Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Kinerja Penerbangan Jawa Barat Melonjak Akibat Keberangkatan Jemaah Haji
Pariwisata

Kinerja Penerbangan Jawa Barat Melonjak Akibat Keberangkatan Jemaah Haji

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 June 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Peningkatan kinerja penerbangan internasional di Jawa Barat pada April 2026 tercatat signifikan, dipengaruhi oleh keberangkatan jemaah haji. Namun, sebaliknya, kinerja penerbangan domestik mengalami penurunan yang cukup tajam akibat penutupan beberapa rute penting.

Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang angkutan udara komersial internasional dari Jawa Barat pada bulan April 2026 mencapai 6.511 orang. Angka ini meningkat drastis sebesar 711,85% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m) dan naik 555,03% dibandingkan April 2025 (year-on-year/y-o-y). Lonjakan ini disebabkan oleh mulainya pengiriman jemaah haji dari Jawa Barat melalui Bandara Kertajati, selain layanan rutin ke Singapura.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa sektor penerbangan domestik mengalami perlambatan dengan hanya 335 penumpang yang terlayani. Angka ini turun 75,35% dibandingkan Maret 2026 dan merosot 93,84% dibandingkan April 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penutupan sementara rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara menuju Yogyakarta dan Semarang.

Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran kini menjadi dominasi keberangkatan domestik dengan 253 penumpang, diikuti oleh Bandara Husein Sastranegara sebanyak 58 orang, Bandara Wiriadinata 17 orang, dan Bandara Kertajati 7 orang.

Sementara itu, di sektor transportasi darat, kereta api konvensional melayani 2,23 juta penumpang pada April 2026, turun 13,26% dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas penumpang berasal dari Daop 2 Bandung dengan kontribusi 92,29%, sedangkan Daop 3 Cirebon menyumbang 7,71%. Meski jumlah penumpang menurun, volume logistik yang diangkut kereta api justru meningkat 170,72% menjadi 27,02 ribu ton, yang didominasi oleh pergerakan barang di wilayah Daop 3 Cirebon.

Layanan kereta cepat Whoosh juga mencatat pertumbuhan tipis secara bulanan. Jumlah penumpang Whoosh pada April 2026 mencapai 244 ribu orang, naik 4,64% dibandingkan Maret 2026. Stasiun Padalarang menjadi titik keberangkatan terpadat dengan porsi 71,02%, disusul Stasiun Tegalluar 23,47%, dan Stasiun Karawang 5,51%. Namun, secara tahunan, performa Whoosh masih terkoreksi 6,71% dibandingkan April 2025.

Kondisi kurang menggembirakan juga terlihat pada sektor transportasi laut. Volume muat barang dan peti kemas domestik dari pelabuhan di Jawa Barat tercatat sebesar 79,29 ribu ton, anjlok 80,62% (m-to-m). Penurunan ini terjadi merata di Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Cirebon, dan Pelabuhan Indramayu.

Volume muat barang internasional juga mengalami penyusutan sebesar 82,11% secara bulanan menjadi 13,22 ribu ton. Meskipun Pelabuhan Patimban menunjukkan pertumbuhan aktivitas internasional sebesar 14,02% secara bulanan, ketiadaan aktivitas muat barang internasional di Pelabuhan Indramayu menekan performa kumulatif Jawa Barat di sektor maritim.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya

26 October 2026

5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas

25 October 2026

20 Spot Gratis di Bangkok: Berlatar Estetik Big Buddha Paknam

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?