Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • Mengapa Warna Bulu Kucing Berubah Saat Tua?
  • Santri Al-Falah Nobar Film Pesta Babi, Diberi Peringatan
  • Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian
  • Pertamina dan AS Perkuat Kemitraan Energi, Bahas Impor Minyak Mentah
  • Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial
  • Jogja Hari Ini: Tersangka Baru Segera Ditetapkan
  • Spalletti Minta 6-7 Pemain Baru untuk Juventus Jelang Target Man Utd
  • Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Sopir Masih Muda, Ini Kondisi Sopir Bus yang Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Krapyak Semarang
Nasional

Sopir Masih Muda, Ini Kondisi Sopir Bus yang Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Krapyak Semarang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fakta Baru Terungkap dalam Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans

Dalam penyelidikan kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans yang terjadi di Simpang Susun Krapyak, Tol Dalam Kota Semarang, muncul fakta baru mengenai pengemudi bus tersebut. Sopir yang terlibat dalam peristiwa maut ini diketahui masih tergolong baru dalam menjalani rute jarak jauh.

Informasi tersebut disampaikan oleh Robi Sugianto (51), kernet bus asal Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang selamat dari kecelakaan dan kini masih menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang. Menurut keterangan Robi, sopir bus tersebut hanya melakukan dua kali perjalanan pulang-pergi (PP) untuk rute Bogor–Yogyakarta sebelum kecelakaan terjadi.

“Sopirnya baru dua kali PP. Tadinya kan sudah reyen empat hari, terus jalan baru dua PP ini kecelakaan,” ujar Robi dengan suara pelan sambil menahan nyeri. Ia juga menyebutkan bahwa sopir bus masih berusia muda dan berasal dari Padang, Sumatera Barat.

Penyebab Kecelakaan Masih dalam Penyelidikan

Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Sopir bus yang mengalami luka ringan kini telah dimintai keterangan oleh aparat. Robi juga menyampaikan bahwa selama perjalanan, ia tidak merasakan bus melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kalau ngebut sepertinya tidak. Sepertinya jalan biasa,” ungkap dia. Meski demikian, kecelakaan terjadi saat bus tiba-tiba miring ke kanan. Robi yang duduk di paling depan bersama sopir mengaku sempat sadar sejenak sebelum akhirnya tergeletak di tengah jalan dengan rasa sakit hebat di kakinya.

Situasi di Rumah Sakit Setelah Kecelakaan

Di IGD RSUD dr. Adhyatma MPH, suasana masih dipenuhi aktivitas penanganan korban kecelakaan. Tangis keluarga, langkah cepat tenaga medis, dan aroma obat-obatan bercampur menjadi satu. Sebanyak sembilan korban luka dirawat di rumah sakit tersebut. Mereka merupakan bagian dari 17 korban luka, sementara 16 penumpang lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal yang terjadi pada Senin dini hari pukul 00.45 WIB.

Robi terbaring lemas dengan kaki kanan bengkak dan diperban tebal akibat patah tulang. Kepalanya juga dibalut perban. Meski menahan nyeri, kesadarannya masih penuh. Dia ditemani keluarga yang menunggu di dekatnya, dengan wajah cemas dan penuh harap.

Peran Sopir dan Penanganan Korban

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi saat bus PO Cahaya Trans melaju dari Bogor menuju Yogyakarta dan diduga kehilangan kendali sebelum menabrak pagar pembatas jalan di Simpang Susun Krapyak. Sebanyak 15 penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Tugu.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Dia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal dan profesional. “Seluruh korban, baik meninggal maupun luka-luka, kami pastikan mendapatkan pelayanan yang maksimal,” kata Kapolda.

Menurut informasi yang diperoleh, pengemudi bus merupakan sopir cadangan dan saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.

Penanganan Medis di Rumah Sakit

Plt Direktur RSUD dr. Adhyatma MPH, Kinetika Sinantri menegaskan pihaknya akan terus memberikan penanganan terbaik bagi para korban luka yang masih dirawat. “Kami turut berduka cita bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Untuk korban luka, tim medis bekerja maksimal sesuai prosedur,” pungkas dia.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian

17 Mei 2026

Ahli komunikasi ingatkan bahaya hukum publik di media sosial

17 Mei 2026

Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengapa Warna Bulu Kucing Berubah Saat Tua?

17 Mei 2026

Santri Al-Falah Nobar Film Pesta Babi, Diberi Peringatan

17 Mei 2026

Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian

17 Mei 2026

Pertamina dan AS Perkuat Kemitraan Energi, Bahas Impor Minyak Mentah

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?