Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 30 April 2026
Trending
  • Tim yang Akan Terdegradasi dari Super League 2025/2026, Termasuk Juara Liga 2
  • Jadwal Final Liga Champions 2026: Atletico vs Arsenal dan PSG vs Munchen di SCTV Pagi Hari
  • 8 Kebiasaan Orang Cerdas yang Malah Penghambat Kesuksesan, Perfeksionisme Salah Satunya
  • 5 destinasi wisata populer di Bandung untuk liburan akhir pekan bersama keluarga
  • Sedikit Harapan Tottenham Lolos Degradasi Usai Kemenangan Pertama Tahun 2026
  • Mahfud MD Bongkar Kekayaan MBG: Rp 34 Miliar untuk Makan, Sisanya untuk Mobil dan Kaos
  • Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Pemilik Diduga Hakim Ahmad Sahroni Dipecat dan Dituntut Pidana
  • 7 cara mengatur anggaran bulanan ala kakeibo dari ibu rumah tangga Jepang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Pemkot Bogor Hentikan Subsidi Biskita, Tarif Naik?
Ragam

Pemkot Bogor Hentikan Subsidi Biskita, Tarif Naik?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemkot Bogor Tidak Akan Berikan Subsidi Operasional Biskita Trans Pakuan



Pemkot Bogor tidak akan memberikan subsidi operasional pada Biskita Trans Pakuan saat layanan kembali beroperasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kenaikan tarif yang mungkin terjadi.

Layanan Biskita Trans Pakuan sempat dihentikan karena masa kontrak antara Pemerintah Kota Bogor dengan penyedia jasa telah berakhir pada 31 Desember 2025. Akibatnya, layanan tersebut tidak dapat melayani penumpang sejak 1 Januari 2026.

Untuk menjalankan kembali layanan tersebut, Pemerintah Kota Bogor harus memperbarui kerjasama melalui sistem lelang. Namun, proses lelang memakan waktu cukup lama karena terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui. Hal ini menyebabkan transportasi massal tersebut harus parkir lebih lama, yang berdampak pada para penumpang setia Biskita Trans Pakuan.

Untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Bogor bersama operator mencari solusi. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengungkapkan bahwa hasil pembahasan adalah Biskita Trans Pakuan tetap beroperasi secara mandiri.

Saat ini, operasional Biskita Trans Pakuan telah kembali berjalan namun secara bertahap. Pada awalnya, hanya koridor 2 dengan rute Ciawi-Terminal Bubulak yang beroperasi. Dedie Rachim menyatakan bahwa seluruh koridor akan kembali beroperasi mulai pekan depan, yaitu pada Senin (5/1/2026).

Namun, dengan mekanisme operasional mandiri tersebut, Pemerintah Kota Bogor tidak akan memberikan subsidi hingga proses lelang selesai. Meski demikian, tarif Biskita Trans Pakuan dipastikan tidak akan naik.

“Untuk sementara non subsidi dikelola oleh operator dengan tarif sama,” ujarnya dalam pernyataannya.

Selain itu, Dedie A Rachim menjelaskan bahwa ada beberapa faktor lain yang menyebabkan berhentinya operasional Biskita Trans Pakuan. Menurutnya, biaya operasional kendaraan masih belum sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Contohnya penambahan halte atau bus stop mempengaruhi biaya, jam operasi dan sumber daya manusia. Sehubungan dengan hal tersebut kita sedang mencoba mencarikan solusi tercepat dan terbaik,” katanya.

Dengan adanya perubahan mekanisme operasional, masyarakat kini harus siap menghadapi perubahan dalam penggunaan layanan Biskita Trans Pakuan. Meski tidak ada kenaikan tarif, namun dampak dari penghapusan subsidi bisa saja terasa dalam jangka panjang.

Beberapa isu lain yang berkaitan dengan transportasi umum di Bogor juga menjadi perhatian masyarakat. Misalnya, jalur alternatif Puncak Bogor yang dulu sepi kini terancam pelebaran jalan. Selain itu, angkot di Puncak Bogor libur serentak selama Nataru, sehingga sopir mendapatkan dana segar. Di sisi lain, joki penunjuk arah di Puncak Bogor direkrut oleh polisi dengan gaji per hari tertentu.

Perubahan dalam sistem transportasi di Bogor menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap dinamika yang terjadi. Masyarakat diharapkan dapat memahami dan merespons perubahan tersebut dengan baik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hasil Kualifikasi MotoGP Spanyol 2026: Rossi Mengungguli Marquez di Grid Terdepan

30 April 2026

Ikatan Darah: Film Aksi Berkelas Dunia

30 April 2026

Latihan PAT Prakarya Kelas 8 SMP Terbaru 2026 dengan Jawaban

30 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tim yang Akan Terdegradasi dari Super League 2025/2026, Termasuk Juara Liga 2

30 April 2026

Jadwal Final Liga Champions 2026: Atletico vs Arsenal dan PSG vs Munchen di SCTV Pagi Hari

30 April 2026

8 Kebiasaan Orang Cerdas yang Malah Penghambat Kesuksesan, Perfeksionisme Salah Satunya

30 April 2026

5 destinasi wisata populer di Bandung untuk liburan akhir pekan bersama keluarga

30 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?