Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Dari pasar narkoba ke sekolah terbaik dunia: kisah suatu sekolah di Brasil
    Nasional

    Dari pasar narkoba ke sekolah terbaik dunia: kisah suatu sekolah di Brasil

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 February 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjalanan Transformasi Sekolah yang Mengubah Kehidupan



    Pada tahun 2016, Régis Marques menerima panggilan dari dewan pendidikan setempat yang mengubah hidupnya. Meskipun sempat ragu untuk ditempatkan sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Negeri Parque dos Sonhos, ia memutuskan untuk menerima tantangan tersebut.

    “Saya mengamati sekolah itu secara online. Cerita pertama yang saya temukan menyebutkan lingkungan sekolah itu tidak aman dan rawan tindak kekerasan. Laporan lain menggambarkan pencurian dan perampokan di sekolah,” kenang Marques yang semula merupakan guru sejarah.

    “Laporan lain lagi, ada pengedar narkoba masuk ke sekolah dan membuat kacau selama sebuah festival.”

    Ia terkejut dengan situasi sekolah yang terletak di Cubatão di pesisir Negara Bagian São Paulo, Brasil ini. Dengan reputasi yang begitu buruk, Parque dos Sonhos bahkan dijuluki Parque dos Pesadelos atau Taman Mimpi Buruk.

    “Saya berpikir, ‘Ya Tuhan, apakah saya benar-benar akan pergi ke sekolah itu?'”

    Hampir 10 tahun kemudian, terjadi transformasi positif sekolah yang sangat dramatis. Pada 2025, sekolah tersebut menerima penghargaan sebagai ‘Sekolah Terbaik di Dunia’ dalam kategori Mengatasi Kesulitan. Penghargaan ini diselenggarakan oleh T4 Education yang berbasis di UK.



    Parque dos Sonhos didirikan pada 2014 untuk melayani anak-anak di komunitas tersebut. Komunitas itu terbentuk pada 2013 yang berisi keluarga-keluarga pindahan dari area rawan longsor di Pegunungan Serra do Mar, pegunungan di bagian tenggara Brasil.



    Daerah tempat komunitas ini bermukim minim infrastruktur. Bentangannya hanya berupa hutan, sungai, dan sejumlah kecil rumah. Akibatnya, orang-orang dari luar komunitas sekolah mudah memasuki area sekolah tanpa izin.

    “Seringkali kami menemukan botol kokain, kondom bekas, pakaian bekas, seprai, botol alkohol, dan barang-barang semacam itu,” kenang Marques.

    “Pada hari kedua saya menjabat sebagai kepala sekolah, kantor saya diserang dengan batu.”

    Pada awal 2016, hanya 116 siswa yang terdaftar. Jumlah itu jauh di bawah kapasitas sekolah. “Setengah dari siswa telah meminta pindah karena mereka tidak ingin belajar di sini akibat kekerasan, serangan, dan dampak dari pencurian,” kata Marques.

    Ia pun menetapkan tujuan ambisius, yakni mengubah salah satu sekolah paling rentan di wilayah tersebut menjadi sekolah terbaik di negara bagian dalam lima tahun.

    Kekuatan Transformasi

    Target Marques tersebut terasa tidak masuk akal. Hal ini diceritakan oleh guru bahasa Portugis, Maria de Lourdes Amorim, yang telah mengajar selama 32 tahun.

    “Bayangkan, seorang pemuda dari São Paulo berbicara kepada sekelompok guru yang lebih tua darinya, dengan pengalaman jauh lebih banyak di bidang pendidikan,” ujar Amorim.

    “Kami melihatnya dan berkata, ‘Kamu gila?'”

    Namun, Marques tak berhenti.



    Langkah pertama yang dilakukan adalah memperbaiki bangunan, yaitu dinding, lantai, dan furnitur. Dengan dana terbatas, sekolah mencari bantuan dari perusahaan swasta dengan mengirimkan 135 surat, hingga berhasil mengumpulkan sekitar US$18.800 atau setara Rp316,5 juta.

    Selain itu, hubungan dengan komunitas juga diperkuat. Beberapa cara dilakukan, seperti membuka kursus persiapan untuk ujian masuk universitas dan pengembangan karier di sektor publik yang dijalankan staf sekolah. Kemudian, sekolah untuk warga sekitar pada akhir pekan juga mulai dibuka.

    Ana Gabriela Lima, seorang warga setempat, menyaksikan perjuangan awal sekolah. Anak sulungnya menjadi bagian dari kelompok siswa pertama, dan dia bergabung dengan tim relawan awal.

    “Sekolah membutuhkan dukungan. Jadi, saya meminta ibu-ibu lain untuk membantu. Kami membersihkan sekolah, bekerja di dapur, dan membantu apa pun yang dibutuhkan guru,” ucapnya.

    Lima kini bekerja di sekolah untuk mendukung siswa dengan disabilitas.



    Sekolah tersebut juga memperluas kurikulumnya, melampaui mata pelajaran tradisional. Saat ini, sekolah yang sempat bergulat dengan reputasi buruk ini menawarkan 23 mata pelajaran yang beragam, mulai dari memasak hingga olahraga, termasuk aktivitas yang jarang ditemukan di sekolah umum seperti bulu tangkis dan seluncur es.

    “Pada saat yang sama, kami mulai mendengarkan siswa kami dan mengadopsi pendekatan yang lebih humanis yang benar-benar berfokus pada mereka,” jelas Marques.



    Bagi siswa, perubahan ini telah mengubah cara mereka berinteraksi dengan lingkungan sekolah dan tuntutan jadwal yang penuh. “Awalnya saya pikir ini hanya ruang kelas biasa dan tidak terlalu menyukainya,” kata Ester, murid berusia 12 tahun yang telah belajar di Parque dos Sonhos selama tujuh tahun.

    “Tapi sekolah mulai menawarkan mata pelajaran baru, dan sekarang benar-benar keren, karena kita tidak hanya berada di dalam ruang kelas.”

    Ester menemukan minatnya di kelas teater, yang diadakan di akhir jam sekolah.

    Terinspirasi dari Model Kuba

    Selain pengembangan di lingkungan sekolah, Marques yang mengaku terinspirasi dengan model pendidikan Kuba memulai inisiatif berupa mengunjungi keluarga siswa di rumah mereka. Program yang disebut “Sekolah Datang ke Rumah Anda” mengidentifikasi siswa yang sering absen atau punya perilaku khusus. Tim sekolah kemudian menjadwalkan pertemuan dengan orang tua atau wali mereka pada akhir pekan.

    Ini adalah cara untuk memahami realitas siswa di luar dinding sekolah, karena banyak dari mereka menghadapi kondisi sulit bahkan sebelum masuk ke kelas.

    “Ini adalah cara untuk menempatkan diri di posisi siswa, melihat tantangan yang mereka hadapi dan seperti apa kehidupan rumah tangga mereka,” jelas Marques.

    “Ada banyak masalah yang seringkali tidak terlihat oleh guru.”

    Koridor sekolah juga menceritakan sebuah kisah. Setiap pintu kelas di Parque dos Sonhos dihiasi dengan lukisan graffiti potret tokoh-tokoh sejarah yang terkait dengan perjuangan global untuk hak asasi manusia. Tokoh hak asasi manusia yang dimaksud, termasuk Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Malala Yousafzai, Pepe Mujica. Ada juga tokoh-tokoh Brasil yang terkenal, Marielle Franco dan Paulo Freire.



    Ilustrasi-ilustrasi ini telah menimbulkan kontroversi, dengan beberapa pihak, seperti gerakan Escola Sem Partido (Sekolah Tanpa Partai) yang berkata hal itu menciptakan polarisasi politik. Gerakan tersebut meminta “indoktrinasi ideologis” di sekolah-sekolah dihentikan.

    Marques mengaku tidak takut dengan kritik dan menekankan bahwa fokus sekolah adalah persatuan dan non-kekerasan. “Non-kekerasan bukan tentang berbalas melawan. Non-kekerasan adalah tentang mempertanyakan sistem yang menindas Anda,” kata Marques.

    ‘Terbaik di Dunia’



    Ketika kabar tersiar pada September bahwa Parque dos Sonhos menjadi finalis dan menjadi pemenang penghargaan Sekolah Terbaik Dunia 2025, reaksi para siswa yang berkumpul di aula sekolah tersebut sangat meriah.

    “Situasinya sangat emosional. Orang-orang menangis. Saya juga merasa emosional saat mengetahui kami meraih posisi teratas. Saya merasa ingin menangis,” kata Ester.

    Transformasi yang membawa sekolah ini meraih pengakuan internasional juga tercermin dalam hasil akademiknya. Selama satu dekade terakhir, skor sekolah pada indeks pendidikan yang mengukur kualitas sekolah naik hampir dua kali lipat dalam hasil belajarnya.

    Bagi banyak guru di sana, kesuksesan juga diukur dari jumlah hidup yang berubah dan masa depan yang kembali menemukan arah. “Sekolah kami telah berkembang. Bagi kami, yang penting adalah bagaimana siswa kami hari ini, dan bagaimana masa depan mereka,” kata seorang pendidik, Maria de Lourdes.

    Marques menjelaskan sekolah ini masih belum sempurna dan ada area yang perlu ditingkatkan. Namun, melihat sejauh mana sekolah ini telah berkembang, ia mengatakan masa depan terlihat menjanjikan, dengan rencana untuk bekerjasama dengan sekolah tetangga.

    “Bayangkan sebuah sekolah yang hampir tutup pada 2016 karena tidak ada siswa, dan kini akan memulai 2026 dengan 1.200 siswa. Itu sangat menggembirakan.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?