Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 24 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Mahasiswa, JKA, Tukin, dan Pokir: Mengapa Kesehatan Rakyat yang Jadi Taruhan?
Ragam

Mahasiswa, JKA, Tukin, dan Pokir: Mengapa Kesehatan Rakyat yang Jadi Taruhan?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Gelombang Demonstrasi Mahasiswa Aceh dan Kritik terhadap Pengelolaan Anggaran Daerah

Demonstrasi mahasiswa yang terus-menerus berlangsung di Aceh, dengan tuntutan pencabutan Pergub JKA, telah menjadi topik utama yang memicu diskusi serius di kalangan masyarakat. Tidak hanya menjadi perbincangan di dunia maya oleh praktisi dan aktivis, isu ini juga menjadi pembuka percakapan di warung kopi, mulai dari Keude Kupi Hasan Tualang Cut Aceh Tamiang hingga ke Ujong Patihah, Nagan Raya.

Banyak pihak menganggap bahwa aksi para mahasiswa bukan sekadar luapan emosi generasi muda, melainkan sebagai alarm keras atas ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran daerah. Sebagai mantan anggota DPRA dua periode (2014–2019 dan 2019–2024), saya melihat ada fakta yang patut dicermati lebih dalam.

Di balik teriakan dan amarah para mahasiswa di jalanan, tersimpan data yang mencengangkan: dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRA membengkak hingga hampir Rp 1 triliun, jauh melampaui batas normatif sebesar Rp 324 miliar. Ketika rakyat dipaksa menerima kebijakan desil JKA yang terkesan dipaksakan, publik justru mendapati sebagian anggota dewan menikmati alokasi dana sebesar Rp 10–40 miliar per orang.

Jurang ketimpangan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa kesehatan rakyat dikorbankan demi kepentingan politik. Ironisnya, dari mulut para anggota dewan terdengar suara yang juga menuntut pencabutan Pergub JKA, seakan-akan mereka sama sekali tidak terlibat dalam kekacauan ini.

JKA di Antara Tukin dan Pokir DPRA

Kondisi keuangan Pemerintah Aceh saat ini tengah berada dalam titik nadir yang mengkhawatirkan, terutama terkait keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Akar permasalahannya cukup gamblang: pemerintah tidak mampu membiayai dana JKA karena anggaran yang sebelumnya telah dialokasikan justru dipergunakan untuk membayar tunjangan kinerja di lingkup Pemerintah Aceh.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Aceh menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menyesuaikan kemampuan keuangan terhadap premi JKA dengan mengelompokkan rakyat Aceh pada desil-desil tertentu. Namun, kebijakan desil ini nyatanya menjadi api dalam sekam. Pengelompokan tersebut memicu persoalan baru karena status desil yang ditetapkan seringkali tidak sinkron dengan kondisi riil di masyarakat.

Ketidakadilan administratif ini memicu gelombang protes, termasuk aksi demonstrasi mahasiswa yang berlarut-larut hingga berujung pada konsekuensi hukum pidana. Membenturkan mahasiswa dengan pemerintah melalui konflik yang berakhir di meja hijau adalah sebuah kejahatan sosial yang seharusnya bisa dihindari jika transparansi menjadi panglima.

Anggaran Pokir yang Mengkhawatirkan

Di balik krisis JKA ini, terdapat sektor anggaran lain yang menyerap dana dalam jumlah fantastis, yakni Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRA. Berdasarkan estimasi, angka Pokir ini disinyalir menyentuh angka hampir Rp 1 triliun rupiah. Padahal, jika merujuk pada ketentuan normatif, setiap anggota DPRA secara ideal hanya mendapatkan peluang pagu sekitar Rp 4 miliar.

Dengan total 81 anggota, seharusnya anggaran yang terserap hanya berkisar Rp 324 miliar. Realita di lapangan menunjukkan praktik yang jauh berbeda. Terjadi ketimpangan luar biasa di mana anggota DPRA dari partai pengusung Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih mendapatkan alokasi yang sangat jauh melampaui anggota lainnya—mulai dari Rp 10 miliar hingga Rp 40 miliar per anggota. Belum lagi bagian untuk unsur pimpinan dan elite partai di dalamnya.

Ketimpangan angka yang drastis ini pun sebenarnya telah memicu keluhan di internal dewan sendiri karena adanya jurang perbedaan yang sangat mencolok. Isu mengenai pembengkakan dan ketimpangan Pokir ini hanya bisa dibuktikan jika Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) memiliki keberanian untuk membuka data dan fakta tersebut ke publik.

Solusi yang Harus Diambil

Solusi paling konkret adalah keberanian Pemerintah Aceh untuk menormalisasi Pokir DPRA yang fantastis tersebut. Jika normalisasi Pokir DPRA berhasil dilaksanakan, maka masalah premi JKA dipastikan bukan lagi menjadi beban yang menghimpit keuangan daerah. Langkah ini seharusnya sangat mungkin dilakukan, mengingat Gubernur Aceh saat ini merupakan ketua partai pemenang yang menguasai parlemen.

Sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif ini harusnya menjadi jalan lapang untuk mengutamakan kesehatan rakyat di atas segalanya. Semoga kita rakyat Aceh selalu hidup sejahtera sebagaimana cita-cita para pendahulu.

Untuk menyemangati perjuangan mahasiswa, saya ingin menutup tulisan ini dengan cuplikan lirik lagu Bongkar milik Iwan Fals dan Swami:

“Kalau cinta sudah dibuang

Jangan harap keadilan akan datang

Kesedihan hanya tontonan

Bagi mereka yang diperkuda jabatan

Oh oh ya oh ya oh ya, bongkar

Oh oh ya oh ya oh ya, bongkar

Sabar sabar sabar dan tunggu

Itu jawaban yang kami terima

Ternyata kita harus ke jalan

Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Oh oh ya oh ya oh ya, bongkar

Oh oh ya oh ya oh ya, bongkar

Oh oh ya oh ya oh ya, bongkar

Oh oh ya oh ya oh ya, bongkar

Penindasan serta kesewenang-wenangan

Banyak lagi t’ramat banyak untuk disebutkan

Hoi! hentikan hentikan jangan diteruskan

Kami muak dengan ketidakpastian

Dan keserakahan

Di jalanan kami sandarkan cita cita

Sebab di rumah tak ada

Lagi yang bisa dipercaya

Orang tua pandanglah kami s’bagai manusia

Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta.”

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 Agustus 2026

Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

31 Agustus 2026

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?