Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Internasional»Rupiah Jatuh di Atas 17.400 Akibat Serangan Amerika ke Kapal Iran
Internasional

Rupiah Jatuh di Atas 17.400 Akibat Serangan Amerika ke Kapal Iran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Terus Melemah Akibat Tekanan Global

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (5/5/2026), rupiah sudah melemah ke posisi Rp17.428 per dolar AS, turun 0,20 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global berdampak besar terhadap stabilitas mata uang Indonesia.

Faktor Eksternal yang Memicu Pelemahan

Salah satu penyebab utama pelemahan rupiah adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz memicu kembali ketegangan yang memperburuk situasi pasar. Menurut pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, serangan AS terhadap kapal milik Iran menyebabkan banyak korban jiwa dan memicu reaksi dari pihak Iran.

Selain itu, konflik antara Ukraina dan Rusia juga turut berkontribusi pada pelemahan rupiah. Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia menyebabkan penurunan produksi minyak hingga 10 persen. Hal ini berdampak langsung pada harga minyak dunia, seperti Brent dan WTI, yang mencapai level masing-masing 113,76 dolar AS per barel dan 104,83 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak ini meningkatkan permintaan terhadap dolar AS karena transaksi internasional masih banyak menggunakan mata uang tersebut. Seiring dengan itu, inflasi di berbagai negara juga mulai naik, sehingga bank sentral di seluruh dunia cenderung meningkatkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi.

Dampak pada Investasi dan Pasar Keuangan

Kenaikan suku bunga yang terjadi akan membuat investor lebih memilih investasi di negara-negara maju seperti AS, karena dinilai lebih aman. Misalnya, obligasi pemerintah AS menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan investasi di negara berkembang seperti Indonesia.

Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa pelemahan rupiah akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah bisa menyentuh level Rp17.550 per dolar AS pada pekan ini jika kondisi tidak segera membaik.

Faktor Internal yang Mempengaruhi Rupiah

Di samping faktor eksternal, ada juga faktor internal yang memengaruhi pelemahan rupiah. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah Indonesia membutuhkan dolar AS dalam jumlah besar untuk membeli minyak impor. Impor minyak Indonesia mencapai 1,5 juta barel per hari, sehingga memerlukan dolar AS dalam jumlah yang sangat besar.

Selain itu, pada kuartal II 2026, banyak perusahaan di Indonesia akan membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal ini juga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS, yang semakin memperparah tekanan terhadap rupiah.

Langkah BI untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

Contohnya, Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, dan Chile Peso melemah 4,24 persen. Sementara itu, Indonesia Rupiah melemah 3,65 persen, dan Korea Won melemah 2,29 persen.

BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik dan menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Transaksi NDF merupakan kontrak derivatif valuta asing berjangka yang digunakan untuk lindung nilai atau spekulasi mata uang negara berkembang. Sedangkan DNDF adalah instrumen derivatif valas terhadap Rupiah standar yang digunakan untuk lindung nilai risiko nilai tukar di pasar domestik tanpa pertukaran pokok fisik.

Langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang terus berlangsung. BI menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 Mei 2026

Mojtaba Khamenei Minta Militer Siap, Iran Waspadai Serangan?

17 Mei 2026

Trump Menolak Permintaan Ganti Rugi Iran Rp 4.000 Triliun, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?