Program Pasar Murah LPG 3 kg di Jember: Bantuan Tapi Masih Ada Kendala
Program pasar murah gas LPG 3 kilogram yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah berlangsung sejak 20 April 2026 dan akan berakhir pada 4 Mei 2026. Program ini dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga wilayah Jatimbalinus bekerja sama dengan Pemkab Jember. Tujuannya adalah untuk memastikan akses masyarakat terhadap LPG subsidi yang harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp 18.000 per tabung.
Pasar murah ini diselenggarakan di tiga kecamatan, yaitu Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari. Di setiap lokasi, tersedia sebanyak 300 tabung LPG 3 kg. Pembelian dibatasi satu tabung per orang dengan syarat menunjukkan identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga (KK). Langkah ini dilakukan agar distribusi tepat sasaran dan tidak terjadi pemborosan.
Warga Mengaku Terbantu Namun Masih Kesulitan Mendapatkan LPG
Meski program ini dianggap membantu, banyak warga masih kesulitan mendapatkan LPG subsidi. Seperti yang diungkapkan oleh Yuliana, warga Kelurahan Sempusari. Ia mengatakan bahwa meski hanya bisa membeli satu tabung, ia harus mencari ke toko jarak 2 kilometer dari rumah karena sulitnya mendapatkan LPG di tempat-tempat biasa.
Ia juga menyebutkan bahwa harga LPG di tingkat pengecer bisa mencapai Rp 20.000 per tabung. Hal ini membuatnya kewalahan, terutama karena ia membutuhkan gas setiap hari untuk memasak makanan khusus bagi ibunya yang sedang sakit.
Pasokan Dijamin Normal, Tapi Permintaan Meningkat
Di sisi lain, pihak agen memastikan bahwa pasokan LPG di Jember dalam kondisi normal. Pemilik agen, Maya Sofa, menyebutkan bahwa peningkatan permintaan memang terjadi, terutama sejak Ramadan. Namun, hal ini telah diimbangi dengan penambahan pasokan dari Pertamina.
Maya juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan. Ia menegaskan bahwa pasokan tetap stabil dan tidak ada kelangkaan yang signifikan.
DPRD Jember Soroti Dugaan Penimbunan
Meskipun pasokan disebut aman, kondisi di lapangan yang menunjukkan kesulitan akses membuat DPRD Jember mempertanyakan situasi tersebut. Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengaku heran karena kelangkaan masih terjadi meski Ramadan dan Lebaran telah berlalu.
Candra menduga ada potensi permainan oleh pihak tertentu, termasuk kemungkinan penimbunan atau spekulasi di tengah isu geopolitik global terkait energi. Ia juga meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan dan praktik oplosan LPG subsidi yang dijual sebagai nonsubsidi.
Harga LPG Nonsubsidi Tinggi, Berpotensi Memicu Penyalahgunaan
Saat ini, harga LPG nonsubsidi di Jember terpantau cukup tinggi. Untuk tabung 5,5 kilogram, harganya berkisar antara Rp 110.000 hingga Rp 112.000, sedangkan untuk ukuran 12 kilogram, harganya mencapai Rp 230.000 hingga Rp 237.000.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu penyalahgunaan LPG subsidi jika tidak diawasi dengan ketat. Pertamina Patra Niaga kembali mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.
Imbauan dari Pertamina Patra Niaga
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam keterangan tertulis menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET yakni Rp 18.000 untuk tabung 3 kilogram.


