Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 19 Mei 2026
Trending
  • Selain Harga Tiket Mahal, Penumpang Menghadapi Ketidakpastian Penerbangan
  • Daftar Proyektor Terbaik 2026, Gambar Jernih dan Suara Keras ala Bioskop
  • Transparansi Keuangan Danantara Diperhatikan, Ini Praktik SWF Norwegia dan Temasek
  • Tersangka Pembunuhan Bayi di Kepahiang akan Diperiksa Kesehatan Jiwa
  • IKN Berjalan, Jakarta Tetap Ibu Kota Sesuai Putusan MK
  • Siapa yang Beruntung? Ramalan Zodiak Besok, Sabtu 16 Mei 2026: Taurus, Cancer, Virgo, Scorpio, Capricorn, atau Pisces
  • Ramalan Zodiak Taurus Hari Ini: Rezeki dan Ketenangan Datang Bersamaan, Karier Mulai Berkembang Positif
  • 9 Mantan Miley Cyrus yang Jadi Sorotan, Kehidupan Cintanya Penuh Drama!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Tarif Transjakarta Tetap, Anggaran Naik Jadi Rp4,8 Triliun
Nasional

Tarif Transjakarta Tetap, Anggaran Naik Jadi Rp4,8 Triliun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan penundaan kenaikan tarif Transjakarta yang sebelumnya dijadwalkan pada 2026. Dengan demikian, harga tiket yang dibayarkan oleh para pengguna tetap sebesar Rp3.500 per perjalanan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, menjelaskan bahwa secara teknis pemerintah sudah siap melakukan pengurangan subsidi. Namun, penundaan ini dilakukan atas permintaan pemerintah pusat, dengan pertimbangan situasi ekonomi yang tidak kondusif.

“Kenaikan tarif ditunda atas permintaan pemerintah pusat. Kami harus mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujarnya kepada wartawan di Skyline Building, Kamis (8/1/2026).

Yoga menambahkan bahwa sejatinya pemerintah DKI telah memberikan subsidi senilai Rp11.500 untuk setiap orang per trip atau per perjalanan. Rencana tarif Rp5.000 bukanlah kenaikan tarif, melainkan pengurangan jumlah subsidi. Hal ini membuat anggaran yang dikeluarkan pemerintah DKI berkurang menjadi Rp10.000 per trip.

Tujuan dari langkah ini adalah agar beban efisiensi dan anggaran pemerintah DKI dapat lebih rendah di tengah pemangkasan anggaran dari Kementerian Keuangan.

Terkait jangka waktu penundaan, Yoga belum dapat memastikannya karena akan tergantung dengan kebijakan pemerintah pusat.

Pada 2026, Transjakarta membutuhkan anggaran senilai Rp4,8 triliun untuk dapat memberikan standar pelayanan minimum (SPM) seperti tahun 2025. Namun, APBD DKI telah diketok dengan anggaran subsidi Transjakarta senilai Rp3,75 triliun. Angka tersebut sekitar Rp1,1 triliun lebih rendah dari kebutuhan, maupun lebih rendah dari anggaran 2025 yang senilai Rp4,51 triliun.

Yoga melanjutkan, sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tetap meminta agar pelayanan tak berubah. Artinya, butuh tambahan anggaran.

“Sudah diputuskan, maka nanti di Juni itu dimasukkan dalam APBD perubahan. Jadi yang Rp1,1 triliun tadi akan dimasukkan ke sana, yang berarti memberi jaminan layanan itu sama dengan 2025 ini sampai dengan akhir tahun,” jelasnya.

Dalam keterbatasan anggaran, nantinya pemprov akan melakukan realokasi anggaran dari program atau proyek yang dapat ditunda, dan mengutamakan subsidi transportasi.

“Kepentingan yang skala prioritasnya mungkin tidak utama, tapi penting, namun masih bisa ditunda, itu yang akan dialihkan di APBD perubahan dan itu juga berlaku di MRT sama LRT,” tambahnya.

Nyatanya tidak hanya Transjakarta yang kena pangkas dalam APBD DKI 2026. MRT dan LRT Jakarta juga terdampak pemangkasan anggaran.

Subsidi MRT Jakarta turun dari sebelumnya Rp944,32 miliar menjadi Rp536,70 miliar pada 2026. Subsidi LRT Jakarta susut dari Rp515,14 miliar pada 2025 menjadi Rp325,28 miliar untuk tahun ini. Kemudian layanan angkutan kapal perairan turun dari Rp117,79 miliar menjadi sejumlah Rp100,19 miliar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Selain Harga Tiket Mahal, Penumpang Menghadapi Ketidakpastian Penerbangan

19 Mei 2026

9 Mantan Miley Cyrus yang Jadi Sorotan, Kehidupan Cintanya Penuh Drama!

19 Mei 2026

Tersangka Pembunuhan Bayi di Kepahiang akan Diperiksa Kesehatan Jiwa

19 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Selain Harga Tiket Mahal, Penumpang Menghadapi Ketidakpastian Penerbangan

19 Mei 2026

Daftar Proyektor Terbaik 2026, Gambar Jernih dan Suara Keras ala Bioskop

19 Mei 2026

Transparansi Keuangan Danantara Diperhatikan, Ini Praktik SWF Norwegia dan Temasek

19 Mei 2026

Tersangka Pembunuhan Bayi di Kepahiang akan Diperiksa Kesehatan Jiwa

19 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?