Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Tak Denda Rp 100 Juta, Persebaya Rekrut Pelatih Baru Kontrak Panjang
    Olahraga

    Tak Denda Rp 100 Juta, Persebaya Rekrut Pelatih Baru Kontrak Panjang

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 December 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Persebaya Surabaya Lolos dari Denda, Sudah Cari Pelatih Baru

    Persebaya Surabaya akhirnya berhasil menghindari denda sebesar Rp 100 juta setelah menunjuk pelatih baru dengan kontrak jangka panjang. Kabar ini muncul di tengah situasi yang cukup krusial bagi klub, karena sebelumnya mereka sempat terancam sanksi karena belum menunjuk pelatih kepala definitif dalam Super League 2025/2026.

    Regulasi liga menyebutkan bahwa klub wajib menunjuk pelatih kepala maksimal 30 hari setelah pemutusan kontrak. Jika melewati batas waktu tersebut, maka klub akan dikenai sanksi finansial senilai Rp 100 juta. Persebaya Surabaya resmi mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Pérez pada 22 November 2025. Hingga akhir Desember, manajemen masih belum mengumumkan pengganti secara resmi ke publik.

    Banyak pihak mulai berspekulasi tentang potensi sanksi yang bisa diterima oleh Green Force. Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa manajemen klub telah mengambil langkah yang tepat untuk menghindari masalah hukum.

    Informasi tersebut diunggah oleh fanbase Persebaya Surabaya, @bondonekat_media, yang cukup aktif memberikan update dinamika internal klub. Unggahan tersebut menyebut bahwa Persebaya Surabaya sudah mencapai kesepakatan dengan pelatih baru. Meskipun demikian, klub memilih untuk menunggu penyelesaian administrasi sebelum pengumuman resmi dilakukan.

    Menurut informasi yang diunggah, Persebaya Surabaya tidak hanya berada di bawah ancaman denda, tetapi juga sedang mempersiapkan langkah jangka panjang. Klub disebut sudah memiliki rencana matang untuk masa depan dan ingin menjaga profesionalisme dalam segala proses.

    Performa Tim Tanpa Pelatih Kepala

    Sementara itu, Persebaya Surabaya tetap menjalani kompetisi dengan kondisi serba terbatas. Tim bahkan tampil tanpa pelatih kepala saat menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada laga pekan ke-15 Super League, Sabtu (20/12/2025), Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC. Padahal, Green Force tampil menekan sepanjang babak kedua.

    Tambahan satu poin membuat Persebaya Surabaya mengoleksi 19 poin di klasemen sementara. Posisi mereka kini berada di papan tengah, tepatnya peringkat keenam atau ketujuh tergantung pembaruan klasemen.

    Situasi semakin unik karena caretaker Uston Nawawi juga tidak bisa mendampingi tim di pinggir lapangan di laga lawan Borneo FC. Ia harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Akhirnya, Shin Sang-gyu selaku asisten pelatih mengambil alih peran mendampingi pemain selama pertandingan. Kondisi ini membuat Persebaya praktis tampil tanpa figur utama di sisi teknis.

    Tanggung Jawab Uston Nawawi

    Sebelum pertandingan, Uston Nawawi sudah menegaskan pentingnya kehadiran pelatih kepala definitif. Ia menilai pelatih baru dibutuhkan untuk memberi dampak jangka panjang pada permainan tim.

    “Pasti ada pengaruh, tetapi saat ini yang terpenting adalah Persebaya. Dalam kondisi apa pun, tim ini harus menjadi prioritas utama,” ujar Uston.

    Meski begitu, Uston memilih tetap fokus menjaga stabilitas tim. Ia menyadari situasi transisi menuntut semua elemen bersikap profesional. Uston sudah sekitar 30 hari mendampingi tim sejak Eduardo Pérez resmi pergi. Selama periode itu, ia mengaku belum mendapat informasi soal pelatih baru.

    “Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucapnya.

    Dengan status sementara, Uston menegaskan fokusnya hanya pada pekerjaan harian bersama tim. Target terdekat adalah mempersiapkan Persebaya Surabaya menghadapi laga berikutnya.

    Kehadiran Pelatih Baru Diharapkan

    Di bawah arahan Uston, Persebaya Surabaya belum sekalipun meraih kemenangan. Namun, Green Force juga belum menelan kekalahan selama periode tersebut. Catatan itu mencerminkan performa yang masih belum konsisten. Dari 14 pertandingan hingga pekan ke-15, Persebaya Surabaya mengumpulkan 19 poin.

    Situasi ini membuat kehadiran pelatih baru semakin dinanti oleh Bonek. Sosok pelatih definitif diharapkan membawa kejelasan arah dan filosofi permainan. Jika kontrak jangka panjang benar-benar sudah disepakati, langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen membangun tim. Persebaya Surabaya tak ingin hanya berpikir jangka pendek di tengah musim.

    Penundaan pengumuman disebut berkaitan dengan proses legalitas. Manajemen memilih berhati-hati agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Langkah profesional ini sekaligus menjelaskan mengapa Persebaya Surabaya tetap tenang menghadapi isu denda. Klub diyakini sudah mengamankan posisi mereka sesuai regulasi.

    Kini, publik hanya tinggal menunggu waktu hingga sosok pelatih baru diperkenalkan. Nama dan latar belakangnya masih menjadi tanda tanya besar. Yang jelas, kabar ini memberi angin segar bagi Persebaya Surabaya dan suporternya. Ancaman denda Rp 100 juta tampaknya tinggal cerita. Menarik menantikan bagaimana sentuhan pelatih baru tersebut di sisa musim Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya berharap fase transisi ini segera berakhir dengan hasil yang lebih meyakinkan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?