Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 10 Juni 2026
Trending
  • Ramalan Keuangan Shio Besok: Karier, Bisnis, dan Keberuntungan Finansial
  • iCar V23 Z iWD Tahun 2026: Harga Terbaru!
  • Fitur Unggulan HUAWEI WATCH FIT 5, Jam Tangan Pintar Kekinian
  • Sarwendah Akui Mudah Raup Rp200 Juta, Penghasilan Bulanan Eks Ruben Onsu dari Live Tembus Rp1,43 Miliar
  • 6 Fakta Mengejutkan Kematian Anak Perempuan di Sragen, Luka Jadi Sorotan
  • GOR Jambi Rusak Parah, Plafon Jebol dan Dinding Tercoreng
  • Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Unggulan, Ekuador dan Pantai Gading Siap Bersaing
  • Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Tanjung Priok Juni 2026: Tiket Mulai Rp237.500 dengan Diskon
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian
Hukum

Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

KISAH TRAGIS: Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia Akibat Serangan Tawon Saat Istirahat di Gubuk

Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, yang menewaskan dua korban jiwa. Korban merupakan sepasang suami istri yang tewas akibat serangan tawon saat sedang beristirahat di gubuk setelah bekerja di kebun. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya yang bisa datang dari lingkungan sekitar.

Kronologi Kejadian

Pasangan suami istri Dewa Ketut Suparta (69) dan Dewa Ayu Made Gati (56) berasal dari Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Mereka datang ke kebun miliknya di wilayah Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Tujuan mereka adalah untuk menggarap kebun, yang memang rutin dilakukan meskipun usia mereka sudah cukup tua.

Pukul 15.00 Wita, setelah selesai bekerja, keduanya berniat beristirahat di sebuah gubuk yang ada di kebun tersebut. Sebelum beristirahat, sang istri ingin memindahkan daun kelapa kering atau danyuh yang berada di bawah bale-bale atau gubuk. Namun, saat daun itu diangkat, ternyata di bawahnya terdapat sarang tawon besar. Sarang tersebut terganggu, sehingga gerombolan tawon langsung menyerang kedua korban.

Dewa Ayu Gati dan Dewa Suparta panik dan berusaha melarikan diri secara terpisah. Sayangnya, Dewa Suparta jatuh setelah berlari beberapa meter dari gubuk. Kepala korban terbentur akar pohon. Gerombolan tawon terus menyerang hingga korban tidak sadarkan diri. Sementara itu, Dewa Ayu Gati berhasil diselamatkan oleh saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Ia dievakuasi ke Puskesmas I Mendoyo untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah mendapat perawatan, ia diperbolehkan pulang sekitar pukul 18.00 Wita. Namun, keesokan harinya, warga menemukan Dewa Suparta dalam keadaan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke rumah duka di Banjar Munduk Anggrek.

Di saat yang sama, kondisi Dewa Ayu Gati memburuk. Malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, ia mengalami kejang-kejang di rumahnya. Keluarga membawanya kembali ke Puskesmas, namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter piket, korban dinyatakan meninggal setelah tiba di Puskesmas I Mendoyo sekitar pukul 20.30 Wita.

Penjelasan dari Polisi

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan fisik terhadap Dewa Suparta menunjukkan adanya benjol di bagian belakang telinga kanan, serta lebam pada punggung. Ada bekas sengatan tawon, luka pada dahi, dan bibir bawah. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban sudah meninggal lebih dari dua jam sebelum ditemukan.

“Pihak keluarga menyatakan ikhlas dengan kejadian tersebut,” ujar Kompol Sartika, Rabu 21 Januari 2026.

Peringatan bagi Warga

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi warga untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat berada di gubuk atau rumah. Mereka harus memperhatikan potensi adanya sarang tawon karena sengatan tawon bisa sangat berbahaya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

6 Fakta Mengejutkan Kematian Anak Perempuan di Sragen, Luka Jadi Sorotan

10 Juni 2026

Terpopuler Kalsel – Tersangka Korupsi Disdik Banjarmasin Ditangkap

9 Juni 2026

Rangkuman Sidang 3 TNI dalam Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Vonis Ditetapkan Hari Ini

9 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Keuangan Shio Besok: Karier, Bisnis, dan Keberuntungan Finansial

10 Juni 2026

iCar V23 Z iWD Tahun 2026: Harga Terbaru!

10 Juni 2026

Fitur Unggulan HUAWEI WATCH FIT 5, Jam Tangan Pintar Kekinian

10 Juni 2026

Sarwendah Akui Mudah Raup Rp200 Juta, Penghasilan Bulanan Eks Ruben Onsu dari Live Tembus Rp1,43 Miliar

10 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?