Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Resmi dipecat PDIP, nasib Bupati Klaten, rumahnya digeledah KPK hingga perhiasan disita
  • 15 Destinasi Jepang Wajib Kunjungi untuk Liburan Impian
  • Rekomendasi treadmill manual tanpa listrik untuk olahraga di rumah
  • 4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung
  • Menaklukkan Puncak 2 Jonggol: Uji Tangguh Royal Enfield Himalayan 450
  • Daftar Film Nam Yoon Soo: Aksi Comeback Memukau di Killing Time
  • Alasan teknologi mumpuni masih bisa ditembus peretas siber
  • Kartel narkoba gunakan drone tempur, keahlian perang Ukraina jadi sorotan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»PLTN Hijau Tapi Terkendala Biaya dan Citra Buruk
Nasional

PLTN Hijau Tapi Terkendala Biaya dan Citra Buruk

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Strategi Transisi Energi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pemerintah Indonesia saat ini sedang mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari strategi transisi energi. Dalam beberapa kajian, nuklir dianggap sebagai solusi potensial untuk mengatasi krisis energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. Namun, PLTN tetap menyisakan tantangan terkait biaya, pengelolaan limbah, serta penerimaan publik.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menjelaskan bahwa PLTN dipilih sebagai sumber energi alternatif karena efisien, teknologinya semakin maju, dan memiliki tingkat emisi yang rendah. Menurut lembaga tersebut, nuklir lebih stabil dibandingkan pembangkit berbasis air atau matahari yang bergantung pada kondisi cuaca.

“PLTN merupakan solusi dari krisis energi menyusul semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil, sekaligus mencegah pemanasan global dari gas CO2 yang dilepaskan ke udara. PLTN dipilih karena efisien, penerapan teknologinya semakin maju, serta dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk masyarakat,” ujar BAPETEN dalam pernyataannya.

Isu keamanan nuklir sering kali membuat publik ragu-ragu. Namun, BAPETEN menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak perlu diperbesar. Sistem pengawasan yang dilaksanakan oleh BAPETEN selalu melibatkan International Atomic Energy Agency (IAEA), serta terus diperbarui sesuai perkembangan teknologi saat ini.

Persiapan Pembentukan NEPIO

Pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO) melalui Peraturan Presiden tentang lembaga persiapan pembangunan PLTN. Draf aturan tersebut telah disetujui oleh seluruh kementerian dan lembaga terkait, dan kini menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto.

Risiko Kecelakaan PLTN: Jarang, Tapi Berdampak Besar

Kajian Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2021 berjudul Nuklir sebagai Solusi dari Energi Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan untuk Mengejar Indonesia Sejahtera dan Rendah Karbon pada Tahun 2050 menunjukkan bahwa rekam jejak keselamatan PLTN secara global relatif baik.

“Hampir 70 tahun PLTN beroperasi di muka bumi, ada tiga kecelakaan nuklir yang membekas di ingatan manusia, yaitu Three Mile Island, Chernobyl, dan Fukushima, dengan jumlah total korban meninggal karena radiasi tidak lebih dari 100 orang,” tulis kajian tersebut.

Secara perbandingan, tingkat kematian dari produksi listrik nuklir disebut lebih rendah dibandingkan pembangkit lain. Namun, karena sifat kecelakaan nuklir yang jarang tetapi berpotensi besar, isu ini tetap sensitif di mata publik.

Kajian itu juga menjelaskan bahwa radiasi bukan hanya ancaman, melainkan juga bagian dari kehidupan sehari-hari. “Setiap hari manusia terkena radiasi alam, bahkan dimanfaatkan untuk medis dan industri. Radiasi memang dapat menjadi berbahaya, akan tetapi juga bermanfaat jika digunakan sesuai dengan prosedur dan aturan,” demikian isi kajian UGM.

Limbah Nuklir Relatif Kecil Namun Perlu Pengelolaan Jangka Panjang

Isu limbah nuklir menjadi sorotan lain. Kajian UGM menegaskan bahwa bahan bakar bekas PLTN tidak bisa dikategorikan sebagai limbah lantaran masih mengandung unsur berharga dan berpotensi didaur ulang.

“Secara kuantitas, limbah yang dihasilkan oleh PLTN relatif sangat kecil volumenya dibandingkan sumber energi lainnya,” tulis laporan tersebut.

Pengawasan dilakukan ketat oleh BAPETEN dan IAEA, sementara teknologi pengolahan baru seperti SYLOS tengah dikembangkan. Meski demikian, kebutuhan fasilitas penyimpanan aman jangka panjang tetap menjadi penting.

Emisi Rendah dan Operasi Stabil Namun Biaya Membengkak

Kajian UGM menyimpulkan PLTN sebagai pembangkit yang ramah lingkungan, andal, dan berkelanjutan. “Nuklir bebas emisi gas rumah kaca, jejak karbon relatif kecil, tidak mengganggu keseimbangan ekosistem, serta limbahnya terkelola dan terkontrol dengan aturan yang jelas,” kata kajian tersebut.

PLTN mampu beroperasi 24 jam penuh dan tidak bergantung pada cuaca, sementara bahan bakar bekas berpotensi didaur ulang. Namun, biaya investasi tetap tinggi dan periode pembangunan panjang.

Sebagai gambaran, desain Thorium Molten Salt Reactor (TMSR-500) milik ThorCon diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 17 triliun, dengan target harga listrik di bawah 0,069 dolar AS per kWh.

Kajian tersebut menunjukkan sebagian besar proyek PLTN di dunia membutuhkan dukungan keuangan pemerintah. Meski begitu, beberapa negara memberi ruang bagi Independent Power Producer (IPP) untuk membiayai sendiri pembangunan PLTN.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Resmi dipecat PDIP, nasib Bupati Klaten, rumahnya digeledah KPK hingga perhiasan disita

23 October 2026

4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung

23 October 2026

Timnas angkat trofi, atlet pecahkan rekor dunia: catatan olahraga Indonesia di 2 tahun era Prabowo

22 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Resmi dipecat PDIP, nasib Bupati Klaten, rumahnya digeledah KPK hingga perhiasan disita

23 October 2026

15 Destinasi Jepang Wajib Kunjungi untuk Liburan Impian

23 October 2026

Rekomendasi treadmill manual tanpa listrik untuk olahraga di rumah

23 October 2026

4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung

23 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?