Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin
  • Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026
  • Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu
  • Cara Beijing Memahami Amerika
  • 5 Miliarder Muda dengan Kekayaan Luar Biasa Tahun 2026
  • Ramalan Zodiak Hari Ini: Nasib, Rezeki, dan Peluang 11 Mei 2026
  • Demo Penolakan Pergub JKA Berlanjut, Jubir Aceh Apresiasi Kepedulian Mahasiswa
  • 5 manfaat kabin mobil senyap untuk kenyamanan dan fokus berkendara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rosan ungkap lima negara investor teratas RI 2025, Singapura hingga Jepang
Ekonomi

Rosan ungkap lima negara investor teratas RI 2025, Singapura hingga Jepang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia terus menjadi tujuan utama investasi asing, khususnya dari lima negara utama. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa Singapura tetap menjadi penyumbang terbesar investasi asing ke Indonesia pada 2025. Hal ini menunjukkan dominasi yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Dari total realisasi penanaman modal asing sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp 900,9 triliun, sekitar 46,6% berasal dari total investasi nasional sebesar Rp 1.931,2 triliun. Dari angka tersebut, investasi asal Singapura tercatat mencapai US$ 17,4 miliar atau sekitar Rp 293,72 triliun (kurs Rp 16.891).

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Singapura selama lebih dari 10 tahun terakhir selalu menduduki posisi pertama dengan kontribusi sebesar US$ 17,4 miliar atau sekitar 30,1%. Ia menyampaikan hal ini dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (15/1/2026).

Di posisi kedua, Hong Kong mencatatkan nilai investasi sebesar US$ 10,6 miliar. Diikuti oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang menempati peringkat ketiga dengan investasi senilai US$ 7,5 miliar. Selanjutnya, Malaysia dengan US$ 4,5 miliar dan Jepang dengan US$ 3,1 miliar. Dengan capaian ini, Jepang berhasil masuk ke lima besar investor asing di Indonesia, menggantikan posisi Amerika Serikat.

Rosan menjelaskan bahwa pemerintah masih memisahkan pencatatan investasi Hong Kong dan RRT. Namun, jika digabungkan, total investasi dari kedua wilayah tersebut berpotensi melampaui Singapura.

“Kalau Hong Kong dan RRT digabung, angkanya pasti melewati Singapura. Tapi saat ini kita masih pisahkan,” jelasnya.

Selain itu, Rosan menyebutkan bahwa komposisi negara-negara investor di lima besar cenderung bergantian, terutama antara Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Pemerintah pun terus berupaya mendorong agar arus investasi dari berbagai negara tersebut dapat tumbuh lebih merata.

Tren Investasi di Sektor Hilirisasi

Selain asal negara, Rosan juga menyoroti tren peningkatan investasi asing di sektor hilirisasi. Sepanjang 2025, kontribusi investasi hilirisasi tercatat mencapai lebih dari 30% dari total realisasi investasi, meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang masih di kisaran 25%–28%.

“Trennya terus naik. Kalau dulu lebih banyak di sektor mineral, sekarang mulai meluas ke sektor perkebunan dan kelautan. Sudah mulai masuk investasi di tuna, cakalang, tongkol, dan komoditas perikanan lainnya,” ujar Rosan.

Menurutnya, perluasan hilirisasi ke sektor non-mineral penting untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih besar. Meski nilai investasi hilirisasi mineral relatif tinggi, dampak penciptaan tenaga kerja di sektor perkebunan dan kelautan dinilai lebih luas.

Sumber Investasi dan Peran Teknologi

Dari sisi sumber investasi, Rosan mengungkapkan bahwa hilirisasi masih didominasi oleh PMA, dengan porsi mencapai sekitar 80,5%. Hal ini disebabkan kebutuhan teknologi tinggi yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri. Namun, pemerintah terus mendorong alih teknologi dan penguatan riset dan pengembangan (R&D) di dalam negeri.

“Sudah ada perusahaan dari China yang sepakat memindahkan R&D dan hak patennya ke Indonesia, khususnya di bidang mineral dan daur ulang. Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan sustainability,” pungkas Rosan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Miliarder Muda dengan Kekayaan Luar Biasa Tahun 2026

15 Mei 2026

PMI Manufaktur Kembali Kontraksi, Ini Saham Paling Terkena Dampak

15 Mei 2026

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin

15 Mei 2026

Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026

15 Mei 2026

Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu

15 Mei 2026

Cara Beijing Memahami Amerika

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?