Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 18 Mei 2026
Trending
  • Maxi Tour Boemi Nusantara Jelajahi Surga Wisata di Pintu Gerbang Sumatera Menuju Etape 3
  • Promo Asmo Kalbar di Bulan Mei, DP Mulai Rp900 Ribu
  • Data besar keanekaragaman hayati dan masa depan penelitian Indonesia
  • Kapal Perang Canggih Belanda Berlabuh di Surabaya, Kuatkan Maritim dan Ekonomi
  • Suami Tega Cekik Istri Hingga Tewas, Serahkan Diri ke Polisi
  • Rekam Jejak Roy Riady, Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun, Mantan JPU KPK 7 Tahun
  • Prediksi Skor Leverkusen vs Hamburger SV Bundesliga 16 Mei 2026 Pukul 20.30 WIB
  • Mahasiswa, JKA, Tukin, dan Pokir: Mengapa Kesehatan Rakyat yang Jadi Taruhan?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Rupiah menguat di awal perdagangan, menghadapi tekanan dari kebijakan moneter yang longgar
Nasional

Rupiah menguat di awal perdagangan, menghadapi tekanan dari kebijakan moneter yang longgar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi Masih Ada Risiko Pelemahan

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pada hari Selasa, 30 Desember 2025, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka pada level Rp16.773 per dolar AS, naik 15 poin atau sekitar 0,09 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Meski demikian, pengamat pasar uang dan Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyatakan bahwa masih ada risiko pelemahan rupiah dalam jangka pendek. Hal ini dipengaruhi oleh prospek pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang akan datang. Selain itu, kebijakan stimulus pemerintah yang dikeluarkan di akhir tahun juga turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

“Rupiah masih dibayangi oleh prospek kebijakan moneter BI yang longgar dan stimulus pemerintah sehingga menekan nilai tukar rupiah vs dolar AS,” kata Ariston kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ariston menambahkan bahwa sentimen negatif lainnya berasal dari bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatra dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi nasional, yang berdampak langsung pada pergerakan rupiah.

“Bencana alam yang terjadi di Sumatra dan daerah lain di Indonesia juga memberikan sentimen negatif ke rupiah karena bencana ini menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar dia.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (29/12) sore, melemah 43 poin atau sekitar 0,26 persen ke level Rp16.788 per dolar AS. Kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), menempatkan rupiah di posisi Rp16.788 per dolar AS.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain:

  • Kebijakan moneter BI: Prospek pelonggaran kebijakan moneter yang akan datang dapat memengaruhi tingkat suku bunga dan arus modal masuk atau keluar.
  • Stimulus pemerintah: Pengeluaran besar-besaran pemerintah di akhir tahun bisa memengaruhi permintaan valuta asing.
  • Bencana alam: Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan meningkatkan ketidakpastian.
  • Pergerakan global: Perubahan harga minyak mentah, situasi politik di luar negeri, serta perkembangan ekonomi dunia juga berdampak pada rupiah.

Prediksi dan Rekomendasi

Menurut analisis Ariston, meskipun rupiah mengalami penguatan awal, investor dan pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap risiko pelemahan di masa depan. Ia menyarankan para pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter BI dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Dalam hal ini, kebijakan pemerintah yang transparan dan responsif terhadap bencana alam akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Perkembangan Terkini

Pada hari Senin, 29 Desember 2025, rupiah mengalami penurunan sebesar 43 poin atau 0,26 persen, mencapai level Rp16.788 per dolar AS. Sementara itu, Jisdor menunjukkan angka yang sama, yaitu Rp16.788 per dolar AS.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Maxi Tour Boemi Nusantara Jelajahi Surga Wisata di Pintu Gerbang Sumatera Menuju Etape 3

18 Mei 2026

Kapal Perang Canggih Belanda Berlabuh di Surabaya, Kuatkan Maritim dan Ekonomi

18 Mei 2026

Ancaman Nyata Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026! Hiroshi Aoyama Bocorkan Bahaya yang Mengancam Mimpi Podiumnya

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Maxi Tour Boemi Nusantara Jelajahi Surga Wisata di Pintu Gerbang Sumatera Menuju Etape 3

18 Mei 2026

Promo Asmo Kalbar di Bulan Mei, DP Mulai Rp900 Ribu

18 Mei 2026

Data besar keanekaragaman hayati dan masa depan penelitian Indonesia

18 Mei 2026

Kapal Perang Canggih Belanda Berlabuh di Surabaya, Kuatkan Maritim dan Ekonomi

18 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?