Presiden Prabowo Kirim Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI ke DPR
Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Prabowo Subianto, telah mengirimkan surat presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berisi tiga nama calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI). Surat ini disampaikan untuk menggantikan posisi Juda Agung yang telah mengundurkan diri. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa ketiga nama tersebut adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
Komisi XI DPR akan segera menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk memilih satu dari tiga nama tersebut. Menurut Misbakhun, uji coba ini akan dilakukan dalam pekan ini. Ia menyatakan bahwa semua tiga kandidat memiliki latar belakang yang kuat dan pengalaman yang relevan di bidang perbankan dan keuangan.
Profil Kandidat Calon Deputi Gubernur BI
Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono, yang akrab dipanggil Tommy, merupakan keponakan dari Presiden Prabowo. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2024. Sebelumnya, nama Tommy sering muncul sebagai kandidat kuat untuk posisi deputi gubernur BI. Namun, dua pesaingnya, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro, juga memiliki latar belakang yang kuat dan pengalaman internal di BI.
Dicky Kartikoyono
Dicky Kartikoyono saat ini menjabat sebagai kepala departemen kebijakan sistem pembayaran BI sejak 2023. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dicky tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp20,4 miliar pada 2017, namun jumlah tersebut berkurang menjadi Rp8,4 miliar pada 2024.
Sebelum menjabat sebagai kepala departemen kebijakan sistem pembayaran, Dicky pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) BI. Selain itu, ia juga pernah menjadi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia di London selama satu tahun. Dicky sebelumnya juga pernah bersaing dalam pemilihan deputi gubernur BI pada periode 2025-2030, meskipun akhirnya tidak terpilih.
Solikin M. Juhro
Solikin M. Juhro saat ini menjabat sebagai kepala departemen kebijakan makroprudensial BI dan juga asisten gubernur BI. Pria kelahiran Surabaya pada 1967 ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk gelar sarjana di Bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas Airlangga, serta gelar Master of Applied Economics dari University of Michigan.
Solikin juga memiliki gelar Master di Bidang Economics dari Maryland University dan gelar Doktor di Bidang Economics Monetary dari Universitas Indonesia. Ia memulai karier di Bank Indonesia pada 1994 dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Institut Bank Indonesia dan Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Proses Seleksi dan Harapan
Proses seleksi melalui fit and proper test akan menjadi langkah penting dalam menentukan calon deputi gubernur BI yang terpilih. Komisi XI DPR akan melakukan rapat dan evaluasi terhadap setiap kandidat untuk memastikan bahwa pilihan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Selain itu, proses ini juga menjadi momen penting untuk memastikan bahwa jabatan deputi gubernur BI tetap diisi oleh individu yang memiliki kompetensi, integritas, dan visi yang jelas dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya tiga kandidat yang kuat, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas ekonomi dan keuangan nasional.



