Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»BPS: Harga Beras Naik Merata dari Penggilingan ke Pasar
Ekonomi

BPS: Harga Beras Naik Merata dari Penggilingan ke Pasar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenaikan Harga Beras pada Mei 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras di seluruh rantai distribusi pada Mei 2026, mulai dari tingkat penggilingan, grosir hingga eceran. Kenaikan ini turut berkontribusi terhadap inflasi nasional pada bulan yang sama.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Mei 2026 mencapai Rp13.765 per kilogram. Angka tersebut naik 0,58 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp13.685 per kilogram, dan meningkat 8,10 persen dibandingkan Mei 2025.

“Rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2026 secara total naik 0,58 persen secara bulanan dan naik 8,10 persen secara tahunan,” ujar Pudji dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Harga Beras Premium dan Medium Naik

Lebih rinci, Pudji menjelaskan bahwa dari segi kualitas, harga beras premium di tingkat penggilingan naik 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 12,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, harga beras medium naik 0,79 persen secara bulanan dan 6,57 persen secara tahunan.

Kenaikan harga juga terjadi di tingkat grosir. Rata-rata harga beras grosir pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp14.574 per kilogram, naik 0,68 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp14.476 per kilogram. Secara tahunan, harga beras grosir meningkat 6,11 persen. Di tingkat eceran, rata-rata harga beras mencapai Rp15.358 per kilogram pada Mei 2026, naik 0,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp15.300 per kilogram. Dibandingkan Mei 2025, harga beras eceran meningkat 4,55 persen.

“Harga beras yang kami sampaikan merupakan rata-rata harga beras yang mencakup semua jenis kualitas dan seluruh wilayah di Indonesia,” katanya.

Harga Beras Berikan Andil ke Inflasi

Kenaikan harga beras turut memberikan andil terhadap inflasi pada Mei 2026. BPS mencatat, inflasi bulanan sebesar 0,28 persen dan inflasi tahunan sebesar 3,08 persen. Dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, komoditas yang paling besar mendorong inflasi adalah cabai merah dengan andil 0,08 persen. Selanjutnya minyak goreng dan bawang merah masing-masing memberikan andil 0,04 persen, diikuti tomat sebesar 0,03 persen dan beras sebesar 0,02 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras,” ujar Pudji.

Produksi Beras Nasional Januari-Juli Diproyeksi 21,95 Juta Ton

Di sisi lain, BPS memperkirakan produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 21,95 juta ton. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 22,03 juta ton.

Pudji menjelaskan, proyeksi tersebut didasarkan pada hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) April 2026 yang memotret kondisi pertanaman padi serta potensi panen hingga Juli 2026. Menurut dia, data produksi Januari hingga April 2026 merupakan angka tetap, sedangkan produksi Mei hingga Juli 2026 masih berupa angka potensi yang dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Untuk periode Mei hingga Juli 2026, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan mencapai 7,92 juta ton. Jumlah tersebut lebih rendah 0,09 juta ton atau turun 1,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada April 2026, produksi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton, turun 16 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 5,23 juta ton.

“Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya luas panen pada bulan yang sama,” ujar Pudji.

BPS mencatat, luas panen padi pada April 2026 mencapai 1,40 juta hektare, turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 1,65 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen padi pada Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare atau turun 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, secara kumulatif luas panen padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare atau naik tipis 0,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai Tukar Petani Naik 1,99 Persen

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 mencapai 127,73, naik 1,99 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar 125,24. Kenaikan tersebut terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) meningkat 2,53 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) sebesar 0,53 persen.

“Nilai Tukar Petani pada Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026,” ujar Pudji.

Secara nasional, kenaikan IT terutama didorong oleh menguatnya harga sejumlah komoditas pertanian, antara lain karet, gabah, kakao atau cokelat biji, serta bawang merah.

Berdasarkan subsektor, NTP hortikultura mencatat kenaikan tertinggi, yakni 7,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan IT sebesar 7,52 persen, sementara IB hanya naik 0,41 persen.

Menurut Pudji, menguatnya NTP hortikultura sejalan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat. BPS mencatat produksi cabai merah menurun di sejumlah daerah sentra, seperti Garut, Temanggung, dan Malang, dibandingkan April 2026.

Selain itu, produksi bawang merah di beberapa wilayah juga tertekan akibat cuaca ekstrem, serangan organisme pengganggu tanaman, serta kekeringan. Berkurangnya pasokan tersebut mendorong kenaikan harga di pasar dan meningkatkan harga yang diterima petani.

Di sektor perikanan, BPS mencatat perkembangan yang berbeda. Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada Mei 2026 turun 0,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya karena kenaikan harga yang diterima nelayan tidak mampu mengimbangi peningkatan biaya yang mereka keluarkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?