Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 April 2026
Trending
  • 7 Cara Menghadapi Pasangan yang Terburu-buru Menikah
  • Ini alasan Justin Bieber ajak Billie Eilish tampil di Coachella
  • Rumi, Pemikir dan Pejuang Politik
  • KALSEL TERPOPULER: Kecelakaan di Tanahlaut, Siswa SMK Diduga Dibunuh, LPG Naik
  • 7 Produk Keuangan yang Harus Diperhatikan Pasangan Baru
  • Rumah Pintar 2.0: Deteksi Tidur Medis, Bukan Hanya Lampu!
  • Jadwal MotoGP 2026 di Spanyol: Live Trans7 dan TV Online, Masalah Bagnaia Dibahas Rossi
  • Menghidupkan semangat Kartini melalui fesyen dan kuliner nusantara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Penjualan Mobil Desember 2025 Membaik, Ahli: Bukan Tanda Pemulihan
Otomotif

Penjualan Mobil Desember 2025 Membaik, Ahli: Bukan Tanda Pemulihan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pandangan dari seorang pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pasar mobil pada Desember 2025 tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Menurutnya, angka penjualan yang meningkat bukanlah indikasi perbaikan kondisi pasar secara fundamental.

“Lonjakan yang terjadi di bulan Desember 2025, meskipun berada di tengah situasi perekonomian yang lesu dan penurunan jumlah kelas menengah, jelas bukan merupakan sinyal positif untuk pasar mobil,” ujar Yannes dalam wawancaranya dengan Indonesiadiscover.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, salah satu penyebab lonjakan penjualan pada akhir tahun 2025 adalah strategi pemasaran yang kuat, khususnya distribusi tinggi dari pabrik ke diler. Hal ini memicu kenaikan angka penjualan yang cukup signifikan.



Selain itu, peningkatan penjualan wholesale juga didorong oleh pembelian besar-besaran konsumen, terutama karena khawatir adanya penyesuaian harga pada tahun ini. Hal ini terutama terjadi pada mobil listrik yang masih dalam status impor.

“Kenaikan penjualan ini murni disebabkan oleh strategi wholesales stuffing dealer dan panic buying konsumen yang memajukan pembelian agar menghindari kenaikan harga pada 2026,” tambahnya.

Dalam konteks yang lebih luas, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah mengajukan restrukturisasi insentif untuk industri otomotif. Pada masa mendatang, fokus akan beralih dari akselerasi mobil listrik menuju lokalisasi dengan manufaktur yang berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), batas emisi, dan harga maksimum.

“Jika insentif mobil diberlakukan berdasarkan TKDN, batas emisi, dan plafon harga, maka ini bisa menjadi stimulus pintar yang efektif untuk menjaga momentum pasar mobil pada 2026,” paparnya.



Secara detail, total penjualan wholesale pada bulan Desember 2025 tercatat sebanyak 94.100 unit, turun 0,3 persen secara year on year dibandingkan Desember 2024. Namun, secara bulanan, penjualan naik sekitar 26,9 persen atau 19.969 unit dari 74.131 unit pada November 2025.

Penjualan ritel juga mencatat tren serupa. Pada Desember 2025, angka penyalurannya mencapai 93.833 unit, meningkat 18,3 persen dibandingkan November yang tercatat sebanyak 79.348 unit. Lonjakan ini mencerminkan upaya diler dan pabrikan mendorong penjualan melalui berbagai program promosi akhir tahun.

Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025, asosiasi mencatat penjualan wholesale sebanyak 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 865.723 unit.

Kondisi serupa juga terlihat pada penjualan ritel. Sepanjang 2025, penjualan dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan penjualan ritel 2024 yang berada di level 889.680 unit. Pelemahan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP 2026 di Spanyol: Live Trans7 dan TV Online, Masalah Bagnaia Dibahas Rossi

24 April 2026

Mengunjungi Garasi Tamiya di Bantul, Tempat Mengubur Dendam Masa Kecil Jadi Hobi Mewah

23 April 2026

Jadwal Lengkap Yamaha Cup Race 2026

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 Cara Menghadapi Pasangan yang Terburu-buru Menikah

24 April 2026

Ini alasan Justin Bieber ajak Billie Eilish tampil di Coachella

24 April 2026

Rumi, Pemikir dan Pejuang Politik

24 April 2026

KALSEL TERPOPULER: Kecelakaan di Tanahlaut, Siswa SMK Diduga Dibunuh, LPG Naik

24 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?