PLN Berikan Bantuan Kemanusiaan kepada Warga Terdampak Banjir Bandang
PT PLN (Persero) UP3 Kotamobagu menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di Desa Solimandungan I dan Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, yang bertujuan untuk membantu warga dalam menghadapi situasi sulit pasca-bencana.
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Manajemen PLN UP3 Kotamobagu, Manajemen PLN ULP Inobonto, Srikandi PLN, serta Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Kotamobagu. Selain itu, hadir juga Asisten II dan Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kepala BPBD Bolaang Mongondow, Kepala Dinas Sosial Bolaang Mongondow, Camat Bolaang, pemerintah desa setempat, dan masyarakat penerima manfaat.
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Bolaang dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi selama sepekan terakhir. Curah hujan ekstrem menyebabkan Sungai Botuk meluap dan membawa material kayu serta lumpur. Ketinggian air di permukiman warga mencapai 1 hingga 1,5 meter, sehingga banyak rumah dan fasilitas umum terendam.
Dampak bencana dirasakan oleh beberapa desa di Kecamatan Bolaang, seperti Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, Desa Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga mengganggu fasilitas umum seperti Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa Solimandungan II, Pustu Desa Solimandungan II, serta gedung TK setempat.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan komitmen PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam. “Kami berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami saat banjir melanda, dan pascabencana fokus kami adalah membantu warga kembali bangkit,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan logistik, PLN UP3 Kotamobagu menyalurkan bantuan berupa 150 paket sembako, 150 kardus air mineral, 50 unit kasur, 50 lembar tikar, dan 2 unit tandon air. Bantuan ini disalurkan kepada warga yang mengalami kerugian material cukup berat di Desa Solimandungan I dan Desa Solimandungan II.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, menjelaskan bahwa sejak awal kejadian, tim PLN langsung bergerak cepat di lapangan untuk mengamankan jaringan listrik demi keselamatan warga. “Begitu menerima laporan banjir bandang, petugas PLN segera melakukan pemadaman darurat dan pengamanan sistem kelistrikan di wilayah terdampak guna menghindari potensi bahaya sengatan listrik. Sembari memulihkan sistem, keluarga besar PLN UP3 Kotamobagu, termasuk tenaga alih daya, juga bergotong-royong membantu warga membersihkan lumpur di fasilitas umum dan pemukiman,” jelasnya.
Pemerintah daerah setempat memberikan apresiasi tinggi atas respons PLN. Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Renti Mokoginta, S.Pd., MAP, memuji kesigapan PLN. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata. Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan bencana memerlukan kolaborasi erat multi-pihak agar masyarakat terdampak bisa segera pulih,” kata Renti.
Camat Bolaang, Ninik Kusrini Tohis, S.Ik, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat PLN sejak hari pertama bencana. “PLN tidak hanya mengamankan listrik, tapi juga hadir fisik membantu pembersihan pemukiman serta membawa bantuan kebutuhan dasar yang sangat mendesak bagi warga kami. Ini sangat berarti bagi kami,” tutur Ninik.
Yusran Paputungan, salah seorang warga Desa Komangaan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran PLN. “Kami sangat bersyukur atas bantuan dari PLN di tengah kondisi sulit ini. Paket sembako, air bersih, kasur, dan tikar ini sangat kami butuhkan karena banyak barang kami yang hanyut dan rusak. Semoga kebaikan seluruh petugas PLN dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Yusran haru.
Aksi tanggap bencana ini menegaskan bahwa peran PLN telah melampaui tugas utamanya sebagai penyedia listrik, melainkan juga sebagai mitra sosial masyarakat yang responsif. Melalui sinergi berkelanjutan antara manajemen, Srikandi, PIKK, dan pemerintah daerah, PLN terus berkomitmen membawa dampak positif dan mengawal pemulihan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Bolaang Mongondow hingga kembali normal.



