Tantangan Berat bagi Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan besar dalam ajang Moto3 Catalunya 2026 yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Spanyol, pada 15 hingga 17 Mei 2026. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan peringatan keras terkait karakter trek yang cepat, lebar, dan sulit ditebak. Selain itu, Veda Ega juga harus memulai kualifikasi dari sesi Q1 setelah hanya finis di posisi ke-19 pada latihan bebas Jumat (15/5/2026).
Moto3 Catalunya 2026 menjadi ujian penting bagi Veda Ega Pratama yang sedang berjuang untuk menempati posisi papan atas klasemen sementara Moto3 musim ini. Saat ini, pembalap asal Gunungkidul tersebut berada di posisi kelima klasemen dengan koleksi 50 poin.
Kenapa Sirkuit Catalunya Dianggap Berbahaya?
Menurut manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, Sirkuit Catalunya bukanlah trek biasa untuk pembalap Moto3. Trek ini memiliki kombinasi lintasan lurus panjang, tikungan cepat, hingga chicane teknis yang membuat para pembalap harus terus beradaptasi sepanjang akhir pekan balapan.
“Sekarang kita menuju Grand Prix Catalunya, sirkuit yang sangat istimewa dan salah satu trek terbesar di kalender. Awalnya ini adalah sirkuit Formula Satu, jadi bagi sepeda motor terasa sangat lebar dan cepat, dengan lintasan lurus yang panjang, tikungan cepat, dan beberapa chicane teknis yang selalu menciptakan balapan yang menarik dan banyak peluang untuk menyalip,” ujar Aoyama.
Aoyama juga menegaskan bahwa kondisi trek di Catalunya sangat mudah berubah dan bisa memengaruhi performa pembalap dalam waktu singkat. Faktor angin dan grip lintasan disebut menjadi ancaman terbesar bagi para rider muda seperti Veda Ega.
“Secara teknis, ini bukan trek yang mudah karena kondisi dapat berubah banyak selama akhir pekan. Tingkat cengkeraman selalu berubah dan angin dapat menjadi faktor penting di sini, sehingga para pembalap perlu beradaptasi terus-menerus,” kata Aoyama.
Veda Ega Gagal Lolos Langsung ke Q2
Perjalanan Veda Ega Pratama pada hari pertama Moto3 Catalunya 2026 berjalan cukup berat. Pada sesi Free Practice 1, pembalap Honda Team Asia itu hanya mampu finis di posisi ke-23. Situasi belum membaik saat practice berlangsung Jumat sore. Veda Ega hanya mencatat posisi ke-19 sehingga gagal mengamankan tiket langsung menuju Q2.
Hasil tersebut membuat Veda Ega harus memulai kualifikasi dari sesi Q1 untuk kedua kalinya sepanjang Moto3 2026. Sebelumnya, rookie Indonesia itu tampil cukup konsisten dengan empat kali lolos otomatis ke Q2 dalam lima seri practice sebelumnya.
Honda Team Asia mengungkapkan bahwa Veda Ega sempat kehilangan peluang memperbaiki catatan waktu akibat pelanggaran track limit. Setelah itu, upaya terakhirnya juga terganggu traffic ketika sedang melakukan time attack.
“Untuk kali kedua musim ini, Veda Ega Pratama akan memulai kualifikasi dari Q1. Sang rookie Indonesia nampak kesulitan sepanjang sesi. Di tengah upaya untuk membuat peningkatan, catatan waktunya sempat dibatalkan karena pelanggaran track limit,” tulis Honda Team Asia.
“Kemudian pada run terakhirnya, ia terhalang traffic jelang akhir sesi sehingga menempatkannya di posisi ke-19,” lanjut pernyataan tersebut.
Peluang Comeback Masih Terbuka
Meski harus memulai dari Q1, peluang Veda Ega menciptakan kejutan di Catalunya masih terbuka lebar. Pembalap 17 tahun tersebut beberapa kali menunjukkan kemampuan comeback impresif sepanjang musim debutnya di Moto3.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada Moto3 Spanyol di Jerez. Saat itu, Veda Ega hanya start dari posisi ke-17, namun berhasil finis di posisi keenam setelah tampil agresif sepanjang balapan.
Catatan tersebut membuat peluang Veda Ega tetap diperhitungkan pada race Moto3 Catalunya 2026. Terlebih karakter balapan Moto3 sering menghadirkan pertarungan rombongan besar yang memungkinkan perubahan posisi terjadi sangat cepat.
Pada hari kedua Moto3 Catalunya, Veda Ega akan memulai aktivitas lewat FP2 pukul 13.40 WIB. Setelah itu, sesi Q1 berlangsung pukul 17.45 WIB sebelum dilanjutkan Q2 pada pukul 18.10 WIB.
Balapan utama Moto3 Catalunya 2026 diprediksi menjadi salah satu race paling krusial bagi Veda Ega musim ini. Selisih poin di papan atas klasemen masih sangat ketat sehingga peluang naik posisi masih terbuka.
Klasemen Moto3 2026 Makin Ketat
Persaingan klasemen Moto3 2026 kini berlangsung sangat panas. Veda Ega Pratama yang mengoleksi 50 poin hanya terpaut dua angka dari Valentin Perrone di posisi kedua. Sementara dengan Alvaro Carpe yang berada di peringkat ketiga, Veda Ega hanya tertinggal tiga poin saja. Situasi tersebut membuat hasil Moto3 Catalunya bisa mengubah peta persaingan secara drastis.
Momentum kebangkitan menjadi target penting bagi Veda Ega setelah hasil kurang maksimal pada practice. Jika mampu lolos dari Q1 dan mendapatkan posisi start kompetitif, pembalap Indonesia itu berpotensi kembali mencuri perhatian di Catalunya.
Pengalaman membalap di Sirkuit Catalunya juga menjadi modal penting bagi Veda Ega untuk menghadapi tekanan besar akhir pekan ini. Konsistensi dan kemampuan membaca perubahan kondisi lintasan akan menjadi kunci utama untuk menjaga peluang podium tetap hidup.



