Tips Liburan ke Jepang Saat Musim Sakura Tanpa Mengganggu Kondisi Keuangan
Liburan ke Jepang, terutama saat musim bunga sakura mekar, menjadi impian banyak keluarga. Tahun ini, bunga sakura diprediksi mulai mekar sekitar tanggal 19–20 Maret, menjadikannya waktu yang ideal untuk berkunjung. Jepang dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan udara segar, makanan lezat, dan lingkungan yang sangat aman bagi wisatawan.
Menurut Febri Rusli, Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, generasi X, Y, dan Z rata-rata melakukan perjalanan sebanyak satu hingga dua kali setahun, dengan Jepang menjadi salah satu pilihan utama. Berdasarkan Jenius Study 2026, Mama dari generasi X cenderung menjadi “Smart Planner” yang fokus pada harga dan promo. Mereka biasanya merencanakan itinerary efisien dengan mengunjungi tempat-tempat yang berdekatan agar hemat waktu dan biaya transportasi.
Untuk memastikan liburan tetap berkesan tanpa merusak tabungan, berikut beberapa strategi cerdas yang bisa dilakukan:
1. Persiapkan Dana Keuangan 3 Bulan Sebelumnya
Berdasarkan studi, lebih dari 50% traveler lintas generasi sudah menyiapkan anggaran liburan mereka sejak 3 bulan sebelum keberangkatan. Dengan persiapan awal, Mama dapat memperkirakan pengeluaran secara lebih akurat. Selain itu, membuat itinerary yang efisien dengan mengunjungi tempat-tempat yang dekat satu sama lain akan membantu menghemat waktu dan ongkos transportasi.
2. Tukarkan Mata Uang Yen Sebelum Berangkat
Jepang dikenal sebagai negara yang masih sangat mengandalkan uang tunai. Oleh karena itu, memiliki persediaan Yen yang cukup sangat penting selama berada di sana.
Mama tidak perlu repot mengantre di money changer atau mengejar jam operasional bank yang terbatas. Aplikasi Jenius menawarkan kemudahan dalam menukar mata uang asing kapan saja. Selain itu, Mama juga bisa menghubungkan kartu Debit Jenius (m-Card) ke saldo Yen sehingga dapat langsung menggunakan Yen tanpa perlu konversi lagi.

3. Siapkan Kartu Cadangan
Kehilangan kartu di luar negeri, terutama saat membawa anak-anak, bisa memicu kepanikan. Untuk menghindari hal tersebut, Mama disarankan membawa dua kartu. Kartu utama digunakan untuk keperluan harian, sedangkan kartu tambahan disimpan dengan aman di tempat terpisah, seperti di dalam koper bersama paspor.
Dengan fitur X-Card dari Jenius, Mama bisa memiliki hingga 5 kartu cadangan yang limitnya bisa diatur sendiri. Jika kartu utama hilang, Mama hanya perlu mengambil cadangan tanpa perlu menelepon bank.

4. Jangan Abaikan Proteksi Perjalanan
Meskipun Jepang dikenal sebagai negara yang aman, data menunjukkan bahwa 58% traveler tidak membeli asuransi perjalanan. Padahal, proteksi ini sangat penting untuk melindungi keluarga dari risiko tak terduga seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga biaya medis darurat.

5. Evaluasi dan Pengaturan Cash Flow Setelah Pulang
Fase evaluasi sangat penting untuk melihat seberapa besar anggaran yang telah terpakai. Banyak orang baru menyadari pengeluaran mereka setelah liburan selesai. Jika Mama merasa ada pengeluaran yang “khilaf” atau berlebih, solusinya adalah menggunakan trik yang disebut funding forward.
Febri Rusli menjelaskan bahwa ia tidak ingin liburan mengganggu tabungan. Ia memilih cicilan 0% untuk membayar biaya liburan secara bertahap, sehingga tabungan tetap utuh dan bisa digunakan untuk investasi lain. Dengan memanfaatkan fitur cicilan atau promo cashback, Mama bisa menjaga kondisi keuangan tetap stabil.

FAQ Seputar Liburan ke Jepang
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang?
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang biasanya pada musim semi (Maret–Mei) saat bunga sakura bermekaran.
Apakah Jepang aman untuk wisatawan?
Ya, Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia.
Berapa lama idealnya liburan di Jepang?
Durasi ideal liburan di Jepang sekitar 7–10 hari agar bisa mengunjungi beberapa kota populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka tanpa terburu-buru.



