Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 8 Mei 2026
Trending
  • Suzuki naik kelas, konsumen pilih 18 aksesori baru
  • Rahasia plafon tinggi untuk rumah nyaman
  • 5 Fakta Menarik Stadio Olimpico, Markas Dua Klub Serie A
  • Pertumbuhan Ekonomi 5,6% Kuartal I: Mengapa Tak Terasa?
  • Mulan Jameela Akui IG Dikuasai, Ahmad Dhani Kritik Postingan Soal Maia Estianty
  • 3Kali Jakarta-Jayapura, Jadwal Kapal Pelni KM Gunung Dempo 3 Mei-10 Juni Melalui Sorong, Manokwari, Wasior
  • 8 Kecelakaan Kereta Api Paling Mengerikan di Indonesia
  • Dugaan Manipulasi Pasar, Pasokan LPG 3 kg di Jember Normal Tapi Warga Kesulitan Mendapatkannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Suzuki Swift Tampilkan Mesin Hidrogen di Vienna, Emisi Air tapi Tenaga Menggila
Otomotif

Suzuki Swift Tampilkan Mesin Hidrogen di Vienna, Emisi Air tapi Tenaga Menggila

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Teknologi Hidrogen Mengubah Suzuki Swift Menjadi Kendaraan Ramah Lingkungan



Suzuki Swift, salah satu hatchback paling populer di dunia, kini menghadirkan inovasi terbaru dengan memperkenalkan mesin berbahan bakar hidrogen. Teknologi ini dipamerkan dalam ajang Vienna Motor Symposium 2026, yang menjadi panggung bagi para ahli dan perusahaan otomotif untuk menunjukkan solusi masa depan.

Awalnya dikenal sebagai mobil yang sangat diminati, Suzuki Swift pertama kali hadir di Indonesia pada 2005 melalui impor utuh (CBU) dari Jepang. Mobil ini menjadi pesaing utama Honda Jazz dan Toyota Yaris. Namun, permintaan pasar yang menurun menyebabkan penjualan Swift menurun hingga akhirnya disuntik mati pada 2017. Di India, keadaannya berbeda, karena Swift tetap menjadi salah satu model terlaris di berbagai segmen.

Selama perjalanan sejarahnya, Swift telah dilengkapi dengan berbagai jenis mesin, termasuk bensin biasa, turbo bensin, diesel, mild hybrid, hingga CNG, sesuai dengan kebutuhan pasar. Kini, Suzuki menghadirkan versi Swift dengan mesin berbahan bakar hidrogen, yang menawarkan emisi hanya berupa air.

Teknologi kendaraan berbahan bakar hidrogen sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Umumnya, teknologi ini menggunakan fuel cell hidrogen untuk mengubah hidrogen yang disimpan di tangki menjadi listrik. Listrik tersebut kemudian disimpan di baterai dan digunakan untuk menggerakkan motor listrik. Namun, kini ada perkembangan baru di mana hidrogen tidak lagi diubah menjadi listrik, melainkan langsung digunakan sebagai bahan bakar pembakaran di mesin.

Perusahaan teknologi mobilitas AVL bekerja sama dengan Suzuki Motor Corporation untuk mengembangkan teknologi terbaru ini. Dalam ajang Vienna Motor Symposium 2026, Suzuki memperkenalkan Swift sebagai kendaraan uji coba yang menggunakan mesin prototipe hidrogen bernama Hydrogen DI Technology.

Menurut laporan Rushlane, teknologi ini merupakan terobosan besar karena mesin dapat bekerja dalam dua mode pembakaran, yaitu lean combustion dan stoikiometri (Lambda=1), dengan bantuan sistem cooled EGR untuk mengatur proses pembakaran. Mode lean combustion umum digunakan pada mesin hidrogen karena lebih efisien. Namun, teknologi terbaru Suzuki dan AVL diklaim mampu memberikan performa lebih baik saat menggunakan mode Lambda=1.

Dalam mode tersebut, tenaga meningkat sekitar 10 kW dan torsi bertambah 20 Nm, sehingga total tenaga mencapai sekitar 100 kW dengan torsi 220 Nm. Teknologi ini menggunakan mesin 1.4 liter 4-silinder berbasis Suzuki. AVL menyebut sistem tersebut memiliki sejumlah keunggulan, seperti tenaga yang besar, operasi mesin yang stabil di berbagai mode pembakaran, sistem pendinginan udara yang lebih kuat, serta potensi untuk dikembangkan ke produksi massal di masa depan.

Di India, Menteri Transportasi Jalan dan Jalan Raya Nitin Gadkari terus mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan guna mengurangi emisi karbon. Saat ini, fokus pemerintah masih mengarah pada kendaraan listrik, hybrid, serta peningkatan campuran etanol dalam bahan bakar hingga 85 persen. Meski penggunaan etanol dianggap bisa mengurangi impor minyak mentah, banyak pengamat industri otomotif dan pecinta mobil masih memiliki kekhawatiran terhadap dampaknya.

Di sisi lain, hidrogen dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan bakar hijau masa depan. Salah satu contohnya sudah diterapkan di Cochin International Airport yang bekerja sama dengan BPCL untuk membangun stasiun hidrogen. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengoperasikan bus dan kendaraan hidrogen di area bandara.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan infrastruktur pendukung, hidrogen diperkirakan bisa menjadi salah satu solusi utama bagi masa depan industri otomotif dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Suzuki naik kelas, konsumen pilih 18 aksesori baru

8 Mei 2026

SUV 7 Penumpang Terbaik 2026 yang Disukai Indonesia, Nomor 7 Bikin Kompetitor Kewalahan!

8 Mei 2026

Banyak yang Menantikan, Honda Vario 160 2026 Dikabarkan Punya Tampilan Paling Gahar Tahun Ini

8 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Suzuki naik kelas, konsumen pilih 18 aksesori baru

8 Mei 2026

Rahasia plafon tinggi untuk rumah nyaman

8 Mei 2026

5 Fakta Menarik Stadio Olimpico, Markas Dua Klub Serie A

8 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi 5,6% Kuartal I: Mengapa Tak Terasa?

8 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?