Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Rizal, Putra Sebatik yang Meraih Magister ITS dan Kini ASN Kemenag
    Politik

    Rizal, Putra Sebatik yang Meraih Magister ITS dan Kini ASN Kemenag

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Inspirasi dari Perbatasan: Kisah Muhammad Rizal yang Meraih Magister Statistika dan Menjadi ASN

    Muhammad Rizal, putra perbatasan Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang. Ia berhasil meraih gelar Magister Statistika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kini, ia resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara setelah lulus CPNS.

    Rizal lahir dari keluarga sederhana. Orang tuanya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masih bekerja di Malaysia. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Rizal dan kakaknya dititipkan kepada pamannya di Sebatik demi mengenyam pendidikan yang layak. Setiap sebulan sekali, orang tua datang menjenguk mereka. Keputusan ini diambil demi memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik.

    Berburu Beasiswa Sejak Dini

    Semangat berburu beasiswa sudah tumbuh sejak Rizal duduk di bangku SMA. Ia mendapat informasi awal tentang Beasiswa Unggulan Kemendikbud dari seorang kakak tingkat saat mengikuti kegiatan nasional. Rizal langsung tertarik dan mulai mencari tahu lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya membaca panduan terlebih dahulu sebelum bertanya.

    Tekadnya makin bulat saat hendak kuliah S1 di Yogyakarta. Meski kondisi finansial keluarga tidak cukup untuk membiayai dua bersaudara, Rizal meyakinkan orang tuanya bahwa ia akan mengusahakan biaya kuliah sendiri. Hasilnya, Rizal dan kakaknya sama-sama meraih Beasiswa Unggulan Kemendikbud selama empat tahun hingga lulus sebagai sarjana.

    Incar LPDP Sejak S1

    Selepas S1, Rizal mulai menargetkan beasiswa LPDP. Ia mempersiapkan diri jauh sebelum lulus. Ia membuat folder khusus di laptop dengan checklist berkas dan syarat yang dibutuhkan. Salah satu syarat penting adalah kemampuan bahasa Inggris. Rizal bahkan berangkat ke Pare, Kediri, Jawa Timur untuk kursus selama sebulan demi memenuhi syarat TOEFL.

    Ia mengingatkan bahwa tahap administrasi LPDP bersifat “hitam putih”. Artinya, semua dokumen harus sesuai ketentuan. Rizal menekankan pentingnya teliti dan disiplin dalam proses administrasi.

    Berkat persiapan matang, Rizal akhirnya lolos dan melanjutkan studi S2 Statistika di ITS melalui beasiswa LPDP.

    Fasilitas Beasiswa dan Living Allowance

    Rizal menjelaskan, komponen beasiswa LPDP terdiri dari dua bagian, yakni dana pendidikan dan dana pendukung. Dana pendidikan mencakup biaya pendaftaran, UKT/SPP, hingga buku. Sementara dana pendukung meliputi transportasi, dana hidup bulanan, hingga visa bagi penerima yang studi ke luar negeri.

    Selama kuliah di Surabaya, Rizal menerima living allowance sekitar Rp5 juta per bulan. Meski tidak besar, menurutnya dana tersebut cukup untuk kebutuhan hidup dan bisa ditabung karena penerima LPDP tidak diperbolehkan bekerja formal selama studi.

    Aktif Organisasi dan Konferensi Internasional

    Selama menempuh S2, Rizal aktif di Kelurahan LPDP ITS, organisasi bagi awardee LPDP di kampusnya. Ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Minat dan Bakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari olahraga, kunjungan museum, hingga gathering awardee baru.

    Secara akademik, Rizal juga aktif mengikuti konferensi internasional, termasuk mempresentasikan paper di Kuala Lumpur, Malaysia pada ajang 5th International Conference on Applied & Industrial Mathematics and Statistics 2025.

    Lulus CPNS, Kini ASN Kemenag

    Di tengah proses studinya, Rizal mendapat informasi pembukaan CPNS dari seorang teman. Ia pun mulai mengumpulkan informasi terkait formasi dan instansi. Rizal memilih instansi kementerian, tepatnya Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan alasan sederhana: formasinya cukup banyak.

    Ia mengikuti seluruh tahapan seleksi mulai dari administrasi, SKD, SKB hingga SKBT. Pada pengumuman akhir Januari 2025, namanya dinyatakan lulus di posisi ke-3 dari 18 formasi yang tersedia. Awalnya ia ditempatkan di pusat, Jakarta. Namun beberapa bulan kemudian, Rizal mendapat surat tugas untuk bertugas di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara.

    Pesan untuk Generasi Muda

    Putra Perbatasan

    Rizal berpesan kepada generasi muda Sebatik bahwa tidak ada trik khusus untuk mendapatkan beasiswa. Namun, setiap orang harus punya “something to sell”.

    “Kita dari perbatasan. Itu nilai plus kalau bisa dielaborasi dalam esai dan rencana studi. Tapi harus realistis dan terukur,” jelasnya. Ia mencontohkan, jangan menulis target yang terlalu muluk tanpa dasar yang jelas. “Buat yang sederhana dan natural, tapi bisa dipertanggungjawabkan.”

    Menutup kisahnya, Rizal mengajak anak muda Sebatik untuk berani mencoba dan konsisten berusaha. “Seperti bunga matahari yang tidak pernah ragu menghadap ke mana, tugas kita hanya konsisten dalam usaha. Jangan takut mencoba. Aku tunggu kalian jadi awardee LPDP selanjutnya,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?