Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 22 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Renungan Katolik: Hidup Tak Hanya Berakhir di Kubur
Nasional

Renungan Katolik: Hidup Tak Hanya Berakhir di Kubur

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Juni 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Renungan Katolik: Hidup Ini Tidak Hanya Berakhir di Kubur

Renungan Katolik untuk hari Rabu, Perayaan Wajib Santo Karolus Lwanga: Martir Uganda yang Setia, Santa Klotilda: Ratu yang Membawa Iman Kristiani, Santo Kevin Pengaku Iman: Santo Penjaga Alam Irlandia, dengan warna liturgi merah.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Rabu 3 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama: 2Tim. 1:1-3,6-12

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpasan tanganku atasmu.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 123:1-2a,2bcd

Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26

Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.

Bacaan Injil: Mrk 12:18-27

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya, “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita, ‘Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’

Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita, lalu mati tanpa meninggalkan keturunan. Maka yang kedua mengawini dia, tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan. Demikian juga yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia.”

Jawab Yesus kepada mereka, “Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin atau dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga. Mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kalian baca dalam kitab Musa, yaitu dalam ceritera tentang semak berduri, bahwa Allah bersabda kepada Musa, ‘Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?’ Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: “Hidup Ini Tidak Hanya Berakhir di Kubur”

Salah satu ketakutan terbesar manusia adalah kematian. Banyak orang memandang kematian sebagai akhir dari segala-galanya. Ketika seseorang meninggal, seolah seluruh kisah hidupnya berakhir di liang kubur. Cara pandang seperti inilah yang secara tidak langsung juga dimiliki oleh kaum Saduki dalam Injil hari ini. Mereka tidak percaya akan kebangkitan orang mati. Karena itu mereka datang kepada Yesus dengan pertanyaan yang bernada mengejek tentang seorang perempuan yang memiliki tujuh suami. Namun Yesus menegaskan bahwa mereka sesat karena tidak memahami Kitab Suci dan kuasa Allah. Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak, dan Yakub adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Dengan kata lain, relasi manusia dengan Allah tidak terputus oleh kematian. Bagi Allah, hidup manusia tidak berakhir di kubur.

Ada kehidupan yang melampaui dunia ini, yaitu kehidupan kekal bersama-Nya. Keyakinan yang sama tampak dalam surat Rasul Paulus kepada Timotius. Paulus sedang menghadapi penderitaan dan ancaman, tetapi ia tidak hidup dalam ketakutan. Ia tetap teguh karena percaya kepada Kristus yang “telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.” Harapan akan kehidupan kekal membuat Paulus mampu bertahan dalam segala kesulitan. Ia tahu bahwa penderitaan dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup orang beriman. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memandang hidup dengan perspektif yang lebih luas. Dunia ini memang penting, tetapi bukan tujuan akhir.

Jabatan, kekayaan, popularitas, bahkan usia yang panjang sekalipun, semuanya akan berlalu. Yang akan tetap tinggal adalah hubungan kita dengan Allah dan kasih yang telah kita wujudkan selama hidup. Ketika kita percaya bahwa hidup tidak berakhir di kubur, kita akan menjalani hidup dengan penuh harapan. Kita tidak mudah putus asa saat menghadapi penderitaan. Kita tidak tenggelam dalam kesedihan ketika kehilangan orang yang kita kasihi. Kita juga tidak takut menghadapi masa depan, karena kita percaya bahwa Kristus telah mengalahkan maut dan membuka jalan menuju kehidupan kekal. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menghidupkan karunia iman yang telah Tuhan tanamkan dalam diri kita.

Iman itu membantu kita melihat bahwa di balik salib ada kebangkitan, di balik penderitaan ada kemuliaan, dan di balik kematian ada kehidupan baru yang disediakan Allah bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Maka, marilah kita hidup sebagai peziarah yang sedang menuju rumah Bapa. Jangan sampai kita hidup seolah-olah dunia ini adalah tujuan terakhir. Sebaliknya, kita menggunakan setiap kesempatan untuk berbuat baik, mengasihi sesama, dan semakin dekat dengan Tuhan. Sebab hidup ini tidak hanya berakhir di kubur, melainkan berlanjut dalam sukacita abadi bersama Allah yang hidup. Doa Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Ketika kami menghadapi penderitaan, kehilangan, dan ketakutan akan kematian, mampukan kami untuk tetap berharap kepada-Mu. Nyalakanlah karunia iman dalam hati kami agar kami setia berjalan menuju kehidupan abadi yang telah Engkau janjikan. Amin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?