Peningkatan Pengamanan di Kawasan Kota Lama Surabaya Mulai Januari 2026
Mulai Januari 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya akan memperkuat pengamanan dan ketertiban di kawasan wisata Kota Lama. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan satu kompi pengamanan terpadu untuk menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara berlapis dengan memperluas titik penjagaan, menambah personil, mengklasifikasikan potensi tindak kriminal, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi, khususnya dengan kepolisian. Penambahan personel ini telah diberlakukan pekan ini sebagai respons atas situasi yang semakin dinamis.
Skema Patroli Petugas Satpol PP Surabaya
Menurut Zaini, satu regu yang terdiri dari 10 personil disiagakan secara menetap di kawasan Kota Lama zona Eropa karena kawasan ini cukup padat. Sementara itu, satu regu lainnya melakukan patroli menggunakan kendaraan di Kota Lama zona kawasan Pecinan dan sekitarnya. Selain itu, Satpol PP juga menyiagakan satu regu tambahan untuk patroli wilayah Surabaya Utara dengan koordinasi bersama Satpol PP Kecamatan.
“Pengamanan kami buat berlapis. Ada yang standby di lokasi, ada yang patroli mobile di Kota Lama dan Pecinan, serta ada regu mobile di wilayah utara. Semua bergerak dalam satu kompi pengamanan,” ujarnya.
Jam Penjagaan Dibagi dalam Dua Shift
Untuk memastikan pengamanan optimal sepanjang hari, jam penjagaan dibagi dalam dua shift, yakni pukul 06.00–18.00 WIB dan pukul 18.00–06.00 WIB. Menurut Zaini, skema ini diterapkan agar pengamanan berjalan efektif, terutama pada malam hari saat kunjungan wisata meningkat.
Selain mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Satpol PP juga fokus pada penertiban jukir liar, potensi premanisme, PKL liar, serta pengawasan aktivitas remaja di bawah umur pada malam hari. Anak-anak berusia di bawah 18 tahun yang masih berada di kawasan wisata di atas pukul 22.00 WIB akan diimbau untuk kembali ke rumah.
Tertibkan Juru Parkir Liar
Tujuan utama dari penguatan pengamanan ini adalah memastikan masyarakat nyaman menikmati Kota Lama. Zaini menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan motor bisa tenang, tidak takut kehilangan seperti kejadian curanmor yang kemarin berhasil digagalkan oleh anggota Satpol PP bersama polisi.
Koordinasi Lintas Instansi
Untuk pelaksanaan pengamanan, Satpol PP terus berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur kewilayahan lainnya. Menurut Zaini, pengamanan kawasan wisata tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Ia menjelaskan bahwa semua pihak saling berkoordinasi dan mengingatkan tanpa adanya sekat antara Satpol PP, kepolisian, maupun unsur lainnya.
Peran Masyarakat dalam Keamanan
Zaini juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan dengan tidak parkir sembarangan serta mengunci kendaraan dengan baik. Ia menekankan bahwa warga harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Keamanan akan kuat jika petugas dan masyarakat sama-sama peduli.



