Penemuan HP Farhan Membawa Harapan Bagi Keluarga
Jejak langkah kaki yang terdeteksi dari smartwatch milik Farhan, kopilot pesawat ATR 42-500, memberikan harapan bagi keluarganya. Namun hingga saat ini, Tim SAR belum menemukan tanda-tanda kehidupan dari korban.
Handphone Farhan ditemukan setelah pesawat yang sedang melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar mengalami kecelakaan di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026). Setelah ditemukan, HP tersebut diserahkan kepada Dian Mulyani Hasibuan, kekasih Farhan yang sudah berpacaran selama lima tahun.
Ketika dilihat, fitur smartwatch di HP masih menunjukkan pergerakan. Dian membagikan informasi melalui chat bahwa jumlah langkah kaki mencapai 9 ribu pada pukul 6 sore tanggal 18. Lalu, pada pukul 10.00 WIB, jumlahnya bertambah menjadi 13 ribu. Informasi ini membuat keluarga berharap Farhan masih hidup.
“Di jam 10 tanggal 18 juga bertambah pak jadi 13.647 pak,” tulis Dian dalam chat. Ia juga menyampaikan bahwa jika hari berganti, data akan kembali ke nol. “Untuk atas nama Farhan Gunawan pak, smartwatchnya masih terhubung pak.”
Beberapa merek smartwatch memang tetap terkoneksi tanpa membutuhkan Bluetooth. Kabar ini kemudian disebarkan oleh kakak Dian, Pitri Keandedes Hasibuan (30), yang menjelaskan bahwa adiknya tidak mampu diwawancara karena sedang syok dan fokus mencari Farhan.
Menurut Pitri, HP Farhan ditemukan di hutan pada tanggal 18. “HP dia itu terhubung ke smartwatch, terus dicek smartwatchnya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan.” Pergerakan tersebut tercatat beberapa kali dalam sehari, mulai dari pagi hingga malam.
Pergerakan langkah kaki Farhan terdeteksi selama tiga hari terakhir. “Pergerakan langkah kakinya makin bertambah dan ini hari ketiga di hutan,” katanya. Ia meminta agar Tim SAR menerjunkan lebih banyak personel dan helikopter untuk membantu pencarian.
Staf SAR Mission Coordinator Basarnas Makassar Arman Amiruddin mengaku langsung melakukan penelusuran setelah mendapat kabar tersebut. “Di laporan yang dia (Dian) kirim itu jam 6.53 hari minggu itu terbaca sampai 9 ribu langkah. Sampai ke jam 10, 13 ribu langkah, untuk memastikan bahwa ini karena yang beredar katanya ada langkah.”
Meski begitu, hingga kini Tim SAR belum menemukan tanda-tanda kehidupan dari penumpang pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut membawa 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat disewa KKP untuk melakukan pengawasan laut.
Tim SAR menunggu hasil penyelidikan Cyber Polda untuk mengetahui titik koordinat jatuhnya handphone tersebut. “Pihak pacar sudah melapor ke pihak cyber crime Polda untuk kami meminta supaya bisa dilacak koordinator terakhir untuk membantu kami. Koordinat dari on terakhir (sangat dibutuhkan).”
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait informasi tersebut dan saat ini tetap fokus pada proses pencarian korban. “Saya sampaikan bahwa fokus kita saat ini adalah pencarian terhadap korban. Pada saat kita mencari korban ternyata ditemukan bagian-bagian dari pesawat maupun ada benda-benda yang dimungkinkan itu milik korban.”
Berikut daftar pegawai KKP yang menjadi penumpang:
- Ferry Irawan: analis kapal pengawasa
- Deden Mulyana: pengelola barang milik negara
- Yoga Nouval: operator foto udara
Sedangkan kru pesawat sebagai berikut:
- Pilot: Capt. Andy Dahananto
- Kopilot: Farhan
- FOO: Hariadi
- Engineer 1: Restu Adi
- Engineer 2: Dwi Murdiono
- Pramugari 1: Florencia Lolita
- Pramugari 2: Esther Aprilita



