Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya
    Politik

    Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Infomalangraya.com.CO.ID, TEHERAN — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan televisi pada hari Minggu (8/3/2026) menyatakan bahwa Iran tidak akan menyetujui permintaan gencatan senjata dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Araghchi menegaskan bahwa situasi saat ini berbeda dibandingkan perang 12 hari yang terjadi pada Juni 2025 lalu.

    Araghchi mengingat kembali peristiwa Juni tahun lalu ketika Israel menyerang Iran dan Presiden AS Donald Trump membagikan pesan “menyerah tanpa syarat” di media sosial. Namun, ia menekankan bahwa Iran melawan dan setelah perang berlangsung selama 12 hari, justru Israel yang meminta gencatan senjata tanpa syarat.

    “Kami tidak pernah menyerah, dan kami terus melawan sejauh mungkin diperlukan. Kami mempertahankan wilayah, rakyat, dan martabat kami. Dan martabat kami tidak bisa dijual,” ujar Araghchi.

    Presenter televisi kemudian bertanya tentang syarat apa yang diajukan Iran agar perang berakhir. Araghchi menjawab bahwa Iran belum sampai pada titik itu. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dari sebelumnya. Pada kali sebelumnya, Iran menerima gencatan senjata karena hanya melakukan aksi membela diri. Namun, hasilnya tidak membawa perdamaian.

    “Sekarang mereka kembali menyerang kami. Lalu mereka meminta gencatan senjata lagi? Ini tidak akan berhasil seperti sebelumnya. Jadi harus ada penyetopan perang secara permanen. Jika tidak, kami akan terus melawan,” tegas Araghchi.

    Presenter kembali bertanya apakah Iran akan setuju pada gencatan senjata untuk kembali ke meja negosiasi. Araghchi menjawab bahwa pertama-tama mereka harus menjelaskan mengapa agresi dilakukan. Ia menekankan bahwa perang bukanlah pilihan Iran, tetapi agresi yang diberikan oleh AS dan Israel. “Ini bukan perang kami, tapi perang yang diterapkan kepada kami. Karena itu, tindakan pembelaan diri kami sah dan kami punya hak untuk melakukannya,” katanya.

    Rudal Baru

    Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada hari Minggu (8/3/2026) mulai menggunakan rudal generasi baru dalam gelombang serangan ke-28 Operasi Janji Setia 4. Rudal-rudal tersebut digunakan untuk menargetkan kota-kota di Israel dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Al Mayadeen, IRGC mengatakan telah mengerahkan rudal Kheibar generasi terbaru yang dilengkapi hulu ledak sangat berat. Serangan dilaporkan menargetkan Bir al-Sabe’ dan Tel Aviv, serta infrastruktur di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania.

    Menurut pernyataan IRGC, skala dan kedalaman serangan militer Iran akan berkembang lebih besar dalam beberapa jam dan hari ke depan sebagai respons terhadap agresi AS dan Israel. Sementara itu, pejabat Iran mensinyalkan kesiapan mereka untuk melanjutkan perang. Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, mendeklarasikan bahwa Iran akan terus menekan “hingga musuh-musuh menyerah dan menyesal”.

    Aliabadi menyebutkan bahwa persenjataan Iran saat ini lebih canggih dan memiliki fleksibilitas serta presisi tinggi dalam penggunaan rudal dan drone. Ia menambahkan, “musuh-musuh bilang mereka tahu jumlah rudal yang kami punya, dan kami bilang kepada mereka untuk terus menghitung mereka di medan perang.”



    Rudal Khorramshahr-4 diluncurkan oleh IRGC.

    Asesmen Intelijen

    Sebuah dokumen rahasia berisi laporan asesmen intelijen menyimpulkan bahwa serangan militer skala besar tidak akan bisa menggulingkan Republik Islam Iran. Laporan yang diperoleh Washington Post dan dikutip Al Mayadeen pada Sabtu (7/3/2026) menyebutkan bahwa struktur ulama dan militer di Iran sangat kokoh dan mampu mempertahankan sistem pemerintahan bahkan dalam kondisi tekanan hebat dari pihak luar.

    Temuan ini terungkap di tengah pemerintahan Donald Trump yang mensinyalkan kemungkinan perang panjang dengan Iran. Beberapa pejabat menyatakan bahwa perang “baru saja dimulai”. Menurut tiga orang yang mengetahui dokumen rahasia itu, kalangan intelijen AS meragukan tujuan Trump “membersihkan” kepemimpinan Iran dan menggantinya dengan pemimpin pilihannya.

    Asesmen lengkap disusun oleh Dewan Intelijen Nasional (NIC) AS sepekan sebelum AS dan Israel melancarkan serangan. NIC menguji sejumlah skenario termasuk serangan terbatas pada pemimpin senior dan juga serangan yang lebih luas menyasar institusi pemerintahan dan kepemimpinan politik Iran.

    Dari dua skenario tersebut, para analis intelijen menyimpulkan bahwa ulama Iran dan kepemimpinan militer akan pasti merespons pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei dengan mengaktivasi mekanisme konstitusional untuk memastikan keberlanjutan kekuasaan. Laporan itu juga menilai bahwa oposisi yang terfragmentasi di Iran kemungkinan tidak bisa mengambil alih kontrol kekuasaan dalam kondisi sekarang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?