia saat ini sedang diselimuti awan hitam menyusul kasus naturalisasi ilegal. FAM dan tujuh pemain naturalisasi yang terlibat telah resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA atas dugaan pemalsuan dokumen. FAM sempat mengajukan banding tapi ditolak oleh FIFA dan kini mereka resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Jika memang terbukti bersalah, FAM terancam mendapatkan hukuman tambahan dari AFC. Akan tetapi, AFC baru akan mengambil keputusan setelah permasalahan di CAS selesai, kemungkinan akhir Maret 2026 yang bertepatan dengan laga terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi Skor Borussia Monchengladbach vs Hoffenheim Bundesliga 16 Mei 2026 Pukul 20.30 WIB

19 Mei 2026

Pemecatan Lima Pemain AC Milan di Bursa Transfer Liga Italia, Daftar Jual Allegri Membikin Heboh

19 Mei 2026

Transfer Liga Spanyol: Real Madrid, Keputusan Mourinho Diambil Perez

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Orang yang Langsung Cek Ponsel Saat Bangun, Ini 8 Sifat Kepribadian Menurut Psikologi

19 Mei 2026

Rupiah anjlok, keamanan ekonomi kelas menengah terancam

19 Mei 2026

Begal Penembak Polisi di Lampung Tewas Diamankan Aparat, Senjata Rakitan Disita

19 Mei 2026

60 Soal IPS Kelas 2 SD 2026 Lengkap Jawaban

19 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?