Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 26 April 2026
Trending
  • Harga BBM Malaysia Melonjak 10 Kali Akibat Konflik Timur Tengah
  • Pengepul Sawit Kesulitan BBM, Codet Minta Sopir Truk Balik Arah
  • 5 kebiasaan harian untuk kulit sehat, cerah, dan alami
  • Andrew Jung Pulih, Matricardi Tak Hadir: Persib Siap Curangi Poin di Kandang Dewa
  • Ilusi Kestabilan: Kegagalan Kebijakan Lingkungan Eropa di Timur Tengah
  • Profil Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Pernah Bersaing dengan John Kei
  • Pengupgradan Besar! Honda Scoopy 2026 Tampil Lebih Modern dan Kekinian
  • Rayakan Ulang Tahun ke-10, SHAD Indonesia Rilis Box Motor Terbaru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pengepul Sawit Kesulitan BBM, Codet Minta Sopir Truk Balik Arah
Nasional

Pengepul Sawit Kesulitan BBM, Codet Minta Sopir Truk Balik Arah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Luas pada Pelaku Usaha dan Masyarakat

Pada hari Sabtu (18/4/2026), telepon ponsel Susanto (35) tiba-tiba berdering. Panggilan tersebut datang dari sopir yang membawa truk milik Codet, sapaan akrabnya, ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sang sopir mengabarkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite.

Codet merasa terkejut karena kenaikan tersebut terjadi secara mendadak tanpa informasi yang memadai. Ia mengira kenaikan tidak akan terlalu besar, namun ternyata harga melonjak hampir dua kali lipat. Akibatnya, ia meminta sang sopir untuk kembali karena masih ada sisa BBM.

Menurut Codet, lonjakan harga tersebut mengacaukan perhitungan operasional yang telah disusun sebelumnya. Perasaan pertama yang muncul adalah kaget dan marah. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga semua hitungan operasional harus diubah.

Sebelum kenaikan, harga Dexlite berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter. Dengan dana sekitar Rp350.000, ia bisa mendapatkan 25 liter BBM untuk sekali pengisian. Biasanya, sekali isi 25 liter cukup Rp350 ribu. Dalam sehari, ia bisa habis 25 sampai 40 liter BBM, tergantung jarak tempuh. Jika jauh, biaya bisa mencapai Rp600 ribu.

Kini, harga Dexlite di Pertashop setempat mencapai sekitar Rp24.150 per liter. Dampaknya, biaya operasional harian melonjak signifikan. Sekarang, 25 liter sudah sekitar Rp600 ribu. Jika sehari habis 40 liter, biaya bisa tembus Rp900 ribu lebih, bahkan hampir Rp1 juta kalau antar sampai Bangka Barat. Modal BBM saja sudah dua kali lipat, jelas membuat stres.

Codet menilai kenaikan kali ini merupakan yang tertinggi selama ia menjalankan usaha angkutan sawit. Seumur hidupnya menggunakan truk, ini kenaikan paling besar, sampai 100 persen. Dampaknya luar biasa, terutama untuk usaha transportasi.

Kesulitan Mendapatkan BBM Subsidi

Di sisi lain, penggunaan BBM subsidi juga tidak mudah. Codet mengaku kesulitan memperoleh solar bersubsidi karena antrean panjang dan keterbatasan stok. Ia menyebut bahwa antrean dimulai dari subuh, dan jam 9 pagi sudah habis. Sementara pekerjaannya tidak bisa menunggu.

Ia juga menyoroti bahwa dampak kenaikan BBM nonsubsidi tidak hanya dirasakan oleh kalangan tertentu, tetapi juga pelaku usaha kecil. Katanya, meskipun ditujukan untuk kendaraan tertentu, mereka yang bekerja juga terkena dampak. Pendapatan tidak besar, tapi biaya operasional naik drastis. Ini sangat menekan.

Kenaikan biaya tersebut, lanjutnya, berpotensi memicu efek berantai dalam rantai pasok sawit. Tekanan dari perusahaan dapat berujung pada penurunan harga beli di tingkat pengepul, yang kemudian berdampak ke petani. Jika biaya kami naik, perusahaan bisa menekan harga ke kami. Kami juga terpaksa menekan harga ke petani. Akhirnya, petani yang paling dirugikan.

Kondisi Sulit yang Datang Bertubi-tubi

Codet menggambarkan kondisi saat ini sebagai situasi sulit yang datang bertubi-tubi. Sudah jatuh tertimpa tangga. Kerjaan ini kelihatannya enak, tapi risikonya besar. Sekarang benar-benar terasa tercekik.

Ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan harga BBM agar lebih mempertimbangkan kondisi pelaku usaha kecil di lapangan. Harapan mereka adalah harga bisa dinormalkan. Jika naik sedikit masih bisa dimaklumi, tapi jangan setinggi ini. Sesuaikan dengan kondisi mereka.

Dampak pada Konsumen

Dampak kenaikan BBM juga dirasakan oleh konsumen. Di SPBU Desa Padang, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu siang, Susilawati (30) terpaksa tetap mengisi Dexlite meski harganya melonjak. Terlalu tinggi buat masyarakat biasa. Tadi isi Rp500 ribu, biasanya jarumnya naik banyak, sekarang cuma sedikit.

Ia mengaku sempat ragu, namun kondisi tangki yang hampir kosong membuatnya tidak punya pilihan. Bahkan, ia melihat beberapa pengendara memilih pergi setelah mengetahui harga baru. Ada yang langsung balik karena mahal. Tapi ia tetap isi, kalau tidak, tidak bisa jalan.

Kenaikan tersebut membuat rencana bepergian bersama keluarga harus ditunda. Sepertinya harus hemat, tidak bisa jalan-jalan dulu.

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa kebijakan ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM terkait formula harga dasar BBM.

Penyesuaian ini mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Untuk wilayah Bangka Belitung, harga terbaru BBM mencakup Pertamax Turbo Rp19.850 per liter, Dexlite Rp24.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter. Sementara Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar tidak mengalami perubahan harga.

Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Sumbagsel tetap aman dan distribusi berjalan lancar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga BBM Malaysia Melonjak 10 Kali Akibat Konflik Timur Tengah

26 April 2026

Profil Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam, Pernah Bersaing dengan John Kei

26 April 2026

Ilusi Kestabilan: Kegagalan Kebijakan Lingkungan Eropa di Timur Tengah

26 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga BBM Malaysia Melonjak 10 Kali Akibat Konflik Timur Tengah

26 April 2026

Pengepul Sawit Kesulitan BBM, Codet Minta Sopir Truk Balik Arah

26 April 2026

5 kebiasaan harian untuk kulit sehat, cerah, dan alami

26 April 2026

Andrew Jung Pulih, Matricardi Tak Hadir: Persib Siap Curangi Poin di Kandang Dewa

26 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?