Kematian Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Maluku Tenggara
Agrapinus Rumatora, yang lebih dikenal dengan nama Nus Kei, meninggal dunia setelah diserang oleh orang tak dikenal di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah ia tiba dari Jakarta. Nus Kei adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.
Korban ditikam oleh pelaku menggunakan pisau di area pintu keluar bandara. Saat kejadian, Nus Kei baru saja tiba dari Jakarta dan langsung menjadi korban penyerangan. Pelaku kemudian melarikan diri setelah menikam korban. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusukan yang cukup parah.
Polres Maluku Tenggara segera melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Dalam waktu dua jam setelah kejadian, dua tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil diringkus. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Motif penikaman masih dalam penyelidikan, dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi balasan serta mempercayakan proses hukum kepada aparat.
Polda Maluku mengatakan bahwa pimpinan telah menginstruksikan agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas. Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan para simpatisan, untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang justru memperkeruh situasi. Saat ini, situasi di Maluku Tenggara dinilai aman dan kondusif.
Profil Nus Kei
Nus Kei tercatat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Ia juga aktif dalam kepengurusan partai politik di tingkat kabupaten/kota. Gelar akademik yang dimilikinya adalah Drs., singkatan dari Doktorandus, yang biasanya diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.
Dari laman Instagram @golkar_maluku_tenggara, diketahui bahwa Nus Kei pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024–2029. Ia juga memiliki putri yang mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, yaitu Desly Claudya Rumatora.
Riwayat Perseteruan dengan Kelompok John Kei
Nus Kei pernah berseteru dengan kelompok John Kei. Salah satu insiden yang tercatat adalah saat rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok tersebut. Aksi penganiayaan di Cengkareng dan penyerangan rumah di Tangerang disebut sebagai bentuk premanisme brutal oleh Kapolda Metro Jaya kala itu, Irjen Nana Sudjana.
Dalam proses penyelidikan, Nana menyebutkan bahwa aparat telah menangkap 30 orang yang terlibat dalam dua peristiwa tersebut, termasuk John Kei. Penangkapan dilakukan dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, pada Minggu malam.
Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebanyak 5 sampai 7 orang menyerang kelompok Nus Kei, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama ER. Selain itu, satu korban lainnya, AR, mengalami luka serius hingga empat jari tangannya putus akibat sabetan senjata tajam.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, pada hari yang sama sekitar pukul 12.25 WIB, kelompok yang sama kembali melakukan aksi kekerasan. Sekitar 15 orang dengan menggunakan empat mobil mendatangi sebuah rumah di klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka mencari Nus Kei, namun yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Di dalam rumah hanya terdapat istri dan anak-anaknya.
Keluarga korban sempat berupaya menyelamatkan diri, namun pelaku tetap melakukan perusakan pada bagian rumah, mulai dari pintu, ruang tamu, hingga kamar.



