Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Pengacara Epstein Minta CIA-NSA Buka Arsip Lama
    Politik

    Pengacara Epstein Minta CIA-NSA Buka Arsip Lama

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 February 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Pengacara mendiang Jeffrey Epstein secara resmi mengajukan tuntutan terhadap Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat untuk membuka seluruh arsip yang terkait dengan dugaan hubungan intelijen dengan terpidana kejahatan seksual tersebut.

    Permintaan ini didasarkan pada Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA), di mana tim hukum yang mewakili harta warisan Epstein meminta dokumen-dokumen yang bisa menunjukkan apakah NSA pernah menyimpan informasi apa pun terkait Epstein, baik yang bersifat rahasia maupun tidak. Langkah ini memperkuat dugaan lama tentang kemungkinan keterkaitan Epstein dengan badan intelijen.

    Beberapa pihak sebelumnya menggunakan FOIA untuk bertanya kepada CIA tentang Epstein pada 1999 dan 2011, namun badan intelijen itu menjawab bahwa tidak ada bukti hubungan yang bersifat terbuka. CIA juga menolak membenarkan atau menyangkal adanya materi rahasia. Sementara itu, NSA sebelumnya tidak membenarkan atau membantah adanya dokumen yang relevan dengan alasan keamanan nasional serta perlindungan sumber dan metode intelijen.

    Dokumen terbaru yang dirilis ke publik menyoroti interaksi Epstein dengan mantan Direktur CIA William J. Burns. Pada 2014 saat menjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS, Burns diketahui menjadwalkan beberapa kali pertemuan dengan Epstein, termasuk makan siang di Washington dan pertemuan di kediaman Epstein di New York.

    Burns “sangat menyesali pernah bertemu” Epstein dan menyatakan seluruh kontak dihentikan setelah mengetahui vonis pidana Epstein. Menurut juru bicara Burns, korespondensi dan pertemuan tersebut terjadi setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan terkait prostitusi di Florida pada 2008, termasuk ajakan prostitusi dengan anak di bawah umur 18 tahun.

    Dalam rilis jutaan dokumen terkait Epstein yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman AS pada tiga pekan lalu, terdapat dokumen yang menggambarkan perencanaan pertemuan antara Burns dan Epstein. Dua di antaranya terjadi, dan menunjukkan Epstein mengirim pesan teks kepada Burns dan merekomendasikan agar orang lain di sekitarnya bertemu dengannya.

    Juru bicara Burns mengatakan bahwa kedua pria itu “tidak memiliki hubungan”, dan bahwa Burns “tidak tahu apa pun tentang dia, selain bahwa dia diperkenalkan sebagai ahli di sektor jasa keuangan”. Juru bicara tersebut mengatakan Burns “sangat menyesal pernah bertemu dengannya”. Burns tidak pernah dituduh melakukan kesalahan apa pun terkait kejahatan Epstein.

    Burns memiliki pengalaman diplomatik selama puluhan tahun di bawah pemerintahan Republik dan Demokrat. Selama sidang konfirmasinya untuk menjadi direktur CIA pada 2021, bahkan senator pendukung Trump, Lindsey Graham, menyebutnya sebagai “pilihan yang luar biasa”.

    Penyebutan pertama Burns dalam berkas Epstein tertanggal April 2013, ketika Epstein mengirim email kepada Terje Rød-Larsen, mantan diplomat Norwegia yang juga arsitek Perjanjian Oslo antara Israel-Palestina pada 1992. “Mari kita atur pertemuan dengan Bill Burns di Washington atau New York.” Tidak ada konteks dalam email tersebut, atau bahkan judul subjek.

    Rød-Larsen mengundurkan diri sebagai kepala Institut Perdamaian Internasional pada 2020, setelah terungkap bahwa ia mendapatkan sumbangan dari yayasan yang terkait dengan Epstein, serta pinjaman pribadi dari Epstein. Ia tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

    Pada Juli 2013, Epstein mengirimkan catatan serupa kepada Rød-Larsen, tampaknya sebagai tindak lanjut. “Saya sarankan Anda menghubungi Bill Burns dan beri tahu dia bahwa Anda siap membantu jika dia membutuhkan bantuan. Saya akan menjelaskan melalui telepon.” Epstein menindaklanjuti keesokan harinya dalam email yang penuh kesalahan. “Saya pikir John Kerry mungkin akan sibuk untuk sementara waktu. Mereka akan menghubungi Bill Burns yang akan membutuhkan lebih banyak bantuan.”

    Bulan berikutnya, Epstein mengirim email kepada pengusaha keuangan Peter Thiel—pemilik perusahaan teknologi Palantir yang dituding ikut terlibat dalam genosida Israel di Gaza. Ia mengklaim bahwa Burns, bersama dengan mantan perdana menteri Israel Ehud Barak dan Rød-Larsen, “akan berada di rumah pada tanggal 1 Juni”. Tidak jelas apa maksudnya. Tidak ada bukti bahwa Burns hadir, dan juru bicaranya mengatakan bahwa Burns tidak menghadiri pertemuan tersebut.

    Pada Juli, Epstein kembali menyebut Burns ketika ia diundang ke Rusia oleh seorang pejabat di bank sentral Rusia. “Suatu saat saya ingin mendengar pandangan Bill Burns tentang apakah saya harus atau tidak,” tulis Epstein kepada Rød-Larsen. Tidak ada bukti bahwa Epstein atau siapa pun benar-benar meminta pandangan Burns pada saat itu, dan juru bicara Burns mengatakan tidak ada korespondensi.

    Bulan berikutnya, pertemuan sesungguhnya baru terlaksana. Asisten Epstein mengirim email kepada pemodal itu pada 19 Agustus. “Bill Burns sedang rapat sekarang … asistennya akan memintanya menelepon Anda setelah dia selesai rapat.” Burns akhirnya bertemu dengan Epstein pada 21 Agustus di kantor hukum Steptoe di DC, sebuah firma hukum ternama, untuk makan siang, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal dalam sebuah berita pada 2023 tentang kalender Epstein.

    Epstein, yang saat itu merupakan terpidana kejahatan seksual, telah pergi ke Departemen Keuangan AS pagi itu, menurut kalendernya. Tidak ada petunjuk mengapa. Kemudian pada siang hari itu, ia bertemu dengan Burns. Juru bicara Burns mengatakan bahwa pokok pembicaraan menyangkut upaya Burns untuk kariernya setelah meninggalkan pemerintahan. Sepuluh hari kemudian, pada 1 September, Epstein mulai mengirim pesan singkat kepada Burns, untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut.

    “Bill,” tulis Epstein, “Peter Thiel akan bersamaku tanggal 13 dan 14 di New York. Kurasa akan menyenangkan jika kita bertemu jika ada waktu luang untukmu. Ada apartemen yang bisa kau gunakan jika kau mau.”

    Pada April 2014, Burns mengumumkan pengunduran dirinya setelah 32 tahun berkiprah di pemerintahan. Ia merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam diplomasi sehingga New York Times, NPR, dan media lain meliput keputusannya untuk meninggalkan pemerintahan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?