Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
  • NasDem Belum Putuskan Pengganti RMS, Tobo: Darah PSI Sudah Mengalir
  • Iran Tanggapi Usulan Damai AS, Fokus Awal Berhentikan Perang
  • 5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Tak Denda Rp 100 Juta, Persebaya Rekrut Pelatih Baru Kontrak Panjang
Olahraga

Tak Denda Rp 100 Juta, Persebaya Rekrut Pelatih Baru Kontrak Panjang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Persebaya Surabaya Lolos dari Denda, Sudah Cari Pelatih Baru

Persebaya Surabaya akhirnya berhasil menghindari denda sebesar Rp 100 juta setelah menunjuk pelatih baru dengan kontrak jangka panjang. Kabar ini muncul di tengah situasi yang cukup krusial bagi klub, karena sebelumnya mereka sempat terancam sanksi karena belum menunjuk pelatih kepala definitif dalam Super League 2025/2026.

Regulasi liga menyebutkan bahwa klub wajib menunjuk pelatih kepala maksimal 30 hari setelah pemutusan kontrak. Jika melewati batas waktu tersebut, maka klub akan dikenai sanksi finansial senilai Rp 100 juta. Persebaya Surabaya resmi mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Pérez pada 22 November 2025. Hingga akhir Desember, manajemen masih belum mengumumkan pengganti secara resmi ke publik.

Banyak pihak mulai berspekulasi tentang potensi sanksi yang bisa diterima oleh Green Force. Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa manajemen klub telah mengambil langkah yang tepat untuk menghindari masalah hukum.

Informasi tersebut diunggah oleh fanbase Persebaya Surabaya, @bondonekat_media, yang cukup aktif memberikan update dinamika internal klub. Unggahan tersebut menyebut bahwa Persebaya Surabaya sudah mencapai kesepakatan dengan pelatih baru. Meskipun demikian, klub memilih untuk menunggu penyelesaian administrasi sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Menurut informasi yang diunggah, Persebaya Surabaya tidak hanya berada di bawah ancaman denda, tetapi juga sedang mempersiapkan langkah jangka panjang. Klub disebut sudah memiliki rencana matang untuk masa depan dan ingin menjaga profesionalisme dalam segala proses.

Performa Tim Tanpa Pelatih Kepala

Sementara itu, Persebaya Surabaya tetap menjalani kompetisi dengan kondisi serba terbatas. Tim bahkan tampil tanpa pelatih kepala saat menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada laga pekan ke-15 Super League, Sabtu (20/12/2025), Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC. Padahal, Green Force tampil menekan sepanjang babak kedua.

Tambahan satu poin membuat Persebaya Surabaya mengoleksi 19 poin di klasemen sementara. Posisi mereka kini berada di papan tengah, tepatnya peringkat keenam atau ketujuh tergantung pembaruan klasemen.

Situasi semakin unik karena caretaker Uston Nawawi juga tidak bisa mendampingi tim di pinggir lapangan di laga lawan Borneo FC. Ia harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Akhirnya, Shin Sang-gyu selaku asisten pelatih mengambil alih peran mendampingi pemain selama pertandingan. Kondisi ini membuat Persebaya praktis tampil tanpa figur utama di sisi teknis.

Tanggung Jawab Uston Nawawi

Sebelum pertandingan, Uston Nawawi sudah menegaskan pentingnya kehadiran pelatih kepala definitif. Ia menilai pelatih baru dibutuhkan untuk memberi dampak jangka panjang pada permainan tim.

“Pasti ada pengaruh, tetapi saat ini yang terpenting adalah Persebaya. Dalam kondisi apa pun, tim ini harus menjadi prioritas utama,” ujar Uston.

Meski begitu, Uston memilih tetap fokus menjaga stabilitas tim. Ia menyadari situasi transisi menuntut semua elemen bersikap profesional. Uston sudah sekitar 30 hari mendampingi tim sejak Eduardo Pérez resmi pergi. Selama periode itu, ia mengaku belum mendapat informasi soal pelatih baru.

“Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucapnya.

Dengan status sementara, Uston menegaskan fokusnya hanya pada pekerjaan harian bersama tim. Target terdekat adalah mempersiapkan Persebaya Surabaya menghadapi laga berikutnya.

Kehadiran Pelatih Baru Diharapkan

Di bawah arahan Uston, Persebaya Surabaya belum sekalipun meraih kemenangan. Namun, Green Force juga belum menelan kekalahan selama periode tersebut. Catatan itu mencerminkan performa yang masih belum konsisten. Dari 14 pertandingan hingga pekan ke-15, Persebaya Surabaya mengumpulkan 19 poin.

Situasi ini membuat kehadiran pelatih baru semakin dinanti oleh Bonek. Sosok pelatih definitif diharapkan membawa kejelasan arah dan filosofi permainan. Jika kontrak jangka panjang benar-benar sudah disepakati, langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen membangun tim. Persebaya Surabaya tak ingin hanya berpikir jangka pendek di tengah musim.

Penundaan pengumuman disebut berkaitan dengan proses legalitas. Manajemen memilih berhati-hati agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Langkah profesional ini sekaligus menjelaskan mengapa Persebaya Surabaya tetap tenang menghadapi isu denda. Klub diyakini sudah mengamankan posisi mereka sesuai regulasi.

Kini, publik hanya tinggal menunggu waktu hingga sosok pelatih baru diperkenalkan. Nama dan latar belakangnya masih menjadi tanda tanya besar. Yang jelas, kabar ini memberi angin segar bagi Persebaya Surabaya dan suporternya. Ancaman denda Rp 100 juta tampaknya tinggal cerita. Menarik menantikan bagaimana sentuhan pelatih baru tersebut di sisa musim Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya berharap fase transisi ini segera berakhir dengan hasil yang lebih meyakinkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng

15 Mei 2026

7 manfaat menonton olahraga untuk anak, tingkatkan kebersamaan keluarga!

15 Mei 2026

Klasemen Liga Italia: Napoli Kalah 2-3, Tiket Liga Champions Masih Tidak Aman

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi

15 Mei 2026

Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan

15 Mei 2026

20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

15 Mei 2026

Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?