Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Sudahkah Anak Siap Sekolah Bisa Lihat Perkembangan Kognitif dan Motoriknya
Nasional

Sudahkah Anak Siap Sekolah Bisa Lihat Perkembangan Kognitif dan Motoriknya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Sudahkah Anak Siap Sekolah? Bisa Lihat Perkembangan Kognitif dan Motoriknya
anak sekolah(Antara)

ASPEK perkembangan kognitif serta motorik kasar dan halus bisa menjadi perhatian dalam menilai kesiapan anak masuk sekolah. Hal ini disampaikan Psikolog klinis anak dan remaja, Michelle Brigitta Shanny. Perkembangan kognitif untuk masuk sekolah mencakup kemampuan anak untuk berpikir kritis, fokus atau konsentrasi, mengingat, dan memecahkan masalah sederhana.

“Ini adalah salah satu aspek kesiapan belajar yang sangat penting agar anak bisa mengikuti kegiatan belajar dan aktivitas di kelas dengan baik,” kata Michelle, Rabu (18/6).

Michelle mengatakan kesiapan kognitif membantu anak untuk ingat dan paham instruksi atau informasi penting, serta menghubungkan informasi baru dengan pengalaman sebelumnya. Kesiapan fokus juga bisa dilihat apakah anak bisa tetap berada dalam posisinya dalam rentang waktu delapan sampai 15 menit untuk anak usia empat sampai tujuh tahun. Michelle juga mengatakan, anak juga harus bisa menerima instruksi sederhana dan fokus mengerjakan perintah yang disampaikan guru.

Baca juga : Metode Belajar yang Tepat dapat Bantu Anak Kembangkan Kreativitas

“Bisa juga lihat dari apakah dia bisa nyelesain aktivitasnya sampai selesai, misal di tengah-tengah aktivitas anak ini mulai teralih fokusnya tapi ketika diarahkan kembali untuk kerjain lagi tugasnya dia bisa,” kata psikolog di Vajra Gandaria ini.

Menyiapkan fokus anak juga bisa dilatih dengan rajin bercerita dengan anak agar ia bisa menyimak cerita dari orang-orang terdekat dan bisa memilah mana yang harus difokuskan dan mana yang bisa diabaikan. Sementara itu motorik kasar juga penting untuk dibangun agar anak nantinya bisa belajar, bermain dan mandiri di lingkungan sekolah. Kesiapan ini juga nantinya berkaitan dengan kemampuan sosialnya ketika berinteraksi saat bermain, loncat, melempar dan lainnya.

“Kalau dia belum mulai matang motorik kasarnya, bisa muncul konflik misalnya ada kemungkinan teman-temannya jadi gak mau main bola bareng sama dia, motorik kasar yang matang bisa membantu anak mengikuti aktivitas fisik sekolah dan menjaga ketahanan tubuh selama hari belajar,” tutur lulusan Universitas Padjajaran ini.

Selain motorik kasar, motorik halus juga menjadi dasar anak siap sekolah yang nantinya berhubungan dengan memegang alat tulis, menggunting, serta mendukung kemandirian anak dengan bisa membuka botol, mengancing baju sendiri atau buka tutup resleting atau kotak makan. Sementara itu, Michelle mengingatkan orangtua untuk menjalin komunikasi dengan guru untuk memantau perkembangan anak secara menyeluruh, baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional.

Luangkan waktu juga untuk mendengar cerita anak terkait kegiatan di sekolah agar orang tua bisa menangkap dinamika yang dirasakan anak seperti perubahan suasana hati, semangat belajar atau pola bermain. Jika perlu orangtua juga dapat bekerja sama dengan psikolog sekolah untuk melakukan asesmen perkembangan secara berkala.(M-2)

anak Bisa dan Kognitif Lihat Motoriknya Perkembangan Sekolah Siap Sudahkah
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?