Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 6 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah Mendekati Rp 17.000, Dampak Purbaya pada Ekonomi Masih Kecil
Ekonomi

Rupiah Mendekati Rp 17.000, Dampak Purbaya pada Ekonomi Masih Kecil

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia memiliki sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini masih dalam batas wajar dan belum menimbulkan tekanan signifikan terhadap perekonomian nasional. Dalam pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa (20/1/2026), rupiah melemah 30 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 16.985 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS.

Menurut Purbaya, pelemahan tersebut dapat dilihat dari persentase, yang relatif kecil dibandingkan dengan level sebelumnya. Ia menilai bahwa sistem ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik. “Dampaknya ke ekonomi kemungkinan minimum,” ujarnya saat berbicara di Kantor Kementerian Keuangan RI.

Pembacaan kurs rupiah sempat menyentuh tingkat Rp 16.985 per dolar AS. Secara year to date, rupiah melemah sekitar 2–3 persen dan dinilai masih sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi nasional. Meski demikian, nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal pekan ini.

Pada Senin (19/1/2026), rupiah sempat menyentuh level Rp 16.904 per dolar AS sebelum ditutup melemah ke Rp 16.955 per dolar AS. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga tercatat melemah ke level Rp 16.935 per dolar AS.

Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan fundamental ekonomi terus berlangsung. Aktivitas ekonomi domestik meningkat dan kepercayaan investor dinilai masih terjaga. Hal ini tercermin dari penguatan pasar modal meskipun nilai tukar rupiah sedang melemah.

“Yang penting, ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat. Orang akan melihat ekonomi kita bagus, investor akan kembali masuk ke sini, termasuk investor asing,” jelas Purbaya.

Ia menilai bahwa penguatan pasar saham menunjukkan adanya arus modal yang masuk ke dalam negeri. Kondisi ini dinilai tidak sejalan jika rupiah terus tertekan dalam jangka panjang.

“Anda lihat pasar modal naik. Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing atau investor domestik yang masuk ke sini,” ujarnya.

Dari sisi pasokan devisa, ia menilai tidak ada indikasi kekurangan dolar AS. Oleh karena itu, pelemahan rupiah dinilai lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. “Jadi, kalau dilihat dari sisi suplai dolar, seharusnya tidak ada kekurangan,” kata Purbaya.

Ia juga mengingatkan pelaku pasar agar tidak berspekulasi berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang tidak sepenuhnya sejalan dengan fundamental. “Untuk para spekulator, jangan terlalu mengambil posisi yang terlalu long,” kata dia.

Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah secara tahunan masih tergolong kecil dan masih dapat dikendalikan oleh pelaku usaha, termasuk importir. “Ini berapa persen rupiah melemah dibanding sebelumnya? Year to date sekitar 2–3 persen. Anda sebagai importir, ada kenaikan 2–3 persen, masih bisa dikendalikan atau tidak? Saya pikir masih bisa,” ujarnya.

Ia menilai bahwa nilai tukar rupiah saat ini justru lebih lemah dibandingkan fundamental ekonomi yang terus membaik. Kondisi tersebut berpotensi menarik minat investor untuk kembali masuk ke Indonesia.

Terkait dampak terhadap fiskal, termasuk subsidi energi, Purbaya memastikan tekanannya masih terkendali karena pergerakan nilai tukar dan harga minyak relatif dekat dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dolarnya naik tidak jauh berbeda dengan asumsi APBN kita dan harga minyak juga di bawah asumsi APBN. Jadi, subsidinya relatif masih terkendali,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguatan koordinasi kebijakan terus dilakukan melalui sinergi antarotoritas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar mesin perekonomian dapat bergerak optimal. Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan nilai tukar sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas moneter.

“Tanya saja ke bank sentral apa yang terjadi, karena saya tidak bisa mengintervensi kebijakan nilai tukar. Itu otoritas bank sentral,” tegasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 22 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Juni 2026

Apakah Pembuatan NIB Memakan Biaya? Ini Fakta dan Penjelasannya

25 Juni 2026

Dividen besar MKPI Senin (22/6): Cek profil dan kinerja perusahaan properti

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?