Renungan Harian Katolik: Bersama Pastor John Lewar SVD
Hari ini, kita merayakan hari kelima dari Oktaf Natal dengan perayaan St. Tomas Becket. Dalam renungan ini, kita akan membahas bagaimana pengharapan dan kesetiaan dapat menjadi kunci dalam mengenal Tuhan. Injil Lukas 2:22-35 menceritakan tentang Simeon yang menantikan kedatangan Mesias. Ia adalah seorang pribadi yang benar dan saleh hidupnya, yang telah menunggu dengan penuh harapan dan kepercayaan.
Pengenalan Kepada Allah Melalui Kepatuhan
Simeon tidak hanya menunggu, tetapi ia juga patuh pada perintah-perintah Allah. Rasul Yohanes menyatakan bahwa tanda bahwa kita mengenal Allah adalah jika kita menuruti perintah-Nya (1Yoh. 2:3). Simeon menunjukkan hal tersebut dengan kepatuhannya. Ia hidup dalam kesetiaan terhadap janji-janji Allah dan selalu memperhatikan segala perintah-Nya.
Ketika Yesus dibawa oleh orangtuanya ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dengan penuh sukacita. Ia berkata, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel” (Luk. 2:29-32).
Pengharapan yang panjang akhirnya terwujud dalam diri Yesus. Simeon sangat bahagia karena telah melihat keselamatan yang datang dari Allah. Ini memberikan pesan penting bagi kita semua: ketika kita bersabar dan percaya, Tuhan akan menjawab doa kita.
Tiga Pesan Penting Dari Peristiwa Ini
Datang Ke Bait Allah
Simeon dan Hana datang ke Bait Allah untuk melihat bayi Yesus dan berbicara tentang-Nya. Mereka menemukan jawaban atas harapan mereka. Orangtua kita juga memiliki peran penting dalam membantu kita mengenal Tuhan. Mereka memberi dasar iman yang kuat kepada kita. Melalui mereka, kita belajar tentang siapa Yesus.Berdoa Dan Berpuasa
Simeon dan Hana ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Mereka berdoa dan berpuasa, sehingga diberi anugerah untuk melihat bayi Yesus. Orangtua mengajak kita untuk mengunjungi gereja, berdoa, dan merayakan Ekaristi. Di dalam rumah Tuhan, kita bertemu dengan Tuhan dan berdialog dengan-Nya.Mengucap Syukur Kepada Tuhan
Simeon dan Hana mengucap syukur kepada Tuhan. Mereka mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Mereka mengajarkan kita untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai prioritas hidup. Tuhan akan mengganjar orang-orang yang berbuat demikian.
Kesimpulan
Apakah kita masih ragu bahwa Yesus adalah sumber pengharapan, damai, dan sukacita bagi hidup kita? Kita orang beriman, kita percaya Yesus Sang bayi yang baru lahir. Saya mengajak Anda untuk tinggal semakin dalam bersama Yesus dan berjalan semakin jauh bersama Dia yang selalu memberikan kita kekuatan dan pengharapan.
Simeon hanya sempat menggendong Yesus, tetapi kini Yesus tinggal menetap di dalam hati Anda dan saya. Kita “membawa-Nya” ke mana pun kita pergi. Bukankah itu sesuatu yang jauh lebih luar biasa?
Doa
Ya Allah Bapa Mahabaik, syukur kepadaMu atas rahmat keselamatan yang boleh kami terima melalui pengenalan dengan Yesus Juruselamat. Semoga sukacita kami selalu kami nyatakan dalam hidup untuk memuliakan namaMu. Demi Kristus…Amin.
Sahabatku yang terkasih, Salam Damai Natal. NATALKU, NATALMU, NATAL KITA BERSAMA. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada. Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin. (Pastor John Lewar SVD)



