Renungan Harian Katolik: “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”
Renungan hari ini mengangkat tema “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”. Tema ini menjadi fokus utama dalam renungan untuk hari Senin Biasa X, yang juga merayakan Santo William Uskup sebagai teladan iman dan kerendahan hati, serta Santa Maria Droste zu Vischering sebagai rasul Hati Kudus. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah hijau, simbol dari harapan dan kehidupan baru.
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini
Bacaan pertama diambil dari kitab 1 Raja-Raja 17:1-6, yang menceritakan kisah Nabi Elia. Dalam bacaan ini, Elia berkata kepada Raja Ahab bahwa tidak akan ada embun atau hujan selama beberapa tahun ke depan, kecuali jika ia menyuruhnya. Tuhan kemudian memerintahkan Elia untuk pergi ke tepi sungai Kerit, di sebelah timur Sungai Yordan. Di sana, Elia diberi makan oleh burung gagak yang membawakan roti dan daging setiap pagi dan sore, sementara ia minum dari sungai itu.
Demikianlah Sabda Tuhan. U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan dari Mzm 121:1-2, 3-4, 5-6, 7-8 mengingatkan kita bahwa pertolongan datang dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Mazmur ini juga menegaskan bahwa Tuhan akan menjaga kita dari segala kecelakaan dan menjaga nyawa kita.
Bait Pengantar Injil Mat 5:12a berbunyi, “Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”
Bacaan Injil Mat 5:1-12 mengandung sabda bahagia yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya. Dalam sabda tersebut, Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Ini menjadi dasar renungan hari ini.
Renungan Harian: “Lapar dan Haus Akan Kebenaran”
Dalam seruan apostolik Gaudette et Exsultate, Paus Fransiskus menekankan bahwa sabda bahagia merupakan kartu identitas bagi umat Kristiani. Ia menulis, “Jika seseorang bertanya, ‘Apa yang harus dilakukan untuk menjadi orang Kristiani yang baik?’ jawabannya sederhana: Kita perlu menjalankan, masing-masing dengan caranya sendiri, apa yang dikatakan Yesus dalam Sabda Bahagia.”
Hari ini, kita merenungkan tentang lapar dan haus akan kebenaran. Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6). Lapar dan haus adalah pengalaman mendalam, karena melibatkan kebutuhan dasar dan naluri kita untuk bertahan hidup. Sama seperti ketika kita lapar dan haus, kita ingin segera makan dan minum, baik saat bekerja maupun sedang melakukan perjalanan jauh.
Nabi Elia, ketika bersembunyi di tepi Sungai Kerit, juga merasa lapar dan haus. Bagaimana dia memenuhi kebutuhan dasarnya? Seperti yang diperintahkan Tuhan, burung-burung gagak membawakan roti dan daging kepadanya setiap pagi dan sore, dan ia minum dari sungai itu. Burung-burung gagak tahu bahwa mereka adalah utusan Tuhan, sehingga mereka tidak memanfaatkan makanan itu untuk kepentingan sendiri, tetapi membawanya kepada Nabi Elia yang lapar dan haus. Nabi Elia pun bisa memenuhi kebutuhannya. Ia dipulihkan oleh Allah.
Yesus dalam injil hari ini menjanjikan bahwa mereka yang lapar dan haus, teristimewa lapar dan haus akan kebenaran, akan dipuaskan. Oleh karena itu, bagi kita orang-orang Kristiani, jika kita lapar dan haus akan kebenaran, biarlah Allah saja yang memuaskan kita. Marilah kita hidup dalam kebenaran dengan bertindak dan berbicara secara jujur.
Tuhan, buatlah kami untuk selalu haus dan lapar akan kebenaran dan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran. Amin.

